Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

SAR Surabaya Kirim Tambahan Alat hingga Starlink Bantu Evakuasi Pendaki Ilegal Terperosok Jurang Gunung Semeru

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Jun - 2026, 17:13

Placeholder
Proses evakuasi terhadap seorang pendaki ilegal yang terperosok ke jurang di Gunung Semeru pada Jumat (5/6/2026). (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Kantor Search and Rescue (SAR) Surabaya mengirimkan tambahan sejumlah peralatan hingga alat komunikasi penunjang proses evakuasi pendaki ilegal yang terperosok ke jurang Gunung Semeru. Hingga hari ini, Jumat (5/6/2026), dua dari total tiga pendaki ilegal yang melakukan pendakian melalui jalur tak resmi tersebut terkonfirmasi telah di evakuasi.

Satu pendaki ilegal yang hingga kini masih dalam upaya evakuasi tersebut diketahui masih berusia 18 tahun yang bernama Cakra. Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menuturkan, satu tim rescue tambahan dari Kantor SAR Surabaya juga telah diberangkatkan menuju pendakian Semeru untuk melakukan proses evakuasi sejak Kamis (4/6/2026).

Baca Juga : Lapak Semipermanen Menjamur di Kawasan Alun-Alun, Pemkot Batu Bakal Data Ulang PKL

"Sebelumnya satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Malang juga telah dikerahkan pada Selasa (2/6/2026) malam untuk melakukan proses evakuasi terhadap korban," ujarnya.

Nanang menyebutkan, tim tambahan yang telah diberangkatkan untuk mendukung tim SAR gabungan itulah yang turut membawa sejumlah peralatan tambahan guna keperluan evakuasi. "Tim tambahan juga telah diberangkatkan dengan membawa peralatan High Angle Rescue Technique (HART) tambahan," ujarnya.

Selain membawa tambahan peralatan, disampaikan Nanang, Kantor SAR Surabaya juga turut mengirimkan satelit Starlink guna menunjang proses evakuasi terhadap korban. "Starlink (ditujukan, red) untuk mempermudah komunikasi antar personil," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kronologi petaka yang dialami oleh rombongan pendaki ilegal tersebut bermula pada Sabtu (30/5/2026). Pada hari itu, tiga orang pendaki termasuk Cakra yang diketahui berasal dari Semarang, Pasuruan, dan Malang tersebut melakukan aktivitas pendakian menuju kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala.

Jalur yang digunakan tersebut bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Sehingga jalur tersebut bukan merupakan pintu masuk maupun jalur resmi yang digunakan untuk aktivitas pendakian Gunung Semeru.

Di sisi lain, hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru juga masih ditutup. Yakni sehubungan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Semeru dan pertimbangan keselamatan pengunjung.

Artinya, aktivitas yang dilakukan ketiga orang tersebut merupakan pendakian ilegal. Bahkan tidak tercatat dalam sistem pelayanan pendakian BB TNBTS.

Baca Juga : 5 Jalur Mandiri PTN yang Masih Buka Pendaftaran hingga Juni 2026, Cek Syarat dan Jadwalnya

Hingga akhirnya, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, salah satu pendaki dilaporkan menghubungi orang tuanya. Ia kemudian menyampaikan jika dirinya terjatuh di lereng Gunung Semeru serta membutuhkan pertolongan.

Keluarga korban kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan turut berkoordinasi kepada sejumlah pihak terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban. Pada Senin (1/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB, ayah korban bersama enam orang warga sekitar melakukan upaya pencarian menuju ke lokasi yang diduga merupakan keberadaan korban.

Perlu diketahui, untuk mencapai lokasi korban tersebut diperlukan waktu tempuh sekitar delapan jam dengan berjalan kaki melalui medan yang terjal, curam, hingga minim akses. Hasilnya, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, korban dilaporkan telah ditemukan.

Meski demikian, proses evakuasi mengalami kendala karena kondisi medan yang cukup berat. Sehingga tim yang dikerahkan pada saat itu membutuhkan dukungan personel tambahan.

Hingga hari ini, Jumat (5/6/2026), personel gabungan serta Tim SAR masih berupaya untuk melakukan evakuasi terhadap Cakra yang merupakan seorang pendaki ilegal tersebut. Sementara dua pendaki ilegal lainnya telah berhasil dievakuasi pada Jumat (5/6/2026) dini hari.


Topik

Peristiwa sar surabaya starlink pendakian gunung semeru evakuasi pendaki ilegal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa