Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

22 Tahun Mengabdi:  Sinergi Tagana Jadi Kunci Ketangguhan Tanggap Bencana

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Dede Nana

24 - Mar - 2026, 12:58

Placeholder
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa

JATIMTIMES – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan 22 tahun keberadaan Taruna Siaga Bencana (Tagana) menjadi bukti nyata kekuatan sinergi membangun ketangguhan negeri, khususnya di Jawa Timur. Ini sejalan dengan tema Peringatan HUT Tagana tahun ini yaitu “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”.

Selama dua dekade pengabdiannya, Tagana telah membuktikan diri sebagai elemen vital yang tak terpisahkan dari sistem mitigasi dan penanganan tanggap bencana di Indonesia. Jawa Timur, dengan kondisi geografisnya yang cukup rawan terhadap berbagai potensi bencana alam sangat bergantung pada kesiapsiagaan dan kecepatan respons dari para personel Tagana. 

Baca Juga : H+2 Lebaran 2026, Arus Lalu Lintas di Kabupaten Malang Mengalami Kepadatan

Kehadiran Tagana tidak hanya sebagai relawan, tetapi juga sebagai saudara yang memberikan penguatan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. “Selama 22 tahun, Tagana hadir di garis terdepan. Bukan sekadar relawan, tetapi menjadi bagian dari keluarga bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Khofifah dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Tagana yang diperingati hari ini, Selasa (24/3). 

Dalam berbagai situasi darurat, lanjut Khofifah, peran Tagana terlihat nyata di lapangan. Mulai dari mendirikan tenda pengungsian, mengelola dapur umum, hingga membantu proses evakuasi dan pemulihan sosial secara berkelanjutan.

“Di tengah bencana, Tagana sigap. Di saat krisis, Tagana hadir. Di setiap dapur umum, di setiap proses evakuasi, hingga pemulihan sosial, Tagana menjadi bagian dari harapan yang terus menyala,” tegasnya.

Lebih dari itu, Khofifah menilai bahwa kekuatan Tagana tidak hanya terletak pada keterampilan teknis, tetapi juga pada nilai keikhlasan dan ketulusan dalam melayani sesama.

“Tentu Tagana yang akan menguatkan bagaimana keikhlasan dan ketulusan melayani masyarakat, terutama korban bencana alam. Menolong korban dan memberikan bantuan tanpa mengenal lelah, ini adalah bentuk pengabdian luar biasa yang harus kita apresiasi,” katanya.

Khofifah menambahkan, tema peringatan tahun ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam membangun ketangguhan daerah dan nasional.

“Ketangguhan negeri tidak dibangun sendiri. Dibutuhkan satu sinergi yang kuat, berkelanjutan, dan saling menguatkan. Inilah yang terus dijaga oleh Tagana selama 22 tahun pengabdiannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga menyoroti peran ganda Tagana yang tidak hanya terfokus pada evakuasi darurat, tetapi juga sangat krusial pada fase pemulihan pascabencana. Peran aktif para relawan dalam mendirikan fasilitas dapur umum yang higienis, menyalurkan bantuan logistik secara cepat dan tepat sasaran, serta memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, dinilai sangat mempercepat proses pemulihan mental masyarakat terdampak. 

"Kawan-kawan Tagana bekerjanya sangat-sangat luar biasa. Mulai pada tahap pra-bencana, saat tanggap darurat, maupun pascabencana. Tagana selalu ada, selalu siap," puji Khofifah. 

"Di setiap momen kebencanaan, Tagana hadir untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalisir dampak kerugian material dan korban jiwa," imbuhnya. 

Selain itu, Khofifah juga menekankan bahwa Tagana tentu tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media menjadi kunci keberhasilan. 

"Sinergitas dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran kolektif dan menciptakan lingkungan yang benar-benar tangguh bencana, salah satunya melalui perluasan program Kampung Siaga Bencana," tegasnya. 

Baca Juga : 7 Ide Kegiatan Seru di Kampung Halaman Saat Mudik Lebaran

Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen nyata, Pemprov Jatim disebutnya akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas sumber daya manusia di dalam tubuh Tagana. Kaitan kesejahteraan, Gubernur Jatim menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa penyaluran Tali Asih dan Bantuan Operasional bagi Tagana Jatim dapat berlangsung lancar dan diterima oleh seluruh personil. 

"Melalui kegiatan Sapa Bansos yang rutin kita gelar di 38 kab/kota, kita ingin menyapa seluruh pilar-pilar sosial Jatim salah satunya Tagana. Kita ingin mengapresiasi mereka secara langsung. Baik melalui penyaluran Tali Asih maupun bersama langsung sebagai bentuk penghargaan," jelas Khofifah. 

Di sisi lain, Khofifah juga menyatakan dukungannya untuk terus mendukung program pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, penyediaan asuransi, serta pembaruan alat pelindung diri dan peralatan evakuasi agar para relawan dapat menjalankan tugasnya dengan standar keselamatan maksimal dan tingkat profesionalisme yang tinggi. 

Ia menaruh harapan besar agar semangat kerelawanan Tagana terus menyala dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih peduli terhadap isu-isu kemanusiaan dan mitigasi bencana lingkungan. 

"Mari kita panjatkan doa sekaligus rasa syukur kepada Allah SWT agar seluruh personel Tagana senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, dan kekuatan dalam menjalankan setiap tugas mulia dan melayani masyarakat di manapun berada," pungkasnya.

Sebagai informasi, Tagana merupakan relawan kemanusiaan berbasis masyarakat yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial. Sejak berdiri pada tahun 2004, Tagana telah menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk di Jawa Timur yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial, lanjut Khofifah, akan terus memperkuat peran Tagana sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan dan pelayanan sosial yang responsif dan adaptif.

“Dinsos Jatim bergerak berdampak, menghadirkan pelayanan sosial yang nyata bersama Tagana untuk masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Dengan semangat 22 tahun pengabdian, Khofifah berharap Tagana semakin profesional, solid, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, serta terus menjadi simbol gotong royong, solidaritas, dan kemanusiaan Indonesia.


Topik

Peristiwa tagana gubernur jatim taruna siaga bencana



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa