JATIMTIMES - Salat Idul Adha menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setiap tanggal 10 Zulhijah. Salat ini dikerjakan dua rakaat dan biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka pada pagi hari.
Meski memiliki rukun dan syarat yang sama seperti salat pada umumnya, ada beberapa perbedaan dalam pelaksanaan salat Idul Adha. Salah satunya, salat ini tidak diawali azan maupun iqamah.
Baca Juga : Iduladha dan Perang Melawan Egoisme, Refleksi Pesan Nabi Ibrahim
Waktu pelaksanaan salat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit pada 10 Zulhijah hingga menjelang masuk waktu Zuhur.
Salat Idul Adha lebih utama dilaksanakan secara berjamaah bersama kaum Muslimin lainnya. Namun, bagi yang terlambat atau berhalangan hadir berjamaah, salat Idul Adha tetap boleh dilakukan sendiri atau munfarid.
Berikut ini tata cara salat Idul Adha, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber:
Niat Salat Idul Adha
Pelaksanaan salat Idul Adha diawali dengan membaca niat. Melafalkan niat hukumnya sunnah untuk membantu menghadirkan niat dalam hati.
Berikut bacaan niat salat Idul Adha:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
“Ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ (imâman/makmûman) rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.”
Artinya:
“Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi imam/makmum) karena Allah ta’ala.”
Jika salat dilakukan sendirian, maka tidak perlu menambahkan lafaz “imâman” maupun “makmûman”.
Tata Cara Salat Idul Adha Rakaat Pertama
Setelah niat, jamaah melakukan takbiratul ihram seperti salat biasa. Kemudian membaca doa iftitah.
Selanjutnya, pada rakaat pertama disunnahkan membaca tujuh kali takbir sambil mengangkat kedua tangan.
Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin:
“Allahu akbar kabîrâ walhamdu lillâhi katsîrâ wa subhânallâhi bukratan wa ashîlâ.”
Baca Juga : Festival Film Pendek 2026, Wali Kota Blitar Dorong Generasi Muda Bangun Kota Masa Depan Lewat Karya Kreatif
Artinya:
“Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.”
Atau dapat juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin:
“Subhânallâh walhamdu lillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar.”
Artinya:
“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”
Setelah itu membaca surat Al-Fatihah, lalu disunnahkan membaca Surat Al-A‘la.
Kemudian salat dilanjutkan seperti biasa, mulai rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri untuk rakaat kedua.
Tata Cara Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, setelah berdiri kembali, jamaah disunnahkan membaca lima kali takbir sambil mengangkat tangan.
Di antara bacaan takbir itu, disunnahkan kembali membaca zikir sebagaimana pada rakaat pertama.
Setelah membaca Surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah. Selanjutnya salat diteruskan hingga salam seperti salat biasa.
Disunnahkan Mendengarkan Khutbah
Setelah salat Idul Adha selesai, jamaah disunnahkan tetap berada di tempat untuk menyimak khutbah Idul Adha yang disampaikan khatib.
Namun, ketentuan mendengarkan khutbah ini tidak berlaku bagi orang yang melaksanakan salat Idul Adha sendirian di rumah atau secara munfarid.
