JATIMTIMES - Kabar gembira datang bagi para pemburu beasiswa. Pemerintah memastikan bakal kembali membuka Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2026 dengan total kuota mencapai 5.750 penerima. Program ini diharapkan terus melahirkan talenta unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan, kuota tersebut dibagi ke beberapa jenjang pendidikan. Rinciannya, 1.000 kursi untuk Beasiswa Garuda jenjang S1, 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus doktor spesialis.
Baca Juga : Dampak Banjir Jateng Berlanjut, KAI Daop 8 Surabaya Batalkan 5 Perjalanan KA Jarak Jauh
“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” kata Brian, Senin (19/1/2026).
Menurut Brian, fokus beasiswa LPDP tahun ini tidak sekadar menambah jumlah penerima. Pemerintah juga akan mengarahkan beasiswa, khususnya pada jenjang S2 dan S3, agar selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional,” ujarnya.
Arah kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa presiden mendorong agar alokasi beasiswa LPDP diperbesar untuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) hingga melampaui 80 persen.
Tak hanya soal beasiswa, Prabowo juga mengambil keputusan strategis terkait penguatan riset di perguruan tinggi. Saat ini, dana riset universitas tercatat sebesar Rp 8 triliun, atau setara 0,34 persen dari APBN.
“Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” ujar Prasetyo.
Tambahan anggaran tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset nasional, sekaligus mendukung arah pengembangan sumber daya manusia unggul melalui beasiswa LPDP.
Baca Juga : Realisasi Investasi di Jatim Tembus Rp147,7 Triliun Sepanjang 2025
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memaparkan capaian realisasi anggaran LPDP hingga 2025. Ia menyebut realisasi pembiayaan investasi LPDP telah mencapai Rp 26,7 triliun.
“Yang pertama adalah LPDP dengan realisasi Rp 26,7 triliun, dari total endowment fund saat ini sebesar Rp 180,8 triliun,” kata Thomas.
Thomas menambahkan, sejak program ini berjalan, dana LPDP telah menjangkau 680.192 mahasiswa dengan total akumulasi pendanaan mencapai Rp 49,47 triliun. Selain mendukung pendidikan, LPDP juga berperan besar dalam pembiayaan riset di Tanah Air.
“Ini manfaatnya dirasakan oleh 680.192 siswa dengan akumulasi pendanaan Rp 49,47 triliun. Ada 3.707 proyek riset yang didanai senilai Rp 3,6 triliun,” tutup Thomas.
