Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

AS dan Iran Sepakat Akhiri Perang, Trump Beri Syarat Ini

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Jun - 2026, 10:08

Placeholder
Momen Trump menandatangani kesepakatan gencatan senjata sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. (Foto: X The White House)

JATIMTIMES  - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi menandatangani kesepakatan gencatan senjata sementara untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Namun, di tengah pengumuman damai tersebut, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Teheran.

Dilansir Reuters, Kamis (18/6/2026), Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap kembali melancarkan serangan jika Iran dianggap melanggar isi perjanjian yang telah disepakati.

Baca Juga : DPRD Kabupaten Malang Minta Laporan Dugaan Perusakan Bendungan Lahor Dicabut

"Kami akan membombardir mereka habis-habisan jika mereka melanggar perjanjian ini. Saya tidak ingin itu terjadi. Saya ingin mereka menghormati kesepakatan tersebut," ujar Trump dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Prancis.

Trump bahkan kembali mengeluarkan pernyataan bernada ancaman. "Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak berperilaku sesuai kesepakatan, kami akan kembali menjatuhkan bom tepat di atas kepala mereka," katanya.

Meski demikian, Trump juga menyebut rakyat Iran sebagai masyarakat yang cerdas dan berharap proses negosiasi menuju perjanjian permanen dalam 60 hari ke depan dapat berjalan lancar.

Kesepakatan yang ditandatangani kedua pemimpin itu berisi 14 poin. Salah satu poin terpenting adalah perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk memberi ruang bagi negosiasi damai yang lebih permanen.

Menurut pejabat AS dan Iran, dokumen tersebut telah ditandatangani secara digital dalam bahasa Inggris dan Persia.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kesepakatan tersebut langsung berlaku sejak Rabu waktu setempat.

Selain penghentian perang, isi memorandum juga mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS, pelonggaran sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan, hingga pembentukan dana investasi senilai US$300 miliar untuk rekonstruksi pascaperang.

Pihak Iran menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut. Negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan hasil yang diperoleh melalui jalur diplomasi jauh lebih besar dibandingkan lewat konflik bersenjata.

"Semua yang ingin kami capai melalui aksi militer, kami dapatkan berkali-kali lipat melalui negosiasi. Hasilnya bahkan tidak bisa dibandingkan," ujar Qalibaf kepada televisi pemerintah Iran.

Pemerintah Iran juga merilis foto yang disebut sebagai dokumen pertama yang ditandatangani bersama oleh presiden Iran dan presiden AS sejak berdirinya Republik Islam Iran pada 1979.

Kesepakatan tersebut pun langsung memengaruhi pasar energi dunia. Harga minyak sempat turun karena pelaku pasar menilai pembukaan kembali Selat Hormuz akan membuat distribusi energi global kembali normal.

Namun penurunan harga tidak berlangsung lama setelah Trump kembali mengeluarkan ancaman militer terhadap Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Baca Juga : Pegadaian Kanwil XII Surabaya Bagi 100 Paket  Perlengkapan Sekolah dan Mushaf Al-Qur'an

Dalam kesepakatan itu, Iran kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Teheran juga menyetujui pengawasan terhadap stok uranium yang telah diperkaya oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Meski begitu, sejumlah target utama yang sebelumnya disuarakan Trump ternyata tidak tercapai. Iran masih mempertahankan program rudal balistiknya dan tidak menyerahkan seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya.

Trump bahkan mengubah sikapnya terkait kepemilikan rudal oleh Iran. "Saya mengatakan jika negara lain memiliki rudal, maka agak tidak adil jika mereka sama sekali tidak memilikinya," kata Trump kepada Reuters di Paris.

Pernyataan itu berbeda dengan janjinya pada awal konflik yang ingin menghancurkan seluruh kemampuan rudal Iran.

Para pemimpin negara anggota G7 menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut.
Mereka berharap gencatan senjata bisa menjadi langkah awal menuju stabilitas kawasan Timur Tengah yang selama beberapa bulan terakhir dilanda konflik berkepanjangan.

Selain itu, para pemimpin G7 juga mendesak penghentian pertempuran di Lebanon yang hingga kini masih memanas meski kesepakatan antara AS dan Iran telah diumumkan.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang disebutnya terlalu agresif dalam operasi militer di Lebanon. "Netanyahu itu orang baik, hanya kadang-kadang terlalu bersemangat," ujar Trump.

Ia kemudian mengaku memiliki perbedaan pandangan dengan pemimpin Israel tersebut. "Kami sedikit berbeda pendapat soal Lebanon. Saya bilang, pendekatannya bisa sedikit lebih lunak, Bibi. Tidak perlu merobohkan sebuah gedung setiap kali ada anggota Hezbollah masuk ke dalamnya," kata Trump menggunakan nama panggilan Netanyahu.

Meski kesepakatan damai telah ditandatangani, situasi di kawasan Timur Tengah masih jauh dari sepenuhnya tenang. Bentrokan di Lebanon masih dilaporkan terjadi, sementara Israel menegaskan tetap berhak melakukan operasi militer apabila dianggap perlu.


Topik

Internasional as dan iran gencatan senjata perang iran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri