JATIMTIMES - Hujan yang terjadi sejak awal pekan lalu mengakibatkan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 12 meter di Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang mengalami longsor. Material longsor kemudian menimpa rumah warga hingga mengakibatkan kerugian mencapai puluhan juta.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, bencana longsor yang terjadi pada Rabu (4/3/2026) tersebut dilaporkan oleh masyarakat pada pukul 21.00 WIB. Keesokan harinya, Kamis (5/3/2026), sejumlah personel gabungan diterjunkan ke lokasi guna melakukan pendataan serta penanganan pasca longsor.
Baca Juga : Trump Putar November Rain di Forum Perdamaian, Penolakan Guns N’ Roses Kembali Jadi Sorotan
Hingga hari ini, Jumat (6/3/2026), penanggulangan pasca longsor dimungkinkan masih terus berlanjut lantaran banyaknya material yang harus diangkut usai menimpa rumah warga. "Dikarenakan volume material longsor yang besar serta banyak batu, sehingga dibutuhkan alat berat untuk penanganan selanjutnya," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto, dalam keterangan tertulisnya yang dimuat JatimTIMES pada Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD Kabupaten Malang, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Kecamatan Dampit dan sekitarnya terjadi selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut kemudian mengakibatkan TPT sepanjang 12 meter dan tinggi lima meter di atas rumah warga longsor.
"Material longsor kemudian menimpa tembok rumah warga lainnya yang berada di bawah tembok penahan tanah yang longsor tersebut," ujarnya.
Tembok penahan tanah yang ambrol tersebut diketahui milik seorang warga bernama Muslimin. Di mana, dinding penahan tanah tersebut turut dimanfaatkan untuk membangun sebuah rumah yang kemudian ditempati oleh satu kepala keluarga (KK). Yakni yang terdiri dari empat orang jiwa, dua di antaranya anak-anak.
Sedangkan sebagai rumah warga yang tertimbun longsor tersebut milik Hanif Mustofa. Pada kediaman milik pria berusia 42 tahun tersebut dihuni oleh satu KK dengan empat orang jiwa.
Baca Juga : Bupati Sanusi Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Terdampak Bencana di Poncokusumo dan Tajinan
"Sebagian tembok rumah dari bagian depan sampai dengan dapur milik warga (Hanif, red) ambrol. Nihil korban jiwa, sedangkan untuk perkiraan nilai kerugian kurang lebih Rp 50 juta," imbuhnya.
Penanganan longsor yang berdampak pada rusaknya sebuah rumah warga tersebut masih akan terus berlanjut. Di mana, sejak awal penanganan pasca longsor tersebut juga turut melibatkan personel gabungan dari BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Muspika Dampit, Perangkat Desa Amadanom, para relawan hingga masyarakat sekitar.
Penanganan longsor diagendakan turut menggunakan ekskavator. Di mana, pada bagian yang longsor tersebut juga ditutup menggunakan terpal guna mengantisipasi bencana susulan. "Apabila terdapat perkembangan informasi akan kami sampaikan pada update berikutnya," pungkasnya.
