Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Lomba Kicau Gantangan Wijaya Kusuma Diserbu Ratusan Peserta Berbagai Kota, Dongkrak Ekonomi Lokal dan Pariwisata

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - May - 2026, 18:50

Placeholder
Kompetisi burung berkicau Gantangan Wijaya Kusuma Dau Malang disaksikan Sekda Kabupaten Malang Budiar. Keberadaan gantangan diharapkan mendukung perputaran ekonomi lokal lewat wisata hobi.(Foto: Yogi/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Gelaran Grand Opening Gantangan Wijaya Kusuma di Rest Area Sumber Sekar, Kecamatan Dau, menjadi momentum penting kebangkitan pariwisata minat khusus di Kabupaten Malang, Minggu (3/5/2026). Tidak hanya menjadi ajang adu kualitas burung jawara, event ini terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi yang menyentuh langsung para pelaku UMKM di tingkat desa.

.

Sejak pagi, ratusan kicau mania dari berbagai penjuru Jawa Timur hingga peserta asal Bekasi tampak memadati lokasi. Kehadiran peserta lintas provinsi ini membawa dampak instan pada perputaran uang di sektor jasa dan perdagangan lokal, mulai dari penginapan, warung makan, hingga pedagang perlengkapan burung di sekitar wilayah Dau.

Baca Juga : Long Weekend Bawa Berkah, Hunian Hotel Malang Tembus Angka Tinggi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, yang hadir membuka acara, menegaskan bahwa potensi ekonomi dari hobi burung berkicau tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, profil penghobi yang berasal dari segmen menengah ke atas menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Saya tahu bahwa ini permainan mahal, mereka kadang membawa burung menggunakan mobil mewah supaya tidak stres. Jadi harapan saya, ini betul-betul menjadi jujukan baru tempat wisata dan tempat usaha. Apalagi ini menggunakan tanah kas desa, sehingga UMKM di sekitar Dau bisa ikut berkembang," ujar Budiar.

Ia menyoroti gantangan ini sebagai optimalisasi aset daerah. Sebagaimana diketahui, lokasi yang kini berdiri sebagai gantangan tersebut merupakan Tanah Kas Desa (TKD) Sumber Sekar. Langkah ini mendukung upaya pemerintah daerah dalam menyulap lahan pasif menjadi destinasi produktif yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi melalui skema wisata minat khusus.

..

Selain dampak finansial, Budiar memberikan catatan krusial mengenai keberlanjutan ekosistem lingkungan. Ia mendorong agar kompetisi di Gantangan Wijaya Kusuma menjadi pelopor gerakan konservasi berbasis hobi.

"Harapan saya yang dilombakan ini betul-betul burung hasil tangkaran, bukan hasil dari alam. Kemudian yang juga penting adalah menjaga sportivitas. Kami berterima kasih kepada panitia yang sudah melaksanakan lomba ini sehingga penghobi bisa lebih semangat dan ekonomi lokal terdongkrak," tambahnya.

Gantangan Wijaya Kusuma diproyeksikan akan menjadi barometer baru pariwisata minat khusus yang mampu menjaga stabilitas ekonomi warga secara berkelanjutan.

Baca Juga : Siswa MAN 1 Kota Malang Raih Perak Panjat Tebing O2SN Tingkat Kota, Siap Bidik Porprov

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kecamatan Dau yang melihat integrasi antara hobi dan pemberdayaan ekonomi sebagai solusi peningkatan pendapatan asli desa. Dengan adanya fasilitas yang representatif, Rest Area Sumber Sekar kini bertransformasi dari sekadar tempat persinggahan menjadi destinasi utama bagi komunitas kicau mania nasional.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Gantangan Gantangan Wijaya Kusuma kicau mania lomba burung Kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya