Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Tergerus Toko Online, Jumlah Pedagang Bendera Musiman Jelang HUT RI di Kota Batu Menyusut

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

27 - Jul - 2026, 13:30

Placeholder
Salah satu pedagang bensera dan aksesori merah putih jelang Agustus di Kota Batu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES ))

JATIMTIMES – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai menyelimuti sudut-sudut Jalanan Kota Batu dengan nuansa Merah Putih.

Para pedagang bendera musiman kembali mendirikan lapak di sejumlah ruas jalan strategis, seperti di Jalan Ir. Soekarno, Diponegoro, hingga Jalan Hasanuddin, Pesanggrahan.

Baca Juga : 10 Ribu Anak di Kota Batu Belum Miliki KIA, Dispendukcapil Genjot Perekaman

Pedagang yang ditemui banyak berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Meski begitu, jumlah pedagang bendera asal Garut pada musim kemerdekaan tahun ini tercatat mengalami penurunan ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Topan, salah seorang pedagang bendera yang mangkal di Jalan Hasanuddin mengungkapkan bahwa tren penjualan secara online menjadi salah satu pemicu menyusutnya rekan sejawatnya.

"Tahun ini ada sekitar 15 pedagang dari Garut. Di sepanjang Jalan Hasanuddin sampai pertigaan TMP ini saja ada 6 pedagang. Kita semua ini satu grup datang dari Garut," ujar Topan, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, persaingan dengan platform digital membuat omzet penjualan tatap muka pada tahun sebelumnya tidak sesuai harapan, hingga memicu berkurangnya pedagang yang berangkat ke Kota Batu.

"Tahun kemarin omzet penjualan tidak sesuai harapan karena sekarang banyak warga yang membeli bendera lewat online," terangnya.

Kendati demikian, Topan memilih tetap setia berjualan secara langsung di Kota Batu demi melayani para pembeli langganannya dari tahun ke tahun.

Bahkan ketika akses Jalan Hasanuddin sempat mengalami penutupan, ia bersama beberapa pedagang lain memilih untuk tetap bertahan menjajakan barang dagangannya.

Baca Juga : JFC 2026 Mampu Gerakkan Ekonomi, UMKM dan Pedagang Raup Keuntungan Tinggi

"Kasihan kalau pelanggan nanti mencari. Soalnya sudah langganan dari tahun ke tahun," jelas pedagang yang membawa pasokan hingga 25 kodi bendera berbagai jenis tersebut.

Pada musim kali ini, Topan membeberkan adanya sedikit penyesuaian harga pada beberapa produk pernak-pernik kemerdekaan yang ia jual akibat kenaikan harga modal dari produsen.

"Semua naik per item. Tapi ya mau gimana, harga dari sananya juga naik," imbuhnya saat menjelaskan harga bendera kotak ukuran 1,2 meter yang kini dijual seharga Rp30 ribu dan umbul-umbul Rp40 ribu.

Meskipun harus bersaing dengan pasar online dan kenaikan harga modal, ia optimistis mampu mengantongi omzet yang mencukupi serta menghabiskan rata-rata 15 kodi bendera sebelum puncak peringatan 17 Agustus mendatang.


Topik

Ekonomi kota batu penjual bendera agustusan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi