Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Kuatkan Koordinasi Mitra Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Apr - 2026, 19:39

Placeholder
Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Kenprabandari Aprilia (tengah) didampingi Kepala Bidang PPA Atiyatul Husna bersama para mitra sosial perlindungan perempuan dan anak di Aula Dinas Sosial Kota Malang, Kamis (9/4/2026). (Foto: Dok. Dinsos-P3AP2KB Kota Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang kuatkan koordinasi mitra-mitra sosial perlindungan perempuan dan anak. 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko melalui Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Kenprabandari Aprilia menyampaikan, kegiatan penguatan koordinasi mitra sosial perlindungan perempuan dan anak ini merupakan respons atas dinamika sosial yang terjadi di Kota Malang. 

Baca Juga : Wujudkan Literasi Modern, Komite MAN 1 Kota Malang Serahkan Gedung Perpus Senilai 3M ke Kemenag

Perempuan yang akrab disapa Niken itu mengatakan, Kota Malang terkenal dengan sebutan kota pendidikan. Selaras dengan sebutan itu, Kota Malang juga memiliki berbagai dinamika sosial yang cukup tinggi. Hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam hal perlindungan perempuan dan anak. 

Tingginya mobilitas penduduk serta keberagaman latar belakang masyarakat turut memengaruhi dinamika sosial yang ada tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terlaporkan menunjukkan kecenderungan meningkat. 

Hingga Desember 2025 lalu saja terdapat 180 lebih laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk ke UPT PPA Dinsos-P3AP2KB Kota Malang. Kemudian di Januari sampai pertengahan Maret 2026 sudah ada 28 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk ke UPT PPA Dinsos-P3AP2KB Kota Malang. 

Menurut Niken, peningkatan ini di satu sisi menunjukkan semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk melapor, namun di sisi lain juga menuntut kesiapan semua pihak untuk memberikan layanan yang lebih cepat, tepat dan terpadu. Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa upaya penanganan saja tidaklah cukup, melainkan harus diimbangi dengan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami menyadari bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh mitra jejaring yang memiliki peran strategis sesuai dengan bidangnya masing-masing," ungkap Niken dalam sambutannya, Kamis (9/4/2026). 

Forum penguatan koordinasi mitra sosial.

Pihaknya mengapresiasi kehadiran berbagai mitra sosial dalam kegiatan penguatan koordinasi kali ini. Mulai dari organisasi perempuan seperti HWDI, Muslimat, dan Aisyiyah yang berperan dalam pemberdayaan dan penguatan keluarga; PUSPAGA sebagai garda terdepan layanan konsultasi dan edukasi keluarga; lembaga perlindungan anak dan forum anak dalam advokasi serta pemenuhan hak anak; serta lembaga bantuan hukum seperti PERADI dalam memberikan pendampingan hukum.

Baca Juga : Jago #Cari_Aman Biar Happy, Ini Tips Aman dan Nyaman Berkendara untuk Perempuan

"Selain itu, peran komunitas dan forum masyarakat seperti Forum PUSPA, GASPOL, GANN, HIMPAUDI, APSAI, serta berbagai yayasan dan lembaga sosial lainnya juga sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi dan penguatan lingkungan yang ramah perempuan," beber Niken. 

Ia menyebut, seluruh peran tersebut merupakan bagian yang saling melengkapi dalam sistem perlindungan perempuan dan anak. Oleh karena itu, melalui kegiatan penguatan koordinasi mitra sosial perlindungan perempuan dan anak ini, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan setiap unsur dapat terhubung, berkoordinasi dan bergerak dalam satu arah yang sama.

"Melalui forum ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih efektif, kesamaan persepsi, serta pembagian peran yang semakin jelas, sehingga upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Malang dapat dilaksanakan secara lebih optimal," tandas Niken. 

Sebagai informasi, dalam kegiatan penguatan koordinasi mitra sosial perlindungan perempuan dan anak kali ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menghadirkan beberapa narasumber sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Women Crisis Center Dian Mutiara Parahita Sri Wahyuningsih, Lembaga In Loco Parentis sekaligus Ketua Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia Kota Malang Rofiqah, serta Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Malang Ernawati. (Adv)


Topik

Pemerintahan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Mitra Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Sri Kurnia Mahiruni