Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Semarak HAN, Festival Anak Gemilang JTN Hadirkan Ruang Prestasi dan Penguatan Karakter Anak

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

26 - Jul - 2026, 16:00

Placeholder
Festival Anak Gemilang yang digelar Jatim Times Network (JTN) bersama Star Gemilang Event Organizer (EO) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, kecanduan gawai, dan semakin terbatasnya ruang interaksi sosial anak, kebutuhan akan wadah yang mendorong kreativitas dan keberanian tampil menjadi semakin penting. Momentum Hari Anak Nasional (HAN) pun menjadi pengingat bahwa perlindungan anak tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan hak dasar, tetapi juga dengan menyediakan ruang yang memungkinkan mereka berkembang sesuai potensi.

Semangat tersebut mewarnai penyelenggaraan Festival Anak Gemilang yang digelar Jatim Times Network (JTN) bersama Star Gemilang Event Organizer (EO) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang di Stadion Gajayana, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (26/7/2026).

1

Sejak pagi, ratusan anak bersama orang tua memadati lokasi kegiatan. Suasana kompetitif yang sehat berpadu dengan keceriaan peserta yang mengikuti berbagai perlombaan akademik, seni, dan keagamaan. Festival ini diikuti 300 lebih peserta dari berbagai kategori usia, mulai tingkat TK, SD, hingga SMP.

Baca Juga : Rekomendasi Drakor Akhir Pekan Juli 2026, Ada The Apartment Job hingga Love on the Menu

Besarnya partisipasi peserta menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik yang mampu mengembangkan potensi anak di luar lingkungan sekolah. Kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter, melatih kemampuan sosial, sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap aktivitas digital yang kini semakin mendominasi keseharian mereka.

Hal itu selaras dengan semangat HAN yang diperingati setiap 23 Juli. Peringatan tersebut mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak memperoleh pendidikan, perlindungan, kesempatan berpartisipasi, serta ruang untuk mengembangkan kreativitas dan potensinya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

2

CEO Star Gemilang Event Organizer Ina Isnawati SPsi mengatakan Festival Anak Gemilang dirancang sebagai ruang yang mampu mengakomodasi kebutuhan anak untuk belajar melalui pengalaman, berkompetisi secara sehat, sekaligus menampilkan kemampuan terbaiknya. "Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk tumbuh sesuai potensinya," katanya.

Ina menilai, pengalaman mengikuti kompetisi yang positif memberikan dampak terhadap perkembangan mental dan sosial anak. Mereka belajar menghargai proses, menerima hasil dengan sportif, berinteraksi dengan teman sebaya, hingga mengelola rasa percaya diri saat tampil di depan publik.

"Karena itu, festival ini kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi sebagai media pembelajaran yang membangun keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri anak sejak usia dini," ujarnya.

Sementara itu, panitia dari JatimTIMES, Muslimin Nyoni, menegaskan bahwa media tidak lagi cukup berperan sebagai penyampai informasi. Menurutnya, media juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Karena itu, Festival Anak Gemilang dirancang bukan sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan media, keluarga, dunia pendidikan, dan pemerintah dalam mendorong lahirnya generasi berprestasi.

"Festival Anak Gemilang kami dorong menjadi ruang kolaborasi antara media, keluarga, dunia pendidikan, dan pemerintah," ujar Muslimin.

Ia menilai anak-anak membutuhkan lebih banyak ruang untuk belajar, berkarya, sekaligus berkompetisi secara sehat agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

Baca Juga : UIN Malang Perkuat Identitas Keilmuan, Buka S2 Hukum Ekonomi Syariah di Tengah Tren Rasionalisasi Prodi

"Anak-anak membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk belajar, berkarya, dan berkompetisi secara sehat. Dari ruang-ruang seperti inilah lahir karakter, kepercayaan diri, dan budaya berprestasi yang akan menjadi modal penting bagi generasi Indonesia di masa depan," tandasnya.

Festival Anak Gemilang menghadirkan beragam cabang perlombaan yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai potensi anak. Bidang akademik meliputi menulis angka, olimpiade matematika, olimpiade sains, olimpiade bahasa Inggris, hafalan doa, dan tahfid Al-Qur'an. Sementara di  bidang seni dan kreativitas diselenggarakan lomba mewarnai, fashion show, menyanyi, tari tunggal, tari grup, hingga foto genik. Ragam kategori tersebut memberikan ruang bagi anak untuk menunjukkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp150 ribu bagi juara pertama, Rp100 ribu untuk juara kedua, dan Rp50 ribu bagi juara ketiga pada setiap kategori. Hadiah uang tunai diberikan dengan ketentuan jumlah peserta dalam kategori tersebut mencapai sedikitnya 20 peserta.

Selain hadiah uang pembinaan, juara 1 hingga juara 3 akan menerima piala dan sertifikat yang ditandatangani kepala Disporapar Kota Malang. Penghargaan serupa juga diberikan kepada juara harapan 1 hingga harapan 3 sebagai bentuk apresiasi atas capaian peserta selama kompetisi.

Sementara itu, peserta yang belum berhasil meraih juara tetap memperoleh piala dan sertifikat yang ditandatangani JatimTIMES.com dan Star Gemilang Event Organizer. Skema penghargaan tersebut menjadi upaya penyelenggara untuk menumbuhkan keberanian berkompetisi sekaligus memberikan pengakuan atas partisipasi setiap anak.

Antusiasme juga datang dari para orang tua. Salah satunya Arfani, wali peserta lomba mewarnai asal Lawang. Menurut dia, Festival Anak Gemilang memberikan pengalaman berharga bagi anak untuk mengenali potensi diri sekaligus melatih mental sejak dini.

"Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Anak-anak menjadi lebih bersemangat mengembangkan bakatnya, berani tampil, dan memperoleh pengalaman yang tidak selalu mereka dapatkan di sekolah," tuturnya.

Festival Anak Gemilang menunjukkan bahwa peringatan HAN dapat diwujudkan melalui langkah yang lebih substantif. Ketika ruang belajar, kompetisi, kreativitas, dan apresiasi disediakan secara bersamaan, anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman meraih prestasi, tetapi juga kesempatan membangun karakter, daya juang, kemampuan bersosialisasi, dan kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Kolaborasi antara media, penyelenggara, dan pemerintah dalam menghadirkan ruang ramah anak seperti ini menjadi salah satu investasi sosial yang penting untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.


Topik

Pendidikan Hari Anak Nasional Festival Anak Gemilang Jatim Times Star Gemilang EO Disporapar Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan