Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Karomah Kiai Djazuli: Bom Belanda Gagal Meledak, Kini Jadi Kenteng Ploso

Penulis : Bambang Setioko - Editor : A Yahya

21 - Jun - 2026, 18:45

Placeholder
Dentang suara pukulan kenteng sembilan kali menandai pembukaan Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6) malam. Foto: (Istimewa)

JATIMTIMES – Dentang suara pukulan kenteng sembilan kali menandai pembukaan Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6) malam. Angka sembilan diketahui mewakili identitas NU dengan ciri khas bintang sembilan, sementara kenteng (lonceng) yang ditabuh ternyata berkaitan dengan kisah lama yang melegenda di pesantren tersebut: logam berbentuk bulat memanjang berwarna kuning itu merupakan potongan dari bom yang tidak meledak.

Bom Belanda yang Tak Meledak Jadi Kenteng (lonceng)

Baca Juga : MPM Honda Jatim Ajak Ayah dan Anak Pererat Kebersamaan Lewat PCX160 Bikers

Menurut penuturan pembawa acara pembukaan, di era kolonial Pesantren Al-Falah Ploso sempat dibombardir Belanda lantaran dianggap sebagai tempat bernaung para pejuang Republik. Namun, atas izin Allah SWT dan karomah pendiri pesantren KH Ahmad Djazuli Utsman, bom-bom yang dijatuhkan tidak meledak. Material bom itu kemudian dipotong dan dijadikan kenteng yang hingga kini dipakai sebagai penanda waktu salat dan waktu belajar santri.

"Ketika penjajah Belanda menyerang Pondok Pesantren Ploso dengan bom dan granat, karena karomah al-maghfurlah wa murobbina Kyai Djazuli, bom dan granat tersebut tidak meledak. Kemudian bom tersebut dipotong dan dijadikan kenteng untuk tanda persiapan jamaah sholat fardhu lima waktu dan tanda masuk sekolah santri Al-Falah Ploso. Hikmah yang bisa kami ambil dari peristiwa ini adalah serangan dari orang yang tidak suka dengan Mbah Yai, justru menjadi manfaat yang tidak bisa dilupakan oleh semua santri dan alumni Ponpes Al-Falah Ploso," sekilas penjelasan oleh MC.

Harapan Rais Aam dan Pesan Gus Yahya

Dalam khutbah iftitah sebelum resmi membuka acara, KH Miftachul Akhyar menyampaikan harapan agar di penghujung kepengurusan PBNU periode ini, para pengurus memperoleh husnul khotimah dalam berkhidmah di NU.

"Yang kami harapkan ada setitik debu keberkahan yang bisa kita bawa pulang dari Ploso yang menjadikan semua pengurus tanfidziyah Syuriyah memperoleh khusnul khotimah dalam khidmah NU," harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berterima kasih kepada keluarga besar Pesantren Al-Falah Ploso atas kesediaan menjadi tuan rumah. Ia mengingatkan, Munas dan Konbes ini berada di penghujung masa khidmat pengurus PBNU periode sekarang sehingga harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan Muktamar NU pada Agustus mendatang.

Baca Juga : MBG Tak Lagi Sekadar Program Gizi, Pengamat Nilai Sudah Menjadi Isu Politik-Komunikatif

"Maka, ini adalah kesempatan kita sendiri, kesempatan pengurus Nahdatul Ulama beserta segenap pimpinan pengurus di seluruh Indonesia untuk melakukan yang terbaik. Untuk mencurahkan segenap ketulusan khidmat yang kita miliki demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi organisasi yang kita cintai ini," tambahnya.

Gus Yahya juga mengajak seluruh jajaran pengurus dan warga NU menjaga kebersamaan demi kemanfaatan bagi masyarakat.

"Mari Kita laksanakan tugas kita sebaik-baiknya untuk menghadirkan kebersamaan dan kemanfaatan dengan penuh ketulusan, penuh kedamaian, penuh kejujuran dengan menghindari apapun yang dapat menimbulkan kontroversi maupun pertentangan," ajaknya.

Acara ini turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, segenap pengurus PBNU, PWNU dan PCNU se-Indonesia, serta tamu undangan lainnya.


Topik

Serba Serbi Kediri kiai djazuli Ahmad djazuli Utsman Jombang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Bambang Setioko

Editor

A Yahya