Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Malang Raya Dikepung Cuaca Ekstrem, BMKG Sebut Dua Bibit Siklon Jadi Pemicu

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Mar - 2026, 14:40

Placeholder
Ilustrasi siklon (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat yang melanda wilayah Malang Raya akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Karangploso Malang. Fenomena cuaca yang terjadi pada Rabu malam, 4 Maret 2026, tak hanya memicu keresahan warga, namun juga menimbulkan dampak nyata. 

Di Kota Batu, tercatat 31 pohon tumbang di sejumlah titik. Sementara di Kota Malang, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Muharto Gang 5, Kecamatan Kedungkandang.

Baca Juga : Kapan Musim Kemarau 2026 di Jawa Timur? BMKG Beberkan Prediksinya

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Jawa Timur. Cuaca ekstrem juga melanda hampir seluruh Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

"Untuk penyebabnya, karena ada dua bibit siklon tropis berada di selatan Pulau Jawa. Yaitu, bibit siklon 90 S mengarah ke timur dan bibit siklon 93 S mengarah ke barat," ujar Linda, Kamis, (5/3/2026).

Siklon sendiri merupakan sistem cuaca bertekanan rendah yang ditandai dengan pusaran angin kencang yang bergerak melingkar, biasanya berlawanan arah jarum jam di Belahan Bumi Utara dan searah jarum jam di Belahan Bumi Selatan. 

Menurut Linda, keberadaan dua bibit siklon tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap dinamika atmosfer. Dampaknya berupa angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam serta hujan lebat dengan pola yang sulit diprediksi.

"Adanya bibit siklon ini pengaruhnya sangat besar terhadap kondisi cuaca. Yaitu, angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam dan hujan lebat yang tidak menentu waktunya, terkadang pagi hujan lalu reda kemudian hujan lagi sore sampai malam," ungkapnya.

BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga 10 Maret 2026. Tak hanya angin dan hujan, dampak lainnya adalah gelombang tinggi di perairan selatan Jawa yang bisa mencapai lebih dari enam meter.

Lebih lanjut, Linda menuturkan bahwa kemunculan bibit siklon tropis pada periode ini tergolong wajar. Faktor tekanan rendah dan perubahan iklim menjadi pemicu utama, terlebih Februari hingga Maret merupakan puncak musim hujan.

Baca Juga : Nyepi 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Makna Lengkap Rangkaian Upacaranya

"Bibit siklon muncul karena pengaruh adanya faktor tekanan rendah dan perubahan iklim. Hal ini biasa terjadi saat bulan Februari dan Maret, yaitu pada puncak musim hujan. Sedangkan dari prediksi kami, awal musim kemarau untuk wilayah Malang Raya baru akan terjadi di awal April atau pertengahan Mei," bebernya.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Warga yang tinggal di kawasan dataran tinggi diminta ekstra hati-hati karena kecepatan angin cenderung lebih tinggi akibat minimnya penghalang alami.

"Kalau di dataran tinggi, hambatannya hampir tidak ada sehingga anginnya jauh lebih kencang. Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan untuk jangan berteduh di bawah pohon, jauhi baliho atau papan reklame yang berpotensi rawan roboh, hingga sebisa mungkin hindari melintas di ruas jalan yang memiliki banyak pohon," tandasnya.

Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai beberapa hari ke depan, masyarakat Malang Raya diharapkan tetap siaga dan memantau informasi resmi dari BMKG guna meminimalkan risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


Topik

Peristiwa BMKG cuaca ekstrem Jatim siklon tropis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri