Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unisba Blitar Terjunkan 724 Mahasiswa KKN, Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Budaya Lokal di Sanankulon

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

18 - Jul - 2026, 15:25

Placeholder
Rektor Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar Dr. H. Soebiantoro bersama jajaran dan tamu undangan dalam acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unisba Blitar Tahun 2026, Sabtu (18/7/2026). KKN tahun ini diikuti 724 mahasiswa yang akan mengabdi di 12 desa di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menerjunkan 724 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Program pengabdian masyarakat ini diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengembangkan potensi budaya lokal, serta mendorong lahirnya kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islami.

Pembukaan sekaligus pelepasan peserta KKN berlangsung di aula terbuka Unisba Blitar, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan dihadiri Rektor Unisba Blitar Dr. H. Soebiantoro, M.Si. bersama jajaran rektorat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Blitar Suhendro Winarso, S.STP., M.Si., Camat Sanankulon Gugup Putra Waluya, S.T., M.M., jajaran Forkopimcam, para kepala desa, pimpinan fakultas, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Baca Juga : Kesalahan Skin Prep yang Bikin Makeup Cepat Luntur, Ini Cara yang Benar

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh rektor, dilanjutkan penyerahan mahasiswa KKN kepada Pemerintah Kecamatan Sanankulon. Sebelumnya, kegiatan juga diisi penampilan Tari Gandrung Wanci Khahuripan oleh UKM Tari Unisba Blitar.

Ketua KKN Unisba Blitar 2026, Dr. Denok Wahyudi S.R., S.T., M.M., mengatakan KKN menjadi salah satu bentuk konkret kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

"KKN bukan sekadar kegiatan akademik tahunan. Mahasiswa bersama dosen pembimbing diharapkan mampu mengenali persoalan yang ada di masyarakat, menggali potensinya, kemudian menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata," kata Denok.

724 Mahasiswa Mengabdi di 12 Desa

Unisba

KKN Unisba Blitar 2026 mengusung tema Peningkatan Produktivitas Jiwa Wirausaha Berkolaborasi dengan Budaya Lokal Berlandaskan Nilai-Nilai Islami. Sebanyak 724 peserta terdiri atas 702 mahasiswa KKN reguler dan 22 mahasiswa KKN konversi.

Mereka berasal dari tujuh fakultas, yakni Fakultas Teknik dan Informatika sebanyak 146 mahasiswa, Fakultas Pertanian dan Peternakan 51 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 156 mahasiswa, Fakultas Ekonomi 218 mahasiswa, Fakultas Hukum 50 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 76 mahasiswa, serta Fakultas Agama Islam 27 mahasiswa.

Kegiatan berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 Agustus 2026 dan tersebar di 12 desa di Kecamatan Sanankulon. Lokasi tersebut meliputi Desa Bendosari, Bendowulung, Gledug, Jeding, Kalipucung, Plosoarang, Purworejo, Sanankulon, Sumber, Sumberingin, Sumberjo, dan Tuliskriyo.

Denok menjelaskan, Sanankulon dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang beragam. Pertanian, perdagangan, industri makanan dan minuman, kerajinan, hingga sektor jasa berkembang dan menjadi penopang perekonomian masyarakat.

Potensi tersebut, menurut dia, dapat diperkuat melalui pendampingan kewirausahaan, inovasi produk, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan identitas produk berbasis budaya lokal.

"Kami berharap mahasiswa dapat mendampingi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan daya saing usaha. Budaya lokal juga harus mampu dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi tanpa kehilangan identitasnya," ujarnya.

Rektor: Mahasiswa Harus Hadir sebagai Mitra Masyarakat

P bin

Rektor Unisba Blitar Dr. H. Soebiantoro menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik. Program tersebut menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus jembatan yang mempertemukan ilmu pengetahuan di kampus dengan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Menurut Soebiantoro, mahasiswa dituntut mampu menggali potensi lokal di bidang pertanian, peternakan, UMKM, budaya, maupun kearifan lokal, lalu mengembangkannya melalui sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kita ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi menjadi generasi yang mampu menciptakan peluang, membangun kreativitas, dan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat," kata Soebiantoro.

Baca Juga : Dinas Peternakan Jatim Luncurkan Fojapamas, Solusi Pakan Ternak di Tengah Menyusutnya Lahan

Ia meminta mahasiswa tidak datang dengan posisi merasa paling mengetahui kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, peserta KKN harus membangun komunikasi, mendengar aspirasi warga, dan menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam setiap program.

"Datanglah ke masyarakat dengan sikap rendah hati. Jangan merasa sebagai orang yang paling tahu, tetapi jadilah mitra masyarakat yang mau belajar dan bekerja bersama," ujarnya.

Soebiantoro juga mengingatkan peserta untuk menjaga nama baik universitas dengan menunjukkan karakter mahasiswa yang berilmu, berakhlak, kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Perkuat Pembangunan Desa

P bin

Camat Sanankulon Gugup Putra Waluya menyambut positif kehadiran ratusan mahasiswa Unisba Blitar. Menurut dia, KKN dapat menjadi energi tambahan bagi pemerintah desa dalam menggali potensi sekaligus menyelesaikan persoalan pembangunan secara kolaboratif.

"Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang bersifat seremonial, tetapi benar-benar melihat kebutuhan masing-masing desa. Sanankulon memiliki potensi UMKM, pertanian, budaya, dan ekonomi kreatif yang sangat terbuka untuk dikembangkan bersama," kata Gugup.

Ia menilai kehadiran mahasiswa dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam dapat membantu desa memperoleh perspektif baru, terutama dalam penguatan usaha masyarakat, digitalisasi pemasaran, inovasi produk, hingga pengembangan potensi lokal.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Blitar Suhendro Winarso menilai KKN memiliki dimensi lebih luas daripada pengabdian akademik. Interaksi mahasiswa dengan masyarakat juga menjadi ruang memperkuat kepedulian sosial, gotong royong, toleransi, serta semangat kebangsaan.

"Mahasiswa harus mampu hadir sebagai bagian dari masyarakat, membangun komunikasi yang baik dan menjaga nilai-nilai kebersamaan. KKN ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan dari kampus dengan kebutuhan nyata pembangunan di desa," ujar Suhendro.

Ia berharap sinergi Unisba Blitar, Pemerintah Kabupaten Blitar, pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat tidak berhenti setelah KKN selesai. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial.

"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut. Apa yang dilakukan mahasiswa selama KKN harus mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberdayakan masyarakat serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan," pungkas Suhendro.

Melalui KKN 2026, Unisba Blitar memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan daerah. Kehadiran mahasiswa di 12 desa Sanankulon diharapkan mendorong penguatan UMKM, inovasi, dan pengembangan potensi budaya lokal secara berkelanjutan.


Topik

Pendidikan unisba unisba blitar kabupaten blitar soebiantoro



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan