Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Festival Film Pendek 2026, Wali Kota Blitar Dorong Generasi Muda Bangun Kota Masa Depan Lewat Karya Kreatif

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

26 - May - 2026, 11:43

Placeholder
Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin bersama Ketua TP PKK Kota Blitar Kharisa Rizqi Muhibbin, Pj Sekda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono, serta para pemenang Festival Film Pendek Kota Blitar 2026 di acara malam penganugerahan di Auditorium Broadcasting SMKN 1 Kota Blitar, Senin (25/5/2026). Festival ini menjadi ruang kreativitas generasi muda dalam mendukung pembangunan Kota Blitar menuju kota masa depan. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES — Pemerintah Kota Blitar terus mendorong tumbuhnya ruang-ruang kreatif bagi generasi muda sebagai bagian dari ikhtiar membangun kota masa depan. Komitmen itu tercermin dalam Malam Penganugerahan Festival Film Pendek Kota Blitar Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Broadcasting SMKN 1 Kota Blitar, Senin (25/5/2026) malam.

Festival yang digagas Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026. Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi perfilman, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif, literasi digital, hingga media promosi potensi daerah melalui karya audio visual.

Baca Juga : Polres Situbondo Gagalkan Peredaran 7 Ribu Pil Trex, Seorang Pengedar Diamankan

Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin hadir langsung membuka kegiatan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Turut hadir Ketua TP PKK Kota Blitar Kharisa Rizqi Muhibbin, Pj Sekda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono, jajaran kepala OPD, dewan juri, sineas muda, hingga komunitas kreatif Kota Blitar.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa festival film pendek bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan wadah untuk membangun optimisme dan menumbuhkan semangat generasi muda dalam mewujudkan Blitar sebagai kota masa depan.

“Festival film pendek ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah ruang kreatif tempat gagasan, semangat, dan cinta terhadap Kota Blitar diterjemahkan menjadi karya-karya positif, inspiratif, dan membangun,” kata Mas Ibin.

Menurut Mas Ibin, kreativitas generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di tengah perkembangan era digital yang bergerak sangat cepat. Karena itu, Kota Blitar membutuhkan ide-ide segar anak muda untuk mewujudkan kota yang inovatif dan menuju kota masa depan tanpa meninggalkan akar budaya serta nilai-nilai kebangsaan.

“Kota Blitar membutuhkan kreativitas dan ide-ide segar generasi muda untuk mewujudkan kota masa depan yang maju dan inovatif, namun tetap berakar kuat pada budaya bangsa dan nilai-nilai nasionalisme,” kata Mas Ibin.

Ibin

Film Jadi Media Membangun Optimisme Kota

Mas Ibin mengaku bangga melihat antusiasme peserta dan kualitas karya yang masuk dalam festival tahun ini. Melalui film-film pendek yang diproduksi para peserta, wajah Kota Blitar ditampilkan dari berbagai sudut pandang yang kreatif dan membangun.

Mulai dari isu pendidikan, pengelolaan sampah, literasi digital, budaya lokal, hingga geliat ekonomi kreatif berhasil dikemas menjadi narasi visual yang kuat.

“Melihat karya-karya yang masuk tahun ini, saya merasa sangat bangga dan optimistis. Melalui lensa kamera, para peserta berhasil menangkap semangat perubahan, kreativitas masyarakat, dan wajah Kota Blitar yang terus tumbuh menuju kota masa depan,” ujarnya.

Ia menyebut karya-karya tersebut membuktikan bahwa generasi muda Kota Blitar tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, idealisme, dan energi positif untuk menjadi bagian dari kemajuan daerah.

Mas Ibin juga menyoroti tema yang diangkat peserta kategori pelajar yakni “Ruang Digital Aman untuk Generasi Muda”. Tema itu dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, ketika internet dan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda.

“Lewat film pendek, adik-adik pelajar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agent of change yang menyuarakan pentingnya literasi digital, etika berinternet, dan bagaimana menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif,” tegasnya.

Ia menambahkan, film merupakan media komunikasi yang sangat kuat dalam mempengaruhi cara pandang masyarakat. Karena itu, para sineas muda didorong untuk terus menghadirkan konten-konten positif yang mampu menginspirasi publik sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

“Film adalah media komunikasi yang sangat kuat. Satu menit dalam film bisa mengubah cara pandang ribuan orang,” imbuh Mas Ibin.

Ibin

Diskominfotik Siapkan Ruang Apresiasi Generasi Kreatif

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Kota Blitar Hakim Sisworo mengatakan Festival Film Pendek 2026 digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang apresiasi sekaligus wadah pengembangan kreativitas generasi muda.

Menurut Hakim, kebangkitan saat ini tidak lagi dimaknai sebagai perjuangan fisik semata, tetapi bagaimana masyarakat mampu bangkit melalui kreativitas, inovasi, dan literasi digital.

“Bangkit hari ini bukan lagi soal senjata, tapi soal bagaimana kita bangkit melalui kreativitas, inovasi, dan literasi digital. Melalui festival film pendek inilah generasi muda Blitar mengambil peran krusial untuk menebarkan nilai-nilai positif melalui dunia digital,” kata Hakim.

Ia menjelaskan Kota Blitar memiliki potensi besar yang layak diangkat melalui media kreatif. Mulai dari sejarah, budaya, sektor pariwisata, hingga kekuatan UMKM lokal.

Karena itu, festival ini diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk menceritakan Kota Blitar secara menarik dan mudah diterima masyarakat luas.

“Konten kreatif yang rekan-rekan bangun inilah yang bisa memperkuat citra positif Kota Blitar di luar sana,” ujarnya.

Hakim menyebut festival tahun ini diikuti 36 karya film yang berasal dari pelajar, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), komunitas kreatif, hingga masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak 15 April hingga 20 Mei 2026 melalui proses pendaftaran lomba. Diskominfotik juga menggelar workshop film pendek bagi calon peserta di Perpustakaan Bung Karno, secara daring, serta di Blitar Art Center.

Baca Juga : 1 Juni 2026 Libur Apa? Cek Daftar Long Weekend Akhir Mei hingga Awal Juni

“Pemerintah Kota Blitar akan selalu hadir untuk memberikan ruang apresiasi dan menjadi wadah buat bakat-bakat seperti kalian. Kami ingin karya audio visual, fotografi, desain, dan film di Blitar terus tumbuh subur,” ungkapnya.

Tak hanya berhenti di tingkat daerah, karya-karya terbaik hasil festival juga akan didorong mengikuti festival film nasional bergengsi seperti LA Indie Movie, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), hingga festival film yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hakim

Dorong Blitar Jadi Kota Kreatif dan Smart City

Festival Film Pendek 2026 juga menjadi bagian dari langkah Pemkot Blitar membangun ekosistem kota kreatif berbasis teknologi dan partisipasi generasi muda.

Melalui pendekatan kreatif digital, pemerintah berharap masyarakat, khususnya anak muda, dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui karya yang edukatif dan produktif.

Mas Ibin menegaskan pembangunan kota tidak cukup hanya diwujudkan melalui infrastruktur fisik. Kota masa depan, menurutnya, harus dibangun dengan kreativitas, literasi, inovasi, serta penguatan karakter generasi mudanya.

“Kota Blitar membutuhkan kreativitas dan ide-ide segar generasi muda untuk mewujudkan kota masa depan dan smart city yang maju, inovatif, serta tetap berakar kuat pada budaya bangsa,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh sineas muda untuk terus mengeksplorasi kearifan lokal Kota Blitar dan menjadikan nilai-nilai nasionalisme Bung Karno sebagai semangat dalam berkarya.

Menurutnya, film-film pendek yang diproduksi generasi muda dapat menjadi dokumen sosial sekaligus wajah baru Kota Blitar di era digital.

Ibin

Daftar Pemenang Festival Film Pendek 2026

Pada malam penganugerahan tersebut, sejumlah karya terbaik berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori.

Untuk kategori pelajar, juara pertama diraih film “Gema yang Tak Padam”, disusul “Ting Belimbing” sebagai juara kedua, dan “Sesat dalam Pengetahuan” di posisi ketiga.

Pada kategori KIM, film “Sisitipi” berhasil meraih juara pertama, diikuti “Ana” sebagai juara kedua dan “Dari Gang ke Layar” di posisi ketiga.

Sementara kategori masyarakat dimenangkan film “ES Drop” sebagai juara pertama, “Bukan Kota Film” sebagai juara kedua, dan “Garis Finish” sebagai juara ketiga.

Penghargaan khusus sutradara terbaik kategori masyarakat diraih Yanuar Putra Romadhon melalui film “ES Drop”. Untuk kategori KIM, penghargaan diraih Devitz lewat film “Sisitipi”, sedangkan kategori pelajar dimenangkan Syabil Ghaysan Ramadhan melalui “Gema yang Tak Padam”.

Film “Sisitipi” juga meraih penghargaan ide cerita terbaik. Penghargaan tata artistik dan visual terbaik diraih “Bukan Kota Film”, sementara penghargaan pemeran terbaik diberikan kepada Nawang Mores melalui film “Sisitipi”. Untuk kategori poster terbaik diraih film “ES Drop”.

Adapun penghargaan film favorit diberikan kepada “Ana” untuk kategori KIM, “Tatal Saka Blitar” kategori masyarakat, serta “Ting Belimbing” kategori pelajar.

Menutup sambutannya, Mas Ibin menyampaikan bahwa seluruh peserta sejatinya adalah pemenang karena telah menghadirkan karya yang menginspirasi dan membawa pesan positif bagi masyarakat.

“Siapa pun yang malam ini membawa pulang piala penghargaan, ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemenang. Kemenangan sejati adalah ketika karya kalian mampu menginspirasi, menggerakkan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas generasi muda, Pemerintah Kota Blitar optimistis ekosistem ekonomi kreatif dan ruang digital positif akan terus tumbuh. Festival Film Pendek 2026 pun menjadi bukti bahwa anak-anak muda Blitar tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga siap menjadi bagian penting dalam membangun Kota Blitar menuju kota masa depan yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.


Topik

Pemerintahan festival film pendek wali kota blitar diskominfotik kota blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana