Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kontroversi Tur DAY6 Berujung Isu Kerugian Pariwisata Korea Selatan, Ini Kronologinya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

19 - Feb - 2026, 12:04

Placeholder
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan Chae Hwi-young. (Foto Tiktok)

JATIMTIMES - Isu mengenai Korea Selatan yang disebut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Narasi tersebut muncul setelah beredarnya potongan video wawancara yang menyebut pernyataan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan Chae Hwi-young, terkait dampak kontroversi tur band Korea terhadap sektor pariwisata.

Dalam video yang beredar di TikTok, salah satunya seperti akun @AuraVerum, disebutkan bahwa terjadi pembatalan perjalanan wisata dari sejumlah negara Asia Tenggara dan Eropa dalam waktu singkat. Hal itu dikaitkan dengan menurunnya sentimen positif terhadap Korea Selatan usai polemik yang melibatkan band asal Negeri Ginseng, DAY6, dalam rangkaian tur mereka di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga : Sering Dianggap Sepele, Ini Hal-Hal yang Bisa Membatalkan Puasa

Awal Mula Kontroversi

Kontroversi bermula saat konser DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Januari 2026. Dalam konser tersebut, sejumlah penggemar yang dikenal sebagai “fansite” kedapatan membawa kamera profesional dengan lensa besar ke dalam area pertunjukan, meskipun pihak penyelenggara telah melarang penggunaan kamera jenis tersebut.

Tindakan itu dinilai mengganggu kenyamanan penonton lain. Video dan foto yang memperlihatkan situasi di dalam venue kemudian viral di media sosial dan memicu perdebatan panjang.

Beberapa netizen Asia Tenggara menilai adanya sikap tidak menghormati aturan lokal. Di sisi lain, sebagian netizen Korea membela para fansite tersebut. Perdebatan pun melebar menjadi saling sindir antarwarganet lintas negara.

Perang Komentar Lintas Negara

Situasi semakin memanas ketika muncul komentar bernada merendahkan dari sebagian oknum warganet, yang kemudian dibalas dengan reaksi keras dari netizen Malaysia, Indonesia, Thailand, hingga Filipina.

Solidaritas warganet Asia Tenggara bahkan mencuat di berbagai platform media sosial. Tagar-tagar khusus bermunculan sebagai bentuk respons terhadap komentar yang dianggap tidak pantas. Polemik ini tidak lagi sekadar soal aturan konser, melainkan berkembang menjadi isu harga diri dan sensitivitas regional.

Dampak terhadap Pariwisata

Dalam potongan video wawancara yang beredar, disebutkan bahwa Menteri Chae Hwi-young menyoroti dampak sentimen negatif tersebut terhadap citra Korea Selatan di mata wisatawan asing. Disebutkan adanya pembatalan perjalanan wisata dari sejumlah negara, yang berimbas pada potensi kerugian ekonomi dalam waktu singkat.

Baca Juga : Sama-Sama Terjadi di Kota Batu, Dua Kecelakaan Beruntun Ini Renggut Nyawa gegara Rem Blong

Namun demikian, hingga kini belum ada laporan resmi yang merinci angka kerugian secara transparan dari lembaga pemerintah atau media arus utama internasional. Informasi yang beredar masih banyak bersumber dari potongan video dan perbincangan di media sosial.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan detail yang memuat angka kerugian spesifik maupun data resmi terkait pembatalan wisatawan akibat polemik tersebut.

Kontroversi tur DAY6 di Asia Tenggara menjadi pelajaran bahwa di era digital, sebuah insiden lokal dapat dengan cepat berubah menjadi isu regional bahkan internasional. Pemerintah dan pelaku industri hiburan pun diharapkan lebih sigap dalam menangani krisis komunikasi agar tidak berdampak lebih luas terhadap citra negara.


Topik

Peristiwa Korea Selatan pariwisata Korea Selatan tur band Korsel



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy