JATIMTIMES - Kamis (6 Agustus 2026) bertepatan dengan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan Kalender Jawa, hari ini jatuh pada 23 Sapar 1960 Tahun Be atau bertepatan dengan 23 Safar 1448 Hijriah. Hari ini juga berada dalam Wuku Marakèh dengan weton Kamis Kliwon yang memiliki jumlah neptu 16 (Kamis = 8, Kliwon = 8).
Bagi masyarakat Jawa, weton masih dipercaya sebagai salah satu pedoman untuk membaca karakter, potensi rezeki, kecocokan pekerjaan, hingga jodoh. Tak sedikit pula yang menjadikan primbon sebagai acuan dalam menentukan waktu baik untuk memulai usaha, membangun rumah, maupun menggelar hajatan.
Baca Juga : Kebakaran Hutan Bromo Meluas, Api Mengarah ke Malang Lewati Perbatasan Lumajang
Menurut Primbon Jawa, orang yang lahir pada weton Kamis Kliwon dikenal memiliki banyak keinginan dan semangat belajar yang tinggi. Karakternya luwes dalam bergaul, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta disegani banyak orang. Selain itu, sosok dengan weton ini umumnya juga disenangi oleh keluarga maupun kerabat karena sikapnya yang ramah.
Dari sisi Pangarasan, Kamis Kliwon berada di bawah naungan Lakuning Banyu. Watak ini diibaratkan seperti air yang selalu mengalir ke tempat rendah. Maknanya, pemilik weton memiliki sifat tenang, tidak mudah tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, serta memahami dengan baik jalan untuk memperoleh rezeki. Pemilik weton ini juga dikenal memiliki perencanaan yang matang.
Sementara itu, Pancasuda Kamis Kliwon adalah Bumi Kapetak. Watak ini menggambarkan pribadi pekerja keras yang mampu bertahan menghadapi berbagai kekecewaan dan penderitaan.
Selain menyukai kebersihan dan kerapian, orang dengan weton ini dikenal tekun dalam bekerja. Namun, terdapat sisi yang perlu dikendalikan, yakni cenderung menyimpan rasa sakit hati sehingga mudah menjadi pendendam. Di sisi lain, banyak kebaikan yang dilakukan justru sering tidak terlihat oleh orang lain.
Hari ini berada dalam Wuku Marakèh yang dilambangkan oleh Bathara Surènggana. Wuku ini menggambarkan pribadi yang mampu menerima takdir hidup dengan lapang dada. Simbol gedhong dipanggul melambangkan kebiasaan memperlihatkan karunia atau keberhasilan yang diperoleh.
Simbol lain dalam Wuku Marakèh adalah pohon trengguli yang menggambarkan seseorang yang tidak terlalu menyukai keramaian kota dan memiliki pola pikir berbeda dibanding kebanyakan orang. Umbul-umbul terbalik melambangkan keberuntungan yang sudah dekat.
Selain itu, gambaran bunga setaman yang dirahasiakan menunjukkan pribadi yang terkadang pelit, tetapi memiliki tutur kata yang manis. Namun, apabila menerima masukan yang kurang tepat, justru berpotensi mengambil keputusan yang keliru.
Lambang bunga yang layu menjadi simbol bahwa pemilik wuku ini kerap mengalami kesialan. Dalam Primbon Jawa juga disebutkan bahwa kala berada di arah barat laut. Karena itu, selama tujuh hari pada Wuku Marakèh disarankan tidak melakukan perjalanan penting ke arah tersebut.
Baca Juga : APBD-P Jatim 2026 Naik Rp 2,6 Triliun, Deni Wicaksono: Prioritas Program Berdampak Langsung
Untuk Kamis Kliwon di Wuku Marakèh, hari ini dinilai sebagai waktu yang baik untuk berdagang karena dipercaya berpeluang memperoleh hasil yang menguntungkan. Selain itu, hari ini juga dianggap baik untuk mengobati orang sakit karena diyakini proses penyembuhannya lebih cepat.
Tak hanya itu, Kamis Kliwon juga menjadi hari yang baik untuk merobohkan bangunan lama yang nantinya akan dibangun kembali atau direnovasi.
Dalam hal pekerjaan, pemilik weton Kamis Kliwon dinilai cocok menekuni profesi yang membutuhkan kemampuan memimpin dan membimbing. Beberapa bidang yang dianggap sesuai antara lain guru atau dosen, pemimpin atau manajer, wirausahawan, hingga penceramah atau motivator karena memiliki kemampuan berbicara yang baik dan mampu memberikan pengaruh positif kepada orang lain.
Sementara dalam urusan asmara, Primbon Jawa menyebut pemilik weton Kamis Kliwon dengan neptu 16 memiliki kecocokan dengan pasangan yang mempunyai jumlah neptu 8, 13, atau 18.
Contoh weton yang termasuk neptu 8 antara lain Senin Wage. Untuk neptu 13 di antaranya Minggu Kliwon, Senin Pahing, Selasa Legi, Kamis Legi, dan Jumat Pon. Sedangkan neptu 18 dimiliki oleh Sabtu Pahing maupun Sabtu Wage.
