Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Musim Kemarau Datang, Ini Mitigasi Kekeringan yang Perlu Dilakukan Masyarakat

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

30 - Jun - 2026, 14:47

Placeholder
Ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia. Seiring berkurangnya curah hujan, risiko terjadinya kekeringan pun meningkat dan berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak hanya menghemat penggunaan air, tetapi juga memahami langkah-langkah mitigasi kekeringan sejak dini. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Baca Juga : Arema FC Rekrut Pemain Serbabisa Eks Persib Bandung Robi Darwis

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun membagikan panduan mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat sebelum, saat, hingga setelah terjadi kekeringan. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Apa Itu Kekeringan?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kekeringan merupakan kondisi ketika ketersediaan air berada jauh di bawah kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi, maupun lingkungan.

Sementara itu, kekeringan di sektor pertanian adalah kondisi ketika lahan yang sedang ditanami, seperti padi, jagung, kedelai, dan tanaman budidaya lainnya, mengalami kekurangan pasokan air sehingga berpotensi mengganggu hasil panen.

Mengutip informasi dari situs resmi BNPB, berikut langkah mitigasi kekeringan yang dapat diterapkan masyarakat.

Mitigasi Kekeringan Sebelum Musim Kemarau

Sebelum kekeringan terjadi, masyarakat dianjurkan melakukan berbagai upaya pencegahan, antara lain:

• Menanam pohon dan tanaman untuk membantu menjaga cadangan air.

• Menampung air hujan sebagai persediaan air bersih.

• Membuat sumur resapan.

• Menjaga daerah tangkapan air seperti sungai, danau, mata air, dan kolam.

• Memperbaiki pipa atau saluran air yang bocor.

• Melakukan latihan evakuasi kebakaran secara berkala sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Langkah yang Dilakukan Saat Kekeringan

Saat kekeringan mulai terjadi, BNPB mengimbau masyarakat untuk:

• Menyimpan air di tempat yang bersih, aman, dan tertutup.

• Menghemat penggunaan air sesuai kebutuhan.

• Menggunakan air secara bijak saat menyiram tanaman.

• Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah agar tetap sejuk.

• Tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran.

• Menyiapkan perlengkapan siaga bencana apabila kondisi memburuk.

Apa yang Dilakukan Setelah Kekeringan?

Setelah kondisi mulai membaik, masyarakat tetap disarankan untuk:

• Menutup sumur dan wadah penyimpanan air agar tidak mudah menguap.

Baca Juga : Sinergi Pemkab Magetan dan Dunia Industri, Sediakan Ribuan Formasi Kerja Melalui Magetan Job Fair 2026

• Mengonsumsi makanan bergizi, buah-buahan, dan vitamin untuk menjaga kesehatan.

• Memantau informasi resmi terkait cuaca dan potensi bencana.

• Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah apabila kualitas udara menurun.

• Mengatur penggunaan air untuk kebutuhan memasak, minum, dan kebersihan.

• Mencuci buah dan sayuran menggunakan wadah berisi air agar lebih hemat dibandingkan menggunakan air mengalir.

El Nino Berpotensi Memperparah Kekeringan

BNPB juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan 2026 dan mencapai puncaknya pada akhir 2026 hingga awal 2027. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi kering, terutama kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Dampaknya dapat berupa menurunnya ketersediaan air baku, terganggunya produksi pertanian, hingga meningkatnya ancaman terhadap ketahanan pangan nasional.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB telah mengoptimalkan berbagai upaya, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembangunan sumur bor di wilayah rawan kekeringan, pengembangan jaringan pipanisasi air bersih, penguatan kapasitas pemerintah daerah melalui dukungan sarana dan prasarana kebencanaan, hingga memastikan kesiapan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, BNPB juga terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan melalui dukungan operasi udara, Operasi Modifikasi Cuaca, pendampingan kepada pemerintah daerah, serta penguatan koordinasi di enam provinsi prioritas rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan agar kejadian kabut asap lintas batas seperti yang pernah terjadi pada 2015 tidak kembali terulang.

Dengan menerapkan langkah mitigasi kekeringan sejak dini serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, masyarakat diharapkan dapat mengurangi dampak musim kemarau sekaligus lebih siap menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan meningkat akibat pengaruh El Nino.


Topik

Peristiwa Musim Kemarau Mitigasi Kekeringan kekeringan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa