JATIMTIMES - Pameran dagang internasional terbesar di bidang makanan dan minuman (F&B), perhotelan, dan pariwisata, Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026, resmi dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
Memasuki edisi ke-14, FHTB 2026 yang berlangsung selama tiga hari hingga akhir April ini hadir sebagai platform strategis yang menjadi katalisator utama bagi pelaku bisnis di sektor pariwisata untuk memimpin pasar masa depan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
FHTB 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih didampingi pemerintah Provinsi Bali yang diwakili oleh I Wayan Sumarajaya selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, beserta Portfolio Director FHTB, Meysia Stephanie dan Presiden Bali Culinary Professionals (BCP), Bayu Retno Timur.
Mengusung tema ‘A Sustainable Feast for the Future of Hospitality, Tourism and Food & Beverage’, pameran ini menarik ribuan pengunjung pada hari pertama.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, menyampaikan bahwa industri pariwisata Bali berkembang atas dasar budaya dan adat istiadat masyarakat setempat sehingga sudah sewajarnya pelaku industri pariwisata Bali dapat membina dan memberdayakan masyarakat lokal sehingga dapat turut merasakan hasil dari pertumbuhan di sektor ini.
“10 Tahun lalu, saya merintis bisnis F&B dan bergabung di FHTB, dari ajang ini saya mendapatkan banyak sekali manfaat terhadap perkembangan bisnis, sehingga kehadiran FHTB diharapkan dapat terus memberi manfaat yang luas dan positif untuk masyarakat Bali khususnya,” terang Agung.
Mendukung pandangan tersebut, I Wayan Sumarajaya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang pada kesempatan ini menyampaikan sambutan dari Gubernur Bali. Dia menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan FHTB 2026.
Portfolio Director FHTB, Meysia Stephanie, dalam sambutan pembukanya mengatakan bahwa FHTB menjadi hub bagi peluang bisnis global ke pasar Indonesia yang potensial.
“FHTB 2026 menghadirkan lebih dari 200 perusahaan eksibitor dari 14 negara yang menampilkan beragam produk dan layanan unggulan. Kehadiran perusahaan terkemuka berskala global seperti UNOX, Robot Coupe, Spring Air, dan Sango Ceramics menunjukkan optimisme yang kuat terhadap pasar Indonesia, khususnya Bali yang terus berkembang,” ujar Meysia.
Beragam inovasi dan produk unggulan dihadirkan secara khusus guna memfasilitasi pemilik usaha perhotelan, pengelola restoran, manajer pembelian (purchasing), operator tur, distributor, hingga pelaku industri ritel dalam upaya memperluas jangkauan bisnis mereka menembus pasar global.
Berbagai perusahaan terkemuka siap menghadirkan solusi bisnis terbaiknya di FHTB 2026. Sejumlah merek ternama yang ikut ambil bagian diantaranya Pantja Artha Niaga, Putra Surya Internusa, Prambanan Kencana, Royal Sultan Agung, Alga Jaya Raya, Terry Palmer Hotelier, Duta Abadi Primantara, Saint James, Libra Food Service, TTS Mitra Abadi, dan masih banyak lainnya.
Selain memamerkan produk terbaru dan inovasi bisnis, daya tarik utama FHTB 2026 juga berpusat pada kompetisi yang mengedukasi dan meningkatkan kompetensi, seperti The 13th Salon Culinaire Bali garapan Bali Culinary Professionals (BCP). Bayu Retno Timur sebagai Presiden BCP, menandai ajang ini sebagai momen bersejarah dengan kembalinya Dewata Gastronomy Challenge yang sempat vakum selama delapan tahun sejak 2018.
Selain kompetisi memasak, FHTB 2026 juga menghadirkan kompetisi lainnya lewat Barista Female Creation oleh Last.Brew serta program edukasi yang komprehensif seperti Wine Masterclass dan Blind Tasting Challenge oleh Sommelier Association (ISA) Bali Chapter.
Turut memperkaya rangkaian acara, FHTB 2026 siapkan kegiatan yang memberi pengalaman unik bagi pengunjung, diantaranya Island Scent Escape dimana pengunjung dapat secara langsung membuat sabun dari Used Cooking Oil (UCO) bersama Noovoleum kemudian membuat sabun organik dari bahan organik alami dengan Pureasia. Ragam kegiatan tersebut melengkapi rangkaian seminar industri yang dibawakan oleh Z Bio, Waterhub, LPPOM, BCP, dan Perum Bulog.
FHTB 2026 juga mencetak standar baru dalam penyelenggaraan acara ramah lingkungan. Marketing Communication Manager FHTB 2026, Leonarita Hutama, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara didesain untuk mengurangi dampak lingkungan melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab.
“Selaras dengan komitmen PT Pamerindo Indonesia sebagai bagian dari Informa Markets, kami mengintegrasikan praktik berkelanjutan, mulai dari penggunaan material ramah lingkungan, penggunaan energi terbarukan, hingga kolaborasi dengan Z Bio sebagai mitra untuk pengelolaan limbah makanan. Selama 3 hari pameran, seluruh sampah sisa makanan akan dikumpulkan, ditimbang, dan didaur ulang menjadi pupuk bagi petani dan pakan ternak para peternak di Bali, sehingga FHTB meninggalkan jejak lingkungan dan sosial yang positif,” jelas Leona.
Lebih jauh, FHTB 2026 menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem pariwisata yang berkelanjutan melalui penerapan praktik ramah lingkungan yang berdampak nyata bagi industri. FHTB dan Noovoleum hadirkan UCollect Station guna mengumpulkan minyak jelantah untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
FHTB 2026 juga menyediakan 10 titik pengisian isi ulang air minum oleh WATERHUB guna memfasilitasi pengunjung dalam membuat pilihan yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan melalui gerakan #BringYourOwnTumbler.
