JATIMTIMES - Awal tahun 2026 akan dibuka dengan peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati. Pada 3 Januari 2026, langit malam akan dihiasi oleh Wolf Moon, sebutan untuk bulan purnama pertama di tahun 2026. Fenomena ini kerap mencuri perhatian karena bulan terlihat bulat sempurna dan bersinar lebih terang daripada biasanya.
Wolf Moon terjadi ketika bulan berada tepat berlawanan arah dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Dalam posisi ini, seluruh permukaan bulan yang menghadap ke Bumi menerima pantulan cahaya Matahari secara penuh. Akibatnya, bulan tampak bercahaya maksimal dan mudah dikenali, bahkan tanpa alat bantu seperti teleskop.
Baca Juga : Pemkot Malang Benahi Parkir Kayutangan, Parkir Motor Segera Dipusatkan
Menariknya, Wolf Moon tahun ini juga berdekatan dengan fase ketika bulan berada relatif lebih dekat ke Bumi. Kondisi tersebut membuat cahaya bulan tampak lebih kuat dan ukurannya terlihat sedikit lebih besar di langit malam, selama cuaca cerah dan tidak tertutup awan.
Asal-usul Nama Wolf Moon
Nama Wolf Moon atau Bulan Serigala berasal dari penamaan tradisional yang telah digunakan sejak lama oleh masyarakat di belahan Bumi utara. Mengutip laman Space, sebutan ini berkaitan dengan kebiasaan serigala yang sering melolong pada puncak musim dingin.
Bulan Januari dikenal sebagai periode yang berat karena suhu ekstrem dan terbatasnya sumber makanan, sehingga lolongan serigala kerap terdengar dan kemudian diasosiasikan dengan bulan purnama pada masa tersebut.
Selain Wolf Moon, bulan purnama di bulan Januari juga memiliki beragam nama lain yang lahir dari latar budaya berbeda. Masyarakat adat Assiniboine di Kanada menyebutnya Quiet Moon atau Bulan Tenang, yang mencerminkan suasana alam di tengah musim dingin. Sementara itu, dalam catatan Old Farmer’s Almanac, bulan ini dikenal pula sebagai Center Moon atau Bulan Keras, yang menggambarkan kerasnya kondisi alam di awal tahun.
Waktu Terbaik Mengamati Wolf Moon di Indonesia
Wolf Moon mencapai puncak purnama pada waktu yang berbeda di setiap wilayah dunia. Untuk Indonesia, fenomena ini diperkirakan dapat diamati pada:
• 17.03 WIB
• 18.03 WITA
• 19.03 WIT
Pada waktu tersebut, bulan sudah berada cukup tinggi di langit sehingga relatif mudah diamati. Pengamatan Wolf Moon tidak memerlukan peralatan khusus dan bisa dilakukan dengan mata telanjang. Namun, lokasi dengan minim polusi cahaya akan memberikan pengalaman visual yang lebih optimal.
Faktor Cuaca Menjadi Penentu
Meski Wolf Moon diprediksi tampil terang, faktor cuaca tetap menjadi penentu utama keberhasilannya untuk diamati. Langit cerah tanpa awan atau hujan akan memungkinkan nulan terlihat jelas. Sebaliknya, kondisi mendung atau hujan berpotensi menutupi pandangan dan membuat fenomena ini tidak tampak.
Baca Juga : Sampah Tahun Baru Melonjak, DLH Kota Malang Imbau Warga Tak Buang Sampah ke Sungai-Selokan
Fenomena Wolf Moon bukan hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga menjadi pengingat akan hubungan panjang antara manusia dan alam. Sejak dahulu, fase bulan digunakan sebagai penanda waktu, musim, hingga aktivitas sehari-hari. Penamaan seperti Wolf Moon mencerminkan bagaimana manusia mengaitkan peristiwa langit dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Bagi masyarakat modern, Wolf Moon bisa menjadi momen untuk sejenak berhenti dari rutinitas dan menikmati langit malam. Fenomena ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian peristiwa astronomi lain yang akan menghiasi sepanjang tahun 2026.
