Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Dinkes Jatim Konfirmasi Kasus Hantavirus, Penularan Disebut Berasal dari Tikus

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

14 - May - 2026, 09:46

Placeholder
Ilustrasi hantavirus. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Dinas Kesehatan Jawa Timur mengonfirmasi adanya satu kasus Hantavirus yang terdeteksi di wilayah Jawa Timur pada awal tahun 2026. Meski demikian, pasien yang sempat terpapar virus tersebut kini dilaporkan telah sembuh dan tidak ada laporan kasus baru hingga saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Erwin Ashta Triyono, mengatakan kasus tersebut tercatat pada Januari 2026 berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca Juga : Kawal Nasib Guru Honorer 2027, DPRD Jatim Segera Panggil Dindik dan BKD

“Kalau data dari Kemenkes ada satu pasien bulan Januari. Tapi pasiennya sudah baikan, sudah sembuh,” kata dr Erwin kepada wartawan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya, dilansir dari detikJatim⁠, Kamis (14/5/2026).

Menurut dr Erwin, pasien awalnya didiagnosis mengalami leptospira, yakni bakteri penyebab leptospirosis atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Penyakit tersebut merupakan infeksi zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Pasien diketahui mengalami gejala demam dan penyakit kuning, sehingga dilakukan pemeriksaan lanjutan atas arahan Kementerian Kesehatan. Hasil pemeriksaan kemudian menunjukkan pasien positif Hantavirus.

“Kemudian karena demam dan kuning, sehingga sama Menkes didorong untuk pemeriksaan Hantavirus. Dan ternyata positif. Tapi sudah bagus sehingga sekarang sudah enggak ada kasus lagi laporan dari pusat. Dan itu kasusnya Januari 2026,” jelasnya.

Meski begitu, pihak Dinkes Jatim belum mengungkap secara detail asal daerah pasien tersebut. Pasien disebut merupakan orang dewasa dan sempat menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo Surabaya.

dr Erwin menegaskan bahwa penularan Hantavirus umumnya berasal dari tikus, terutama melalui kontak dengan urine, kotoran, atau benda yang telah terkontaminasi.

Baca Juga : PKS DPRD Jatim Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Jatim Belum Sepenuhnya Berkualitas

“Pokoknya jangan sampai kita terkontaminasi atau kontak dengan produk-produk yang terkontaminasi oleh tikus gitu aja. Itu yang lebih banyak. Meskipun belum terdeteksi ya antara penularan manusia ke manusia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit yang berasal dari hewan pengerat tersebut.

Untuk mendeteksi Hantavirus, pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes PCR, darah, maupun urine. Sampel pasien selanjutnya akan diperiksa langsung oleh Kementerian Kesehatan karena berkaitan dengan sistem surveilans nasional.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Jawa Timur memastikan belum ada laporan tambahan kasus Hantavirus setelah temuan pada Januari 2026 tersebut. Meski pasien telah dinyatakan sembuh, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus maupun kotorannya untuk mencegah risiko penularan penyakit.


Topik

Kesehatan hantavirus jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan