Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Tiap Helai Bulu Hewan Kurban Disebut Jadi Kebaikan bagi Shahibul Kurban

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

23 - May - 2026, 11:32

Placeholder
Ilustrasi setiap bulu hewan kurban bernilai pahala (ist)

JATIMTIMES - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam kembali diingatkan tentang besarnya keutamaan ibadah kurban. Ibadah ini bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama. Bahkan dalam ajaran Islam, setiap bagian dari hewan kurban disebut memiliki nilai pahala, termasuk bulu dan rambutnya.

Keutamaan tersebut dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ibnu Majah dan Hakim. Saat para sahabat bertanya tentang makna kurban dan balasan bagi orang yang melaksanakannya, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa ibadah itu merupakan sunnah Nabi Ibrahim AS yang diwariskan kepada umat Islam.

Baca Juga : Jelang Wisuda 2026: Rektor Unikama Ungkap Hasil Tracer Study Lulusan

Zaid bin Arqam meriwayatkan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai ibadah kurban. Nabi kemudian bersabda, “Ini adalah sunnah bapak kalian Ibrahim.” Para sahabat kembali bertanya tentang pahala yang didapatkan dari ibadah tersebut. Rasulullah SAW menjawab, “Setiap helai rambut merupakan kebaikan.” Ketika sahabat kembali bertanya mengenai bulu hewan kurban, Nabi menegaskan, “Dengan setiap helai rambut dan bulu adalah kebaikan.”

Hadis itu menunjukkan bahwa pahala kurban begitu besar. Tidak hanya daging yang dibagikan atau darah yang mengalir saat penyembelihan, bahkan bagian kecil seperti bulu hewan kurban pun dihitung sebagai amal kebaikan bagi shahibul kurban. Karena itu, kurban dipandang sebagai salah satu ibadah yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi dalam Islam.

Al-Qur’an juga menegaskan bahwa inti dari ibadah kurban bukan terletak pada aspek fisik hewan yang disembelih. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hajj ayat 37, “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa yang paling utama dalam ibadah kurban adalah niat dan ketakwaan. Kurban bukan sekadar tradisi tahunan ataupun simbol kemewahan, melainkan bentuk penghambaan dan keikhlasan seorang Muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Dalam kehidupan sosial, kurban juga memiliki makna yang sangat kuat. Daging hewan yang dibagikan kepada masyarakat menjadi simbol solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi kaum dhuafa yang jarang menikmati hidangan daging di hari-hari biasa. Dari ibadah ini, Islam mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dan menghadirkan kebahagiaan bersama di momen Idul Adha.

Selain itu, kurban juga menjadi sarana membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap harta. Islam memandang bahwa harta yang dimiliki manusia bukan semata untuk kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki hak orang lain di dalamnya. Dengan berkurban, seorang Muslim dilatih untuk rela memberi dan berkorban demi kepentingan yang lebih besar.

Baca Juga : RS Pendidikan UIN Maliki Malang Terus Berproses, Wamenkes Terkejut Lihat Perkembangan Kampus 3

Besarnya kedudukan ibadah kurban membuat Rasulullah SAW memberikan peringatan kepada umat yang memiliki kemampuan finansial namun enggan melaksanakannya. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Nabi bersabda, “Siapa yang memiliki keluasan rezeki tetapi tidak berkurban, maka jangan mendekati tempat salat kami.”

Hadis tersebut dipahami para ulama sebagai bentuk penegasan bahwa kurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Pesan itu sekaligus menjadi dorongan agar umat tidak mengabaikan kesempatan memperoleh pahala besar dari ibadah kurban.

Di balik penyembelihan hewan kurban, terdapat sejarah panjang perjuangan dan ketaatan para nabi. Kurban mengingatkan umat Islam pada kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan apa yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah SWT. Keteladanan itulah yang kemudian diwariskan hingga masa Nabi Muhammad SAW dan terus dijalankan umat Islam sampai hari ini.

Karena itu, Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian sosial, dan ketakwaan. Islam mengajarkan bahwa sekecil apa pun pengorbanan yang dilakukan dengan tulus, bahkan hingga setiap helai bulu hewan kurban, akan bernilai pahala di sisi Allah SWT.


Topik

Pendidikan hewan kurban pahala kurban



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri