Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

HUT ke-44 KPJ di Bulungan Bergemuruh, Anto Baret Sentil Keras Pemimpin yang Gemar Omong Kosong

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

03 - May - 2026, 10:33

Placeholder
Momen riuhnya perayaan ulang tahun KPJ di Bulungan, Jakarta Selatan (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-44 Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) berlangsung meriah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026). Mengusung tema “Omong Kosong”, momentum ini tak sekadar menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang refleksi sosial yang menggugah.

Rangkaian perayaan telah dimulai sejak Jumat (1/5/2026) malam melalui malam perenungan di Sekretariat KPJ Jakarta. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Presiden KPJ Indonesia, Anto Baret, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang komunitas musik jalanan yang kini memasuki usia ke-44 tahun.

Baca Juga : Siapa yang Ingin Hidup Seribu Tahun? Tafsir Quraish Shihab Kupas Makna Surah Al-Baqarah Ayat 96

Selain itu, panitia juga menggelar ziarah ke makam sejumlah tokoh dan senior KPJ, seperti WS Rendra, Atok Klobot, dan Hendro Sujatmoko, sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu yang telah mewarnai perjalanan organisasi. 

Memasuki acara puncak di Bulungan, suasana berubah semakin semarak. Anto Baret tampil di atas panggung dan menyapa hangat para anggota KPJ dari berbagai daerah yang hadir. “Ulang tahun nih yee,” ucap Anto Baret sebelum membawakan sejumlah lagu, di antaranya Senandung Istri Bromocorah, Kupaksa Untuk Melangkah, Kabar Damai, hingga karya terbaru dalam album Sketsa Jalanan.

Perayaan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk karya bagi musisi jalanan dari berbagai daerah seperti Pandeglang, Bandung, Rangkasbitung, Surabaya, Serang, Bekasi, Mampang, Tangerang, Sumedang, hingga Makassar yang turut memeriahkan panggung.

Ketua Panitia HUT ke-44 KPJ, Uluy, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota dan tamu undangan. Ia berharap momentum ini menjadi energi positif untuk memperkuat kebersamaan di tubuh KPJ.

Sementara itu, Anto Baret menegaskan bahwa perayaan ini merupakan ruang apresiasi bagi seluruh karya anggota KPJ di Indonesia. Ia mengajak seluruh anggota untuk tetap istiqomah dalam berkarya dan menjaga eksistensi seni jalanan melalui karya-karya yang positif.

Namun di balik kemeriahan tersebut, Anto juga menyampaikan kritik tajam terhadap fenomena “omong kosong” yang dinilai kian marak, terutama dalam kehidupan berbangsa.

Menurutnya, terdapat dua dimensi “omong kosong” dalam kehidupan sehari-hari. Pertama adalah omong kosong yang bersifat ringan, seperti gurauan yang tidak menyakiti atau merugikan orang lain.

Sebaliknya, ia menilai persoalan menjadi serius ketika ucapan tidak berdasar justru datang dari para pemimpin, yang tidak selaras dengan realita maupun implementasi kebijakan. “Kalau pemimpin omongannya sudah tidak bisa dipegang, harapan rakyat jelata untuk merasakan kemerdekaan yang sebenarnya itu sulit,” ujar Anto Baret.

Baca Juga : Aftershine Guncang Puncak HUT ke-120 Kota Blitar, Mas Ibin Tegaskan Transformasi Menuju Kota Masa Depan

Ia juga menyoroti sejumlah program yang dinilai tidak tepat sasaran. Anto menilai, pemenuhan hak pendidikan anak melalui sekolah gratis lebih relevan sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak dibanding program makan gratis yang disebut belum memiliki dasar hukum kuat.

Menurutnya, ketidaksinkronan kebijakan tidak hanya berdampak pada penggunaan keuangan negara, tetapi juga menyangkut martabat bangsa. “Bukan hanya soal reputasi pribadi pemimpin, tetapi martabat bangsa juga dipertaruhkan,” tegasnya.

Anto turut mengingatkan pentingnya keterbukaan pemimpin terhadap kritik. Ia menilai suara masyarakat, terutama yang menggambarkan kondisi nyata rakyat kecil dan janji kampanye yang belum terealisasi, harus menjadi perhatian serius.

Di usia ke-44, KPJ diharapkan tetap berpegang pada nilai kepedulian, kebersamaan, dan persaudaraan. Anto menegaskan bahwa kekuatan utama KPJ bukan pada prestasi formal, melainkan pada soliditas antaranggota.

Ia juga menekankan bahwa tema “omong kosong” harus menjadi pengingat internal agar seluruh anggota KPJ menjauhi tindakan negatif, tidak memicu konflik, serta terus membangun persaudaraan yang tulus. “KPJ harus semakin solid. Persaudaraan itu harus benar-benar menyentuh sampai ke relung hati,” pungkasnya.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya kelompok penyanyi jalanan kpj omong kosong ws rendra anto baret jakarta selatan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya