Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Kargo Udara dan Bongkar Muat Pelabuhan Jatim Lesu di Awal 2026

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Mar - 2026, 09:55

Placeholder
Data perkembangan distribusi barang di Jatim. (BPS Jatim)

JATIMTIMES – Aktivitas distribusi barang di Jawa Timur (Jatim) melemah pada Januari 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim menunjukkan koreksi terjadi serentak pada jalur laut dan udara, menandai fase normalisasi setelah tingginya pergerakan logistik pada akhir tahun.

Plt. Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati menyampaikan, tekanan paling dalam terjadi pada bongkar barang pelayaran domestik. “Secara keseluruhan, sektor pelayaran bongkar barang domestik mengalami penurunan yang cukup besar sebesar 21,08 persen secara month-to-month dan bila dibandingkan bulan Januari 2025 sektor ini turun sebesar 4,55 persen," ujarnya.

Baca Juga : Usai Lonjakan Akhir Tahun, Transportasi Domestik Jatim Melandai di Awal 2026

Secara volume, total bongkar barang pelayaran domestik tercatat 2.685.962 ton, turun dari 3.403.225 ton pada Desember 2025. Pelabuhan yang diusahakan membukukan 1.745.374 ton, sedangkan pelabuhan tidak diusahakan 940.588 ton.

Di kelompok pelabuhan yang diusahakan, Tanjung Perak Surabaya mencatat 1.435.741 ton, Gresik 174.148 ton, dan Tanjung Wangi Banyuwangi 133.528 ton. Sementara kontribusi pelabuhan tidak diusahakan secara agregat mencapai 940.588 ton.

Dari sisi muat barang pelayaran domestik, pelemahan terjadi secara bulanan, meski secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan. “Perkembangan muat barang pelayaran domestik untuk bulan Januari 2026 secara umum mengalami penurunan secara month-to-month sebesar 9,66 persen namun year-on-year naik sebesar 2,71 persen,” ujar Herum.

Total muat barang laut domestik pada Januari 2026 tercatat 2.741.780 ton, dibandingkan 3.034.956 ton pada bulan sebelumnya. Pelabuhan yang diusahakan menyumbang 1.314.381 ton, sedangkan pelabuhan tidak diusahakan 1.427.400 ton.

Tanjung Perak mencatat muat 1.088.967 ton, Gresik 196.008 ton, Tanjung Wangi 26.246 ton, dan Kalianget Sumenep 3.159 ton.

Perlambatan juga terlihat pada angkutan udara domestik. “Perkembangan bongkar barang pada penerbangan domestik pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, diketahui bahwa secara umum terjadi penurunan sebesar 5,23 persen dari 1.563,64 ton turun menjadi 1.481,80 ton dan secara year-on-year turun 3,80 persen," jelasnya.

Baca Juga : Daftar Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Menyusul di 2026?

Secara rinci, bongkar kargo domestik di Bandara Juanda mencapai 1.468,82 ton, Abdul Rachman Saleh Malang 11,74 ton, dan Rogojampi Blimbingsari 1,24 ton.

Untuk muat barang udara domestik, total volume tercatat 3.482,48 ton, turun dari 3.713,78 ton pada Desember 2025. Bandara Abdul Rachman Saleh Malang mendominasi dengan 3.478,44 ton, disusul Rogojampi Blimbingsari 3,51 ton dan Noto Hadinegoro Jember 0,54 ton.

Pada jalur internasional melalui Bandara Juanda, muat barang tercatat 936,09 ton, sedangkan bongkar barang internasional mencapai 953,35 ton. Kinerja ekspor udara menunjukkan kenaikan secara bulanan, sementara aktivitas bongkar terkoreksi dibanding bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, Januari 2026 menjadi periode koreksi distribusi barang di Jatim, dengan kontraksi terdalam terjadi pada bongkar pelayaran domestik dan kargo udara domestik. Data ini mencerminkan perlambatan arus logistik setelah momentum puncak akhir tahun.


Topik

Ekonomi Kargo Udara Bongkar Muat Pelabuhan Jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi