JATIMTIMES - Sabtu (1 Agustus 2026) bertepatan dengan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 18 Sapar 1960 Tahun Be dan berada dalam Wuku Kuruwelut. Weton hari ini adalah Sabtu Kliwon dengan jumlah neptu 17, hasil penjumlahan Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan watak, rezeki, jodoh, hingga perjalanan hidup seseorang. Hingga kini, Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat untuk menentukan hari baik dalam berbagai aktivitas, seperti memulai usaha, bepergian, hingga melangsungkan pernikahan.
Baca Juga : Usai Kalahkan Timor Leste, Ini Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 dan Klasemen Terbaru
Orang yang lahir pada weton Sabtu Kliwon dikenal memiliki karakter yang senang mendapatkan penghargaan dan pujian. Di balik kesan tersebut, pribadi dengan weton ini sebenarnya mudah mengalah, sopan, ramah, serta memiliki tutur kata yang baik. Selain itu, hobi bepergian atau berwisata juga menjadi salah satu ciri yang cukup menonjol.
Meski terkadang tampak keras saat berbicara, sifat tersebut umumnya hanya terlihat di permukaan. Sabtu Kliwon lebih dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan mampu menjaga hubungan baik dengan orang di sekitarnya.
Menurut Primbon Jawa, Pangarasan weton Sabtu Kliwon adalah Lakuning Bumi. Filosofi ini menggambarkan pribadi yang murah hati, senang berbagi, serta memiliki naluri untuk melindungi orang lain.
Sementara itu, Pancasuda Sabtu Kliwon adalah Tunggak Semi, yang diibaratkan seperti pohon yang ditebang tetapi kembali bertunas. Maknanya, rezeki pemilik weton ini dipercaya terus mengalir atau rizki lumintu, sehingga penghasilan maupun pekerjaan cenderung berjalan lancar.
Hari ini juga berada dalam Wuku Kuruwelut yang berada di bawah naungan Bathara Wisnu. Wuku ini melambangkan pribadi yang waspada, tekun dalam bekerja, dan memiliki semangat juang tinggi layaknya prajurit yang membawa cakra.
Namun, Wuku Kuruwelut juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Karakternya dikenal dermawan, tetapi terkadang kurang disertai keikhlasan. Ada pula kecenderungan ingin menunjukkan kekayaan atau keberhasilan, meski sebenarnya dianugerahi banyak keberuntungan. Apabila tidak mampu mengendalikan diri, sifat tersebut dapat mengurangi keluhuran budi.
Simbol pohon parijatha menggambarkan keturunan dari keluarga baik dengan intuisi yang tajam, tetapi kerap menyimpan kesedihan di dalam hati. Burung sepahan melambangkan pribadi yang lembut dan senang berbuat baik, meski rezekinya tidak selalu melimpah.
Baca Juga : Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026 Lengkap dengan Niat Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh
Selain itu, Wuku Kuruwelut diibaratkan seperti air bah. Ucapan yang tidak dijaga dapat menggagalkan kesepakatan dalam musyawarah. Lambang kapas yang layu menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak lepas dari berbagai cobaan.
Selama tujuh hari dalam Wuku Kuruwelut, primbon juga menganjurkan untuk menghindari aktivitas di tempat tinggi, seperti memanjat atau bekerja di atas bangunan.
Secara khusus, Sabtu Kliwon pada Wuku Kuruwelut termasuk hari taliwangke, sehingga kurang baik digunakan untuk melaksanakan pernikahan atau agenda penting lainnya. Sebaliknya, hari ini dipercaya baik untuk memasang perangkap, membuat lubang jebakan hewan buruan, maupun membuat welah atau dayung.
Dalam urusan karier, pemilik weton Sabtu Kliwon dinilai cocok bekerja pada bidang yang membutuhkan ketegasan, tanggung jawab, dan kemampuan memimpin. Profesi yang sesuai antara lain pemimpin atau manajer, pengusaha atau pedagang, guru maupun dosen, serta anggota militer atau kepolisian.
Sementara dalam urusan asmara, Sabtu Kliwon dengan neptu 17 dipercaya paling serasi dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 8, 13, atau 18. Beberapa weton yang dinilai memiliki kecocokan baik antara lain Selasa Legi, Senin Wage, Senin Pahing, Minggu Kliwon, Jumat Pon, Sabtu Wage, serta Sabtu Pahing.
