Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Hizbullah Ancam Israel, Isyaratkan Iran Siap Turun Tangan Jika Gencatan Dilanggar

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

08 - Apr - 2026, 18:08

Placeholder
Ilustrasi bendera Israel dan Hizbullah. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Hizbullah melontarkan peringatan keras kepada Israel terkait situasi di Lebanon. Pernyataan ini muncul di tengah belum jelasnya cakupan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Anggota parlemen Lebanon dari Hizbullah, Ibrahim al-Moussawi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari kelompoknya mengenai keterlibatan dalam kesepakatan tersebut. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran oleh Israel bisa memicu respons yang lebih luas, termasuk dari Iran.

Baca Juga : Gencatan Senjata Iran AS, Jadi Harapan Baru Redam Konflik Timur Tengah

Dalam wawancara dengan media Lebanon yang dikutip dari Ynet pada Rabu (8/4/2026), al-Moussawi menyatakan bahwa gencatan senjata seharusnya juga mencakup wilayah Lebanon. Ia menilai, jika Israel tidak mematuhi kesepakatan, maka pihak lain pun tidak akan tinggal diam.

“Jika Israel melanggar, maka akan ada respons, baik dari kawasan maupun Iran,” tegasnya.

Lebih lanjut, al-Moussawi juga menyoroti pentingnya peran Iran dalam memastikan kepentingan Lebanon tetap diperhitungkan dalam dinamika regional. Menurutnya, posisi politik Lebanon tidak boleh berada dalam kondisi lemah saat menghadapi tekanan geopolitik.

“Negosiasi harus dilakukan dari posisi kuat, baik secara regional maupun domestik, bukan dari posisi menyerah,” tambahnya.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat tidak mencakup Lebanon. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa operasi militer Israel di wilayah tersebut masih akan berlanjut.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu (8/4/2026) dan dilansir dari Al Jazeera, Netanyahu menyambut langkah Presiden AS, Donald Trump, yang menghentikan sementara serangan terhadap Iran selama dua pekan.

Baca Juga : Banner Dicopot, Hambat Warga Griyashanta Buka Ruang Diskusi untuk Rumuskan Solusi

Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut hanya berlaku untuk konflik langsung dengan Teheran, bukan untuk wilayah lain seperti Lebanon.

“Gencatan senjata dua minggu ini tidak mencakup Lebanon,” tegas Netanyahu.

Ia juga menambahkan bahwa Israel tetap mendukung upaya Amerika Serikat dalam menekan Iran, terutama terkait isu program nuklir, pengembangan rudal, serta dugaan dukungan terhadap aktivitas teror di kawasan.

Situasi ini menandakan bahwa meski ada upaya meredakan konflik antara Iran dan Amerika Serikat, potensi eskalasi di wilayah lain seperti Lebanon masih terbuka lebar.


Topik

Internasional hizbullah israel iran lebanon



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana