JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan strategi pemantauan lalu lintas berbasis digital selama rangkaian libur panjang Mei 2026. Sistem tersebut diandalkan untuk mendeteksi potensi kepadatan kendaraan secara cepat di sejumlah ruas jalan utama Kota Malang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengawasan arus kendaraan selama periode libur Kenaikan Isa Almasih, Hari Raya Waisak, hingga Idul Adha.
Baca Juga : Pariwisata Bangkit, BPS Catat Hunian Hotel di Kota Malang Naik Signifikan pada Maret 2026
Menurut Jaya, sapaan akrabnya, sistem digital memungkinkan petugas memperoleh laporan kondisi jalan secara langsung atau real time. Dengan cara itu, penanganan kepadatan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah. “Mengenai upaya ekstra sudah kami siapkan. Kami menggunakan teknologi dan aplikasi yang mampu memberikan laporan kondisi jalan secara langsung,” ujar Jaya, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, pemantauan digital juga membantu Dishub mengatasi keterbatasan personel di lapangan. Petugas dapat difokuskan pada titik yang benar-benar mengalami kepadatan lalu lintas. “Kalau di titik tertentu muncul kemacetan, kami bisa langsung mengirimkan petugas ke lokasi untuk melakukan penguraian,” katanya.
Dishub Kota Malang memetakan beberapa ruas jalan yang diprediksi ramai selama libur panjang. Salah satunya Jalan Ahmad Yani yang menjadi akses utama kendaraan dari arah Gerbang Tol Singosari menuju pusat Kota Malang.
Selain itu, Jalan Borobudur juga diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan. Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat kuliner sekaligus jalur penghubung menuju kawasan Soekarno-Hatta dan Kota Batu.
Kepadatan juga diprediksi terjadi di kawasan wisata heritage dan pusat keramaian kota. Jalan Basuki Rahmat diperkirakan ramai karena aktivitas wisata di Kayutangan Heritage, sedangkan Jalan Merdeka menjadi titik konsentrasi masyarakat di sekitar Alun-Alun Merdeka.
Baca Juga : Gate Parkir Elektronik Alun-Alun Batu Belum Beroperasi Maksimal, Dewan Desak Pemkot Aktivasi dan Maintenance
Dishub memastikan rekayasa lalu lintas tetap memungkinkan dilakukan apabila situasi di lapangan memerlukan penanganan khusus. Namun, kebijakan tersebut harus melalui koordinasi bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota.
Meski demikian, Dishub memperkirakan arus kendaraan pada jalur nasional penghubung Kota Malang dan Kabupaten Malang masih relatif terkendali dibandingkan momentum libur panjang sebelumnya.
“Tetapi kami menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi potensi anomali, artinya kondisi yang awalnya diperkirakan lancar bisa saja tiba-tiba terjadi kemacetan,” pungkas Jaya.
