Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Mengapa Yatsrib Pernah Didominasi Yahudi Sebelum Menjadi Kota Madinah?

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

11 - May - 2026, 10:38

Placeholder
Ilustrasi saat Madinah banyak didominasi Yahudi pada masa lalu. (ist)

JATIMTIMES - Jauh sebelum dikenal sebagai Madinah Al Munawwarah, kota ini bernama Yatsrib dan pernah menjadi wilayah dengan pengaruh Yahudi yang sangat kuat. Bahkan dalam catatan sejarah, mayoritas penduduk yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik di Yatsrib berasal dari komunitas Yahudi yang datang dari luar Jazirah Arab.

Dominasi Yahudi di Yatsrib bukan terjadi secara tiba-tiba. Sejarah mencatat, kelompok Yahudi mulai berdatangan ke wilayah itu sejak abad pertama hingga kedua Masehi setelah mengalami penindasan dari Kekaisaran Romawi. Mereka melarikan diri dari konflik dan pemberontakan di Palestina, lalu mencari wilayah baru yang aman untuk membangun kehidupan.

Baca Juga : Anak Panah Ayat Suci yang Mengubah Perampok Kejam Jadi Ulama Besar

Yatsrib dipilih karena memiliki sumber air, lahan pertanian subur, serta berada di jalur perdagangan penting Jazirah Arab. Faktor itu membuat banyak kelompok Yahudi menetap dan berkembang pesat. Mereka membangun perkampungan, menguasai perdagangan, pertanian, hingga hubungan politik dengan suku-suku Arab setempat.

Dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Integrasi Keilmuan karya Arini Siregar dan Siti Nurhaliza disebutkan bahwa sejumlah kabilah besar Yahudi seperti Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah menjadi kelompok paling berpengaruh di Yatsrib. Pengaruh mereka semakin kuat karena masyarakat Arab saat itu belum memiliki kekuatan politik yang stabil dan masih sering terlibat peperangan antarsuku.

Kondisi itu membuat agama Yahudi berkembang lebih dominan dibanding keyakinan lain di Yatsrib. Selain memiliki kekuatan ekonomi, komunitas Yahudi juga dikenal memiliki tradisi pendidikan, kitab suci, dan sistem sosial yang lebih teratur dibanding masyarakat Arab pagan kala itu.

Sejarawan Muslim juga mencatat bahwa sebagian masyarakat Arab Yatsrib menghormati kaum Yahudi karena mereka dianggap sebagai kaum yang memiliki pengetahuan agama dan kisah para nabi terdahulu. Hal itu membuat pengaruh Yahudi semakin besar dalam kehidupan sosial masyarakat Yatsrib sebelum datangnya Islam.

Meski demikian, kehidupan di Yatsrib tidak sepenuhnya damai. Persaingan antarsuku Arab, khususnya Aus dan Khazraj, sering memicu peperangan panjang. Di tengah konflik itu, kelompok Yahudi kerap memainkan peran politik dengan membangun aliansi bersama suku tertentu demi menjaga kekuatan mereka.

Perubahan besar mulai terjadi ketika Nabi Muhammad SAW menerima dukungan dari penduduk Yatsrib untuk menyebarkan Islam. Saat tekanan kaum Quraisy terhadap umat Islam di Makkah semakin keras, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat berhijrah ke Yatsrib.

Allah SWT mengabadikan perjalanan hijrah itu dalam Surah At Taubah ayat 40: “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Ayat tersebut menggambarkan keteguhan Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash Shiddiq ketika dikejar kaum Quraisy dalam perjalanan menuju Yatsrib.

Kaum Quraisy saat itu bahkan merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW. Rumah beliau dikepung pada malam hari, sementara Ali bin Abi Thalib diminta tidur di tempat Rasulullah untuk mengelabui para pengejar.

Baca Juga : Aplikasi Penghasil Uang 2026 Terbukti Membayar Saldo DANA Tanpa Deposit

Nabi Muhammad SAW kemudian keluar bersama Abu Bakar melalui jalur berbeda dari biasanya agar tidak terlacak. Quraisy yang marah lalu menyebar pasukan pencari dengan hadiah seratus ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Rasulullah SAW.

Salah satu yang tergiur hadiah itu adalah Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Ia mengejar Nabi Muhammad SAW dengan kudanya. Namun setiap kali mendekat, kudanya justru terjatuh hingga akhirnya kaki hewan itu amblas ke tanah.

Peristiwa itu membuat Suraqah ketakutan dan menyadari bahwa Rasulullah SAW berada dalam perlindungan Allah SWT. Ia kemudian meminta maaf dan menghentikan pengejarannya.

Rasulullah SAW lalu bersabda kepada Suraqah, “Sembunyikanlah keberadaan kami.” Permintaan itu dipatuhi Suraqah hingga perjalanan hijrah Nabi berlangsung aman.

Setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh hari, Rasulullah SAW tiba di Quba dan membangun masjid pertama dalam sejarah Islam. Tidak lama kemudian beliau memasuki Madinah dan mendirikan yang menjadi pusat pemerintahan, dakwah, pendidikan, dan persatuan umat Islam.

Kedatangan Islam perlahan mengubah wajah Yatsrib. Kota yang sebelumnya dipenuhi konflik suku dan dominasi politik kelompok tertentu berubah menjadi Madinah, pusat peradaban Islam yang mempersatukan masyarakat dari berbagai latar belakang di bawah ajaran tauhid.


Topik

Agama madinah yastrib yahudi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri