Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Perempuan Korban Kekerasan di Kota Batu Sulit Bersuara: Dari KDRT hingga Normalisasi Pelecehan Berkedok Guyonan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Yunan Helmy

08 - Mar - 2026, 13:01

Placeholder
Perempuan di Kota Batu. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Peringatan Hari Perempuan Sedunia atau International Women's Day (IWD) tahun ini menjadi momentum refleksi mendalam. Tak terkecuali bagi warga di Kota Batu. Fakta getir mengenai masih adanya kerentanan perempuan jadi korban kekerasan yang sering berakar dari hal-hal yang dianggap sepele di tengah masyarakat, termasuk di antaranya adalah normalisasi pelecehan verbal.

Secara data, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Batu masih tinggi. Selama tahun 2025, laporan kasus PPA di Polres Batu meningkat hingga 68 persen dibandingkan tahun 2024. Terdapat setidaknya 37 kasus yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak, dengan dominasi tindak pidana seksual dan kekerasan. Jumlah itu melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 22 perkara.

Baca Juga : Mengenal Kanker Ginjal yang Diidap Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Penyakit yang Sering Tak Bergejala di Awal

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Kota Batu Rudi Budianto menekankan bahwa ancaman terhadap martabat perempuan tersebut kini tidak lagi mengenal batas ruang. Menurut dia, tempat yang dianggap suci sekalipun, seperti lembaga pendidikan berbasis agama, kini tak lagi menjamin keamanan bagi kaum hawa.

"Kita harus waspada di mana pun tempatnya. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa pelecehan bisa terjadi di mana saja karena adanya pergeseran pola pikir atau mindset yang terlalu terpapar konten negatif," ujar Rudi saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.

Rudi menyoroti kecenderungan dampak akibat kecanduan pornografi dan game yang membuat sebagian orang kehilangan kontrol diri, utamanya hawa nafsu. Dampaknya, muncul kecenderungan melihat lawan jenis sebagai objek, bukan sebagai pribadi yang harus dihormati. Hal ini diperparah dengan budaya "guyon parikeno" atau candaan fisik yang sebenarnya adalah bentuk pelecehan verbal.

"Banyak perempuan kita yang sebenarnya merasa dilecehkan lewat komentar fisik, tapi mereka sulit bersuara. Ironisnya, saat mereka berani menegur, lingkungan justru mencap mereka sebagai sosok yang 'baperan'. Ini adalah kebiasaan yang harus diubah," tegasnya.

Selain masalah perilaku, Komnas PA Batu juga melihat benang merah antara kekerasan terhadap perempuan dewasa dengan kegagalan perlindungan di masa kecil. Pernikahan usia dini atau pernikahan anak masih menjadi "bom waktu" yang memicu rentetan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ketidaksiapan ekonomi dan psikis saat "anak harus mengasuh anak" membuat rumah tangga rentan pecah. Kondisi ini pun berdampak pada data BPS yang menunjukkan peningkatan jumlah angkatan kerja perempuan di Batu, yang sebagian besar ternyata adalah para single mother yang harus berjuang sendirian demi menyambung hidup.

Baca Juga : Mengenal Kanker Ginjal yang Diidap Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Penyakit yang Sering Tak Bergejala di Awal

"Perlindungan perempuan itu sejatinya dimulai sejak mereka masih anak-anak. Jika dari awal mereka sudah dipaksa masuk ke jenjang pernikahan tanpa kesiapan, maka risiko kekerasan di masa depan akan sangat tinggi," imbuh Rudi yang juga aktivis perlindungan perempuan korban kekerasan ini.

Terkait stigma cara berpakaian, Rudi dengan tegas mematahkan mitos bahwa pakaian terbuka adalah penyebab utama kejahatan seksual. Ia menyebut bahwa kontrol terbesar ada pada iman dan cara pandang lawan jenis, bukan pada apa yang dikenakan korban.

"Pakaian bukan penentu. Faktanya, mereka yang berpakaian tertutup pun tetap bisa menjadi korban jika mindset lingkungannya sudah rusak. Maka, edukasi mengenai kesetaraan dan rasa hormat harus terus digalakkan di semua lini," pungkasnya.


Topik

Peristiwa Kekerasan terhadap perempuan Kota Batu KDRT pelecehan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy