Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Shin Tae Yong Diterpa Isu Sanksi 10 Tahun, Persija Tetap Beri Dukungan Penuh

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

26 - Jul - 2026, 18:35

Placeholder
Shin Tae Yong. (Foto @persija)

JATIMTIMES - Kabar mengenai pelatih Persija Jakarta, Shin Tae Yong, yang disebut mendapat sanksi 10 tahun dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) akhirnya mendapat titik terang.

Persija Jakarta memastikan informasi tersebut tidak sepenuhnya benar setelah melakukan komunikasi langsung dengan KFA. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menyebut Shin Tae Yong memang mendapat sanksi disiplin, tetapi durasinya hanya satu tahun dan hanya berlaku di lingkungan sepak bola Korea Selatan. Kepastian tersebut disampaikan Persija melalui rilis resmi klub pada Minggu (26/7/2026).

Baca Juga : Kecam Pernyataan Presiden Soal Londo Ireng, Lintas Organisasi Jurnalis di Malang Bakal Aksi Unjuk Rasa Besok

"Menanggapi berbagai pemberitaan yang beredar terkait sanksi yang dijatuhkan KFA kepada Shin Tae-yong, Persija telah mengambil langkah dengan melakukan verifikasi langsung," tulis Persija dalam keterangannya.

Persija menjelaskan, klarifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Persija memastikan setiap informasi yang beredar diklarifikasi secara akurat demi menjaga profesionalisme klub dan kondusivitas seluruh elemen tim."

Dari hasil komunikasi dengan KFA, Persija menemukan adanya informasi yang kurang tepat dalam sejumlah pemberitaan media Korea Selatan, terutama terkait durasi hukuman yang disebut mencapai 10 tahun.

Berdasarkan penjelasan KFA, sanksi disiplin terhadap Shin Tae Yong hanya berlangsung selama satu tahun.

"Sanksi disiplin yang dijatuhkan KFA kepada Shin Tae-yong berdurasi satu tahun. Sanksi disiplin tersebut merupakan kewenangan KFA," tulis Persija.

Selain itu, sanksi tersebut hanya berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan. Artinya, keputusan itu tidak berdampak terhadap aktivitas Shin Tae Yong di luar Korea Selatan, termasuk tugasnya sebagai pelatih Persija Jakarta.

"Dan hanya berlaku dalam sepak bola Korea Selatan. Sehingga tidak berpengaruh terhadap aktivitas Shin Tae-yong di luar Korea Selatan, termasuk di Persija," lanjut pernyataan klub.

Meski mendapat sanksi dari KFA, Persija memastikan posisi Shin Tae Yong sebagai pelatih kepala tidak berubah.

Manajemen Macan Kemayoran tetap memberikan dukungan penuh kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut untuk memimpin tim menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Persija menilai persoalan yang terjadi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran.

"Persija meyakini bahwa setiap tantangan dapat menjadi pembelajaran yang berharga untuk terus bertumbuh, baik secara pribadi maupun profesional," tulis klub.

Persija juga memastikan polemik tersebut tidak mengganggu persiapan tim. "Persija melihat Shin Tae Yong memiliki komitmen besar untuk tetap menjalankan performa terbaiknya. Kejadian itu dipastikan tidak mengganggu aktivitas tim," jelasnya. 

Presiden Persija Mohamad Prapanca turut memastikan seluruh aktivitas klub tetap berjalan sesuai rencana.

"Kami memberikan dukungan penuh kepada Shin Tae Yong untuk terus tampil sebagai pelatih kepala Persija. Seluruh elemen tim saat ini tetap fokus mempersiapkan diri," ujar Prapanca.

Awal Mula Kasus Shin Tae Yong

Lalu, bagaimana awal mula kasus yang membuat nama Shin Tae Yong terseret hingga muncul kabar mengenai sanksi berat dari KFA?

Persoalan ini bermula saat Shin Tae Yong masih menangani klub Korea Selatan, Ulsan HD.

Shin ditunjuk sebagai pelatih Ulsan HD pada Agustus 2025 ketika klub tersebut sedang mengalami masa sulit. Namun, perjalanan kariernya bersama tim tersebut tidak berlangsung lama.

Baca Juga : Dewan Dukung Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Malang, Bakal Dibangun 2026

Menurut laporan Yonhap, Shin hanya bertahan sekitar dua bulan sebelum akhirnya meninggalkan Ulsan HD ketika klub berada dalam situasi sulit dan terancam degradasi.

Selama menangani Ulsan HD, Shin Tae Yong disebut menghadapi sejumlah persoalan internal, mulai dari masalah komunikasi hingga gaya kepelatihan yang menuai sorotan.

Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan tindakan fisik terhadap pemain. Hal itu bermula dari munculnya video yang memperlihatkan Shin Tae Yong menampar bek Ulsan HD, Jung Seung-hyun, dalam sebuah pertemuan bersama para pemain. Video tersebut kemudian memicu kontroversi di Korea Selatan.

Selain dugaan tindakan tersebut, media News1 juga melaporkan adanya tudingan penggunaan kata-kata kasar kepada pemain selama Shin menangani Ulsan HD.

Jung Seung-hyun kemudian memberikan komentar mengenai kejadian tersebut. "Perilaku semacam itu tidak sesuai untuk masyarakat modern," ujar Jung Seung-hyun.

Selain persoalan tersebut, muncul pula laporan mengenai hubungan Shin dengan pemain serta dugaan aktivitas bermain golf ketika tim menjalani pertandingan tandang.

Setelah berbagai laporan muncul, Komisi Fair Play KFA mulai melakukan penyelidikan terhadap Shin Tae Yong.

Berdasarkan laporan media Korea Selatan, proses investigasi dimulai pada Desember 2025 dan berlangsung selama beberapa bulan sebelum keputusan disiplin ditetapkan.

Setelah pemeriksaan selesai, KFA kemudian menjatuhkan keputusan kepada Shin Tae Yong. Namun, federasi tidak mengungkap secara detail bentuk hukuman yang diberikan.

"Rincian tindakan disiplin tidak dapat diungkapkan karena melibatkan informasi pribadi yang sensitif," ujar pejabat KFA.

Minimnya informasi resmi membuat sejumlah media Korea Selatan memberitakan berbagai kemungkinan terkait hukuman Shin Tae Yong.

Salah satu laporan menyebut adanya ancaman sanksi berat, mulai dari penangguhan lisensi kepelatihan, larangan mengikuti aktivitas sepak bola domestik, hingga pembatasan aktivitas dalam yurisdiksi KFA.

Informasi tersebut kemudian berkembang menjadi kabar bahwa Shin Tae Yong mendapat larangan selama 10 tahun. Namun, setelah dilakukan klarifikasi oleh Persija, informasi tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan keputusan sebenarnya.

Menanggapi keputusan KFA, Shin Tae Yong mengaku masih mempertimbangkan langkah banding. Ia merasa masih ada sejumlah hal yang perlu dijelaskan kepada publik terkait kasus tersebut.

"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka dan suasana sepak bola domestik tidak baik," kata Shin Tae Yong, dikutip Yonhap dan Channel A.

Dengan adanya klarifikasi dari Persija berdasarkan komunikasi dengan KFA, status Shin Tae Yong sebagai pelatih kepala Macan Kemayoran tetap berjalan normal. Shin Tae Yong tetap akan memimpin Persija dalam persiapan menghadapi Super League 2026/2027.


Topik

Olahraga shin tae yong persija persija jakarta kpa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga