Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

400 Pemancing Berebut 3 Kuintal Lele di Sungai Burnik Situbondo, Ikan 3,04 Kilogram Jadi Jawara

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Yunan Helmy

02 - Aug - 2026, 10:32

Placeholder
Lele seberat 3,04 kilogram jadi lele terberat yang berhasil dipancing dalam lomba pancing Burnik City Situbondo 2026, Minggu (02/08/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Sebanyak 400 peserta ambil bagian dalam lomba mancing yang digelar di Sungai Burnik City, Kabupaten Situbondo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) Me-207 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Lomba mancing ini berlangsung meriah dengan ikan lele sebagai target utama. Panitia sebelumnya melepas sebanyak 3 kuintal atau sekitar 300 kilogram ikan lele ke aliran Sungai Burnik City untuk diperebutkan para peserta.

Baca Juga : Kapan Musim Hujan Kembali Guyur Indonesia? Ini Prediksi BMKG dan Wilayah yang Lebih Dulu Diguyur Hujan

Berbeda dengan perlombaan yang menentukan pemenang berdasarkan jumlah tangkapan, lomba kali ini menggunakan sistem timbang berat. Artinya, peserta yang berhasil mendapatkan ikan dengan bobot paling besar memiliki peluang menjadi juara.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba mancing menjadi salah satu kegiatan yang mampu menghadirkan hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

"Kegiatan seperti ini tentu sangat positif. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, lomba mancing juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga," ujar Akhmad Yulianto.

Sebanyak 400 peserta memadati kawasan Sungai Burnik City untuk mengikuti perlombaan. Dengan jumlah ikan lele yang telah dilepas mencapai 3 kuintal, para peserta harus mengandalkan teknik, kesabaran, serta keberuntungan untuk mendapatkan ikan dengan bobot terbesar.

Setiap ikan hasil tangkapan peserta kemudian ditimbang oleh panitia. Bobot ikan tersebut menjadi penentu utama untuk menentukan peringkat dalam perlombaan.

Persaingan berlangsung cukup menarik karena setiap tangkapan dapat menentukan posisi peserta. Ikan dengan bobot lebih besar tentu memiliki peluang lebih besar untuk mengantarkan pemancing menjadi juara.

Akhmad Yulianto menyebut kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas seperti lomba mancing dapat menjadi bagian dari semangat peringatan Harjakasi dan HUT Kemerdekaan RI.

"Peringatan Harjakasi dan HUT Kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa ikut terlibat dan merasakan kemeriahan peringatannya melalui kegiatan-kegiatan yang positif," katanya.

Dari hasil penimbangan, peserta dengan nomor 205 berhasil menjadi juara pertama setelah memperoleh ikan lele dengan bobot mencapai 3,04 kilogram.

Posisi kedua ditempati peserta nomor 110. Ikan lele yang berhasil ditangkap memiliki bobot 2,04 kilogram. Sementara itu, peserta nomor 304 berada di posisi ketiga dengan hasil tangkapan ikan lele seberat 1,94 kilogram.

Baca Juga : Kasus Vicky Prasetyo di Polda Metro Jaya, Dua Laporan Dugaan Penipuan hingga TPPU Masih Diproses

Selisih bobot antara peringkat kedua dan ketiga hanya 0,10 kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan ketatnya persaingan dalam memperebutkan posisi tiga besar.

Selain menjadi ajang kompetisi bagi para penghobi mancing, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berkumpul masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

Menurut Akhmad Yulianto, semangat kebersamaan menjadi salah satu hal penting dalam rangkaian peringatan Harjakasi ke-207 dan HUT RI ke-81. Karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dinilai memiliki nilai positif.

"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus membangun semangat kebersamaan masyarakat. Harjakasi dan HUT Kemerdekaan adalah momentum bersama, sehingga masyarakat juga perlu diberikan ruang untuk ikut merayakannya," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta, As'ad, menyampaikan lomba memancing berjalan sportif. Namun, ia mengungkapkan salah satu kendala yang dihadapi peserta adalah masih banyaknya sampah di dasar sungai.

"Mengingat kalau lele ini ikan dasar, kalau di dasar sungai banyak sampahnya maka menyulitkan pemancing," ungkap As'ad.

As'ad berharap ke depan sebelum diadakan lomba, apabila ikan yang dilombakan adalah lele, maka dasar sungai terlebih dahulu dibersihkan. "Semoga kedepan, peserta bisa lebih banyak dan waktu lomba diperpanjang," harap As'ad.

Dengan berakhirnya proses penimbangan, peserta nomor 205 keluar sebagai pemilik tangkapan terberat sekaligus juara pertama. Disusul peserta nomor 110 di posisi kedua dan nomor 304 di posisi ketiga.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Mancing lele Situbondo Agustusan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Yunan Helmy

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya