Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Diskopindag Kota Malang Waspadai Lonjakan Harga Sembako di Awal Tahun

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

19 - Jan - 2026, 09:45

Placeholder
Ilustrasi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) mencermati adanya potensi kenaikan harga kebutuhan pokok di awal tahun 2026. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi pada awak media belum lama ini.

Eko mengatakan, memasuki awal tahun ini sejumlah komoditas pokok mulai menunjukkan dinamika harga yang perlu diwaspadai. Untuk itu, pihakhya akan melakukan pengecekan dan operasi di pasar-pasar. 

Baca Juga : Ramalan Zodiak 19 Januari 2026: Libra di Persimpangan Penting, Scorpio Andalkan Intuisi Tajam

“Makanya nanti kita akan cek pasar, kita akan lakukan operasi pasar, kita lihat harga-harga mana yang sekiranya nanti memang mulai naik,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) inflasi Indonesia pada akhir tahun 2025 masih dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan. Pada Desember 2025, inflasi mencapai 0,64 persen secara month-to-month, di mana kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar.

Sementara inflasi tahunan berada pada angka 2,92 persen. Komoditas seperti cabai, daging ayam, dan telur tercatat ikut mendorong kenaikan harga di pasar tradisional.

Kenaikan harga pangan juga tercermin dalam food inflation di Indonesia, yang secara tahunan naik sekitar 4,58 persen per Desember 2025, angka tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Hal ini menandakan tren umum naiknya harga bahan pokok beberapa waktu belakangan.

Dengan demikian, Diskopindag akan memperkuat pemantauan harga di pasar tradisional maupun modern untuk mengantisipasi dampak terhadap konsumen. Pemkot Malang pun siap melakukan operasi pasar jika kenaikan harga komoditas pokok cenderung signifikan dalam beberapa pekan mendatang.

Langkah tersebut dinilai perlu karena komoditas seperti beras dan minyak goreng sering menjadi indikator tekanan harga di tingkat konsumen. Meski pada awal 2026 beberapa daerah melaporkan harga beras masih stabil, komoditas lain seperti minyak goreng dan telur ayam justru menunjukkan tren kenaikan tipis.

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Oktober 2025 kelompok produk pertanian dan bahan pangan mengalami peningkatan harga lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya, termasuk beras, cabai, dan minyak kelapa sawit. Hal ini turut mendorong kenaikan wholesale price index nasional.

Baca Juga : Cinta atau Jeratan? Berkaca dari Luka Aurelie Moeremans

Eko menuturkan, dalam beberapa bulan ke depan Diskopindag akan menjalin koordinasi dengan Bulog, pedagang pasar, asosiasi pasar induk, dan pelaku usaha lainnya untuk menjaga pasokan dan menekan lonjakan harga.

"Kami buat skema supaya rantai distribusi tetap lancar dan harga tidak terlalu tinggi,” tambahnya.

Dia juga memastikan bahwa pemantauan harga bukan sekadar melihat tren, tetapi akan ditindaklanjuti dengan langkah strategis seperti operasi pasar atau peninjauan stok komoditas tertentu di gudang dan pasar.

Para pedagang dan konsumen di Malang pun diminta aktif melaporkan jika menemukan lonjakan harga yang dianggap tidak wajar. Hal ini dinilai penting agar pemerintah dapat segera merespons dengan cepat dan tepat.

Dengan demikian, upaya antisipasi kenaikan harga sembako di awal tahun diharapkan dapat meredam tekanan terhadap daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi lokal di Kota Malang.


Topik

Pemerintahan Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi inflasi lonjakan harga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri