JATIMTIMES - Lapak dan stan yang tidak aktif di kawasan obyek wisata alam dan kuliner Siti Sundari, Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang bakal dibongkar. Hal ini diungkap Edi Santoso ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Lembaga Masyarakat Desa Hutan LMDH Wonolestari Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Selain lapak dan stan resort hiburan juga dipertimbangkan untuk ditutup agar tertib. "Kalau tidak siap akan kami tutup, kami bongkar biar tidak mengotor-ngotori," ujar Edi Santoso.
Baca Juga : Banjir Promo di SPEKTRA FAIR, Malang dan 95 Kota Beruntung Menjadi Destinasi
Namun demikian menurut Edi pihaknya tidak serta merta akan melakukan pembongkaran lapak dan stan tersebut tanpa ada komunikasi lebih dahulu.
"Saya akan silaturahmi dulu untuk menanyakan kelanjutannya. Jika masih tetap belum ada kegiatan maka akan kami kirimi surat," terang Edi.
Tindakan tegas juga akan dilakukan jika dalam batas waktu tertentu pemilik lapak dan stan tidak mengurusnya dengan benar.
Hal senada diungkap Asper KBKPH Perhutani di Senduro Lesmana Jaya Putra, S. Hut. Kepada Jatimtimes Lesmana mengaku akan mengkaji ulang keberadaan stand yang ada di obyek wisata Siti Sundari tersebut. "Bersama LMDH kami akan evaluasi lagi karena banyak yang sudah tidak aktif dan perlu ditata ulang, " ujar Lesmana Jaya Putra.
Menurut Edi dan Lesmana, di obyek wisata Siti Sundari ini ada banyak warga dan beberapa komunitas yang menjadi bagian obyek wisata tersebut. Mereka mengisi stand-stand makanan, hiburan dan pameran atau show.
"Ada stand bonsai yang hingga kini tidak ada kegiatan sama sekali, tidak tahu mereka dibawa komunitas mana, ini akan kami evaluasi," ungkap Lesmana.
Baca Juga : Pelatih Arema FC Fokus ke Permainan Minta Abaikan Insiden Pelemparan Bus
"Ada juga stand outbond, yang masih ada keraguan dan akan kami konfirmasi, apakah milik komunitas apa milik pribadi, " timpal Edi Santoso.
Menurut informasi di stand outbond yang terdiri dari Flyingfox, Jembatan Papan (Wood Bridge) serta Ayunan Ekstrem adalah milik pribadi perorangan sementara di data LMDH dan Perhutani itu milik komunitas.
Ketika disinggung berapa setoran pengelola outbond dan stand lain yang saat ini akan dikaji ulang, baik Edi Santoso maupun Lesmana sama-sama menegaskan bahwa hingga kini belum ada setoran apapun.
