JATIMTIMES - Bertugas kembali di Bumi Arema, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana tak ingin melupakan tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan yang menelan banyak korban jiwa. Kapolresta Kholis memastikan kepindahan tugas ke Kota Malang tak memutus hubungan emosional dengan para korban maupun para penyintas Tragedi Kanjuruhan. Kholis menegaskan Polresta Malang Kota bisa menjadi menjadi rumah bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan seperti di Polres Malang.
Komitmen itu dia tunjukkan dengan atribut yang dikenakan pada hari pertama bertugas di wilayah Polresta Malang Kota, Rabu (14/1/2026). Pada lengan kanannya melingkar ban hitam dengan simbol pita putih. Syal Arema juga mengalung di lehernya. “Terkait ban hitam ini, ini adalah bentuk solidaritas saya dan kepedulian saya kepada para penyintas tragedi Kanjuruhan. Keberpihakan saya tetap di pihak mereka dan saya ingin terus membersamai mereka,” ungkap Kombes Pol Kholis.
Baca Juga : Kembali ke Bumi Arema, Putu Kholis Fokus HAM dan Pendampingan Korban Kanjuruhan
Menurut Kholis, tragedi Kanjuruhan bukan hanya catatan kelam dalam sejarah sepak bola nasional, tetapi juga tragedi kemanusiaan yang membutuhkan kehadiran negara dan aparat penegak hukum dengan pendekatan empati dan keberpihakan pada korban.
Mantan Kapolres Malang ini menegaskan, meski kini mengemban amanah baru sebagai Kapolresta Malang Kota, komitmennya untuk menjaga silaturahmi dan komunikasi dengan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tidak akan berubah.
“Artinya silaturahmi, hubungan, interaksi, dan komunikasi yang sudah terjalin sejak saya bertugas di Polres Malang tentu akan berlanjut di Polresta Malang Kota. Polresta Malang Kota tetap sama, menjadi rumah bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” tegas Kombes Pol Kholis.
Kholis juga menekankan bahwa simbol ban lengan hitam tersebut menjadi pengingat bagi dirinya secara pribadi, sekaligus bagi institusi yang dipimpinnya, agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Ke depan dengan pendekatan humanis dan dialogis bisa terus membangun kepercayaan publik, khususnya di wilayah Malang Raya.
Ban lengan hitam tersebut seolah menegaskan bahwa di balik jabatan dan pangkat, ada tanggung jawab moral untuk terus mengingat para korban dan membersamai mereka yang masih berjuang memulihkan diri dari trauma.
Dengan simbol itu pula, Kombes Pol Kholis ingin menegaskan bahwa Polresta Malang Kota tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai ruang aman dan tempat bersandar bagi masyarakat, termasuk keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan.
menyimpan pesan yang lebih dalam dari sekadar seremoni pisah sambut jabatan. Di balik seragam dinas yang dikenakannya sebagai Kapolresta Malang Kota, tampak sebuah atribut yang menarik perhatian, yakni ban lengan hitam dengan simbol pita putih yang melingkar di lengan kanan.
