Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kronologi Kasus Epstein, dari Skandal Seks hingga Dokumen Rahasia Dirilis

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - Feb - 2026, 12:50

Placeholder
Salah satu pejabat yang tersorot kasus Epstein. (Foto: X)

JATIMTIMES - Kasus Jeffrey Epstein kembali jadi sorotan dunia, meski sang pemodal Amerika Serikat itu sudah meninggal hampir tujuh tahun lalu. Hal ini terjadi setelah pemerintah AS merilis jutlah besar dokumen investigasi yang selama ini tersimpan rapat.

Pada Jumat (30/1/2026), Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) membuka sekitar 3 juta halaman dokumen dari arsip Epstein. Rilisan itu mencakup 2.000 video serta 180.000 gambar yang berkaitan dengan kasus perdagangan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Baca Juga : Menjelajahi Deretan Menu Sehat Berbasis Bahan Alami dalam Warisan Kuliner Tradisional Haiti

Pengungkapan ini dilakukan setelah diberlakukannya Epstein Files Transparency Act, undang-undang transparansi yang disahkan Kongres AS pada 18 November 2025. Aturan tersebut mewajibkan pemerintah membuka catatan resmi terkait Epstein dan orang kepercayaannya, Ghislaine Maxwell.

Istilah Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen yang digunakan dalam berbagai perkara pidana maupun gugatan perdata yang melibatkan Jeffrey Epstein dan lingkaran sosialnya.

Berkas itu mencakup buku kontak, catatan penerbangan jet pribadi, email, korespondensi, hingga arsip pengadilan.

Sebagian dokumen dirilis dalam kondisi disunting demi melindungi privasi korban serta pihak lain yang tidak terlibat.

Pembukaan dokumen sebenarnya sudah berlangsung bertahap sejak 2019 hingga 2022, terutama setelah adanya gugatan perdata yang diajukan korban Epstein, Virginia Giuffre, terhadap Maxwell pada 2015.

Pengadilan menilai sebagian besar informasi sudah beredar di ruang publik sehingga layak dibuka, dengan tetap mempertimbangkan perlindungan korban.

Mengutip laporan BBC Internasional, masalah hukum Epstein mulai mencuat pada 2005. Saat itu orang tua seorang gadis berusia 14 tahun melapor ke polisi atas dugaan pelecehan seksual di rumah Epstein di Palm Beach, Florida.

Penyelidikan menemukan sejumlah bukti, termasuk foto-foto gadis di bawah umur yang tersebar di properti tersebut. Kesaksian korban juga menunjukkan pola cerita serupa, memperkuat dugaan kejahatan sistematis yang berlangsung bertahun-tahun.

Kasus ini pun sempat menghebohkan karena Epstein berhasil lolos dari tuntutan federal berat.

Pada 2008, ia mencapai kesepakatan dengan jaksa yang membuatnya terhindar dari ancaman hukuman seumur hidup. Epstein hanya dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dengan skema pembebasan kerja, sehingga ia bisa keluar masuk penjara pada siang hari.

Dalam praktiknya, ia hanya menjalani sekitar 13 bulan sebelum dibebaskan dengan status percobaan.

Kesepakatan ini kemudian disebut media sebagai salah satu yang paling kontroversial karena dianggap menutupi skala kejahatan sebenarnya.

Sejak 2008, Epstein tercatat sebagai pelaku kejahatan seksual tingkat tiga di New York. Status ini berlaku seumur hidup dan menunjukkan risiko tinggi untuk mengulangi perbuatannya.

Baca Juga : Jalan Berlubang Picu Kecelakaan Maut, Pengendara Motor Pegawai Pasar di Tulungagung Tewas di Tempat

Meski demikian, Epstein tetap mempertahankan sebagian besar aset serta propertinya, dan terus menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh terkenal.

Dalam lingkaran sosialnya, Epstein disebut dekat dengan sejumlah nama besar seperti Michael Jackson, Bill Gates, Bill Clinton, hingga Donald Trump.

Hubungan Epstein dengan tokoh internasional kembali jadi sorotan, salah satunya dengan Pangeran Andrew dari Inggris.

Salah satu korban menyebut adanya keterlibatan pihak lain di lingkaran sosial Epstein. Tuduhan itu dibantah, namun kasus tersebut berujung pada penyelesaian hukum di luar pengadilan.

Upaya membuka kembali penyelidikan terjadi pada 6 Juli 2019. Epstein ditangkap di New York setelah kembali dari Paris menggunakan jet pribadi.
Jaksa federal mendakwanya atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi. 

Permohonan jaminannya ditolak, dan ia ditahan di Metropolitan Correctional Center, New York. Selama masa tahanan, Epstein sempat dirawat karena cedera leher sebelum kembali ke sel.

Namun pada Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal dunia. Kematian itu secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, tetapi memicu kontroversi global dan spekulasi luas karena Epstein meninggal sebelum sempat diadili.

Setelah kematian Epstein, perhatian publik beralih kepada Ghislaine Maxwell, mantan pasangan sekaligus rekan dekatnya. Maxwell ditangkap pada 2020 dan didakwa membantu Epstein merekrut serta mempersiapkan korban di bawah umur.

Pada 2021, juri menyatakan Maxwell bersalah atas sebagian besar dakwaan perdagangan seks anak. Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Dalam pernyataannya setelah vonis, Maxwell menyampaikan penyesalan mendalam atas keterlibatannya dengan Epstein dan penderitaan para korban.

Timeline Lengkap Kasus Epstein

Berikut kronologi panjang kasus Jeffrey Epstein sesuai dokumen dan laporan yang beredar:
• 1996: Laporan pertama muncul dari korban remaja
• 2005: Polisi Palm Beach mulai menyelidiki dugaan pembayaran kepada gadis 14 tahun
• 2006: Grand jury mendakwa Epstein atas tuduhan soliciting prostitution
• 2007–2008: Jaksa federal menyiapkan 60 dakwaan, namun berakhir dengan plea deal kontroversial
• 2008: Epstein dihukum 18 bulan, bebas setelah 13 bulan dengan hak cuti kerja
• 2011: Virginia Giuffre menjual kisah dan foto bersama Pangeran Andrew ke media Inggris
• 2015–2019: Gugatan Giuffre terhadap Maxwell membuka jalan bagi dokumen lebih luas
• November 2018: Investigasi Miami Herald membongkar praktik hukum sebelumnya
• 6 Juli 2019: Epstein ditangkap atas tuduhan federal sex trafficking
• 10 Agustus 2019: Epstein ditemukan tewas di sel tahanan
• 2024: Dokumen awal dibuka, memicu gelombang tuntutan transparansi
• 18 November 2025: Epstein Files Transparency Act disahkan
• 19 Desember 2025–Januari 2026: DOJ merilis jutaan halaman arsip, foto, dan video. 


Topik

Peristiwa Kasus Jeffrey Epstein pemodal Amerika Serikat Jeffrey Epstein



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa