Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

UIN Maliki Malang Pacu 22 Prodi Raih Akreditasi Internasional ACQUIN, Penguatan Mutu Jadi Fokus Utama

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

16 - Jul - 2026, 16:50

Placeholder
Kegiatan Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang (ist)

JATIMTIMES – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mulai mempercepat langkah menuju pengakuan akademik di tingkat internasional. Sebanyak 22 program studi dipersiapkan untuk mengikuti akreditasi dari lembaga asal Jerman, ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute), melalui kegiatan Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) di Ruang Sidang Lantai 5 Gedung Rektorat, Kamis (16/7/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi UIN Maliki Malang untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pendidikan tinggi yang tidak lagi hanya diukur melalui akreditasi nasional, tetapi juga pengakuan dari lembaga internasional. Akreditasi internasional dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan global terhadap mutu lulusan, kurikulum, penelitian, hingga tata kelola perguruan tinggi.

3

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa orientasi utama proses akreditasi bukanlah sekadar memperoleh sertifikat internasional. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh proses akademik mengalami peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Baca Juga : Matamuda MAN 1 Kota Malang, 415 Siswa Baru Dikenalkan Moderasi Beragama hingga Anti Bullying

"Akreditasi internasional jangan dipandang hanya sebagai target memperoleh sertifikat, tetapi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara nyata," ujarnya.

Basri menjelaskan, standar yang diterapkan dalam akreditasi internasional menuntut perguruan tinggi memiliki sistem penjaminan mutu yang berjalan konsisten. Karena itu, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelayanan akademik, hingga tata kelola kelembagaan harus saling terintegrasi dan didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.

2

Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan dokumen akreditasi harus disusun secara rapi, akurat, dan berbasis kondisi riil institusi. Keakuratan data menjadi aspek penting karena akan mencerminkan kredibilitas universitas di hadapan asesor internasional.

"Seluruh data yang disajikan harus mencerminkan kondisi nyata institusi sehingga integritas dan kredibilitas universitas tetap terjaga dalam proses penilaian," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., mengungkapkan bahwa terdapat 22 program studi yang masuk dalam tahap persiapan awal akreditasi ACQUIN.

2

Program studi tersebut dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan rumpun keilmuan. Sebanyak 11 program studi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tergabung dalam klaster Pedagogical Science and Teaching Training. Sedangkan 11 program studi lainnya berasal dari Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Pascasarjana yang tergabung dalam klaster Islamic Law, Islamic Economics, Theological Studies, and Applied Science.

Baca Juga : PAN DPRD Jatim Soroti Macetnya Pembangunan SDM, Rata-rata Tidak Lulus SMP

Menurut Ita, pembagian klaster tersebut bukan sekadar pengelompokan administratif, melainkan untuk mempermudah koordinasi, menyelaraskan karakteristik bidang keilmuan, serta meningkatkan efektivitas penyusunan dokumen sesuai standar yang ditetapkan ACQUIN.

Ia menjelaskan, kegiatan awareness menjadi tahapan awal untuk membangun pemahaman yang sama mengenai standar akreditasi internasional. Selanjutnya, setiap program studi akan memasuki proses pemetaan kesiapan, pembagian tugas, penyusunan dokumen, hingga pendampingan teknis yang dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu.

"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh program studi memiliki pemahaman yang sama mengenai standar dan tahapan akreditasi, mampu memetakan kesiapan masing-masing, serta menyusun rencana kerja yang terukur menuju asesmen internasional," ujar Ita.

4

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Prof. Dr. rer. nat. Abdurrouf, S.Si., M.Si. sebagai narasumber yang membahas mekanisme serta standar akreditasi ACQUIN. Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti bimbingan teknis yang difokuskan pada strategi penyusunan dokumen dan pemenuhan indikator penilaian.

Melalui persiapan tersebut, UIN Maliki Malang tidak hanya menargetkan bertambahnya jumlah program studi berakreditasi internasional, tetapi juga memperkuat budaya mutu yang terimplementasi dalam aktivitas akademik sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan reputasi universitas, memperluas jejaring kerja sama global, sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat internasional.


Topik

Pendidikan uin maliki malang akreditasi prodi akreditasi internasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan