JATIMTIMES - Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan sumberdaya manusia, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan UM) Kabupaten Tulungagung, melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan perlindungan koperasi yang Keanggotaanya pesantren.
Kegiatan ini berupa pelatihan ketrampilan pembuatan aneka kerajinan dari karung goni bagi santri anggota koperasi Pondok Pesantren.
Baca Juga : Tak Sekadar Meriah, Disparta Imbau Karnaval Bersih Desa di Kota Batu Tonjolkan Esensi Pelestarian Budaya
Kepada Dinas Koperasi dan UM, Dr. Slamet Sunarto M.Si menyampaikan, latar belakang dari kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia koperasi sekaligus mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis potensi lokal.
"Sejalan dengan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur, pondok pesantren didorong untuk mengembangkan produk unggulan yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, dan mampu memperkuat kemandirian ekonomi pesantren," katanya, Kamis (30/7/2026).
Oleh karena itu, kegiatan Pelatihan Keterampilan Pembuatan Aneka Kerajinan dari Karung Goni bagi Santri Anggota Koperasi Pondok Pesantren dilaksanakan sebagai sarana peningkatan kompetensi dan jiwa kewirausahaan santri melalui pemanfaatan bahan baku yang ramah lingkungan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.
"Melalui pelatihan ini diharapkan lahir produk-produk kreatif yang dapat dipasarkan melalui koperasi pondok pesantren, sehingga mendukung Program OPOP Jawa Timur, meningkatkan pendapatan anggota koperasi, serta memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi pesantren dan masyarakat," tuturnya.
Selain itu, Kegiatan Pelatihan Keterampilan Pembuatan Aneka Kerajinan dari Karung Goni bagi Santri Anggota Koperasi Pondok Pesantren bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan santri anggota koperasi dalam menghasilkan produk kerajinan yang kreatif, inovatif, dan bernilai ekonomi dari bahan karung goni.
Baca Juga : Bupati Malang: Lestarikan Nilai Budaya Melalui Bersih Desa
"Kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan produk unggulan pondok pesantren sesuai dengan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur, memperkuat kapasitas koperasi pondok pesantren sebagai wadah pengembangan usaha produktif, meningkatkan nilai tambah produk berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan," terangnya.
Bertempat di Pondok Pesantren Darussalam Al Islami, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari santriwan dan Santriwati. Hadir sebagai narasumber dari Sarlita Craft, Sarlita Santoso Ningtyas.
Acara berjalan lancar dan penuh dengan semangat untuk belajar membuat kerajinan ini.
