Cuaca dan hawa panas sangat mempengaruhi kondisi kesehatan hewan kelinci, karena itu bagi kalian yang memiliki peliharaan kelinci harus lebih waspada. Yuk intip tips untuk menjaga kondisi hawa kelinci dari Juri American Rabbit Breeders Association (ARBA) Rabbit Show Jatim Park 2 Arie Wardhani.
Cuaca dan hawa panas sering kali membuat hewan kelinci mudah jatuh sakit, badan akan panas, atau terserang pernafasannya. “Kelinci itu gak bisa kena hawa panas. Jadi kalau waktu musim panas lebih baik perhatikan hawa untuk kelinci,” ungkap Arie, Sabtu (11/11/2017).
Memang di Kota Batu memiliki udara dingin, tapi saat musim panas seperti ini harus tetap waspada sirkulasi panas badan kelinci. Meski udara sudah bagus, tetap perhatikan sirkulasi udara. “Sirkulasi itu penting, walaupun udaranya sudah dingin,” jelasnya kepada BatuTIMES.
Terkadang gejala kelinci yang kepanasan suka memainkan air di area hidung. Lalu bulu yang basah di bawah hidung. Nafas yang berat dan cepat, lubang hidung membesar. Kemudian telinga dan kaki yang panas. Tiba-tiba menjadi tidak aktif atau lesu dan mata setengah tertutup.
“Kalau kelinci itu kepanasan biasanya ia akan main air di area hidungnya,” kata juri asal Jakarta ini.
Ia menjelaskan selain memperhatikan sirkulasi, cara lain adalah menggunakan kipas angin untuk mendinginkan kelinci. Selain itu, juga bisa menggantungkan handuk basah di atas kandang kelinci. Atau gunakan es untuk menyejukkan kandang. Kemudian letakkan beberapa bungkus es di bawah kandang kelinci.
“Dengan mencoba cara-cara itu setidaknya bisa membantu kondisi panas pada kelinci,” ujarnya saat di Museum Satwa Jatim Park 2.
