Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

7 Tradisi Unik Menyambut Kepulangan Jemaah Haji di Indonesia, Ada yang Diarak hingga 40 Hari

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Jun - 2026, 15:11

Placeholder
Ilustrasi Haji. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Kepulangan jemaah haji selalu menjadi momen yang dinantikan keluarga dan masyarakat. Setelah menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, para jemaah umumnya disambut dengan penuh suka cita oleh kerabat, tetangga, hingga warga sekitar.

Menariknya, setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut para tamu Allah yang kembali ke kampung halaman. Tradisi yang dilakukan pun beragam, mulai dari syukuran, arak-arakan, hingga pembagian air zam-zam.

Baca Juga : IPSI Kabupaten Blitar Perkuat Soliditas, Siap Sukseskan Popda Jatim 2026

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah tradisi unik penyambutan jemaah haji yang masih lestari di berbagai daerah Indonesia.

1. Busana Mewah dan Perhiasan Mencolok di Makassar

Jika kebanyakan jemaah haji identik dengan pakaian sederhana berwarna putih, masyarakat Makassar memiliki tradisi berbeda. Saat kembali dari Tanah Suci, sebagian jemaah justru tampil dengan busana yang lebih mencolok dan elegan.

Tidak sedikit yang mengenakan jubah panjang bergaya Timur Tengah lengkap dengan aksesori dan perhiasan. Sementara para jemaah laki-laki kerap memakai jubah yang terinspirasi dari pakaian khas Arab Saudi. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan menjadi ciri khas penyambutan haji di Sulawesi Selatan.

2. Tahlilan dan Tasyakuran di Lombok Timur

Masyarakat Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki tradisi menggelar tahlilan dan tasyakuran ketika anggota keluarga berangkat maupun pulang dari ibadah haji.

Acara tersebut biasanya dihadiri keluarga besar, tetangga, dan tokoh masyarakat. Selain menjadi sarana berdoa bersama, tradisi ini juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas kelancaran perjalanan ibadah yang telah dijalani.

3. Arak-arakan Jemaah Haji di Madura

Di Madura, terdapat tradisi yang dikenal dengan nama Asajere. Tradisi ini dilakukan dengan mengarak jemaah haji yang baru tiba menggunakan kendaraan bermotor maupun mobil.

Suasana penyambutan berlangsung meriah karena diikuti keluarga, tetangga, dan warga sekitar. Yang menarik, tradisi tersebut tidak hanya berlangsung sehari. Dalam beberapa daerah, rangkaian penyambutan dapat berlanjut hingga 40 hari setelah kepulangan jemaah.

Setelah prosesi selesai, para tamu biasanya disuguhi berbagai makanan khas Madura sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.

4. Berbagi Air Zam-zam di Bangkalan

Masih dari Pulau Madura, masyarakat Bangkalan memiliki tradisi bernama Azera. Tradisi ini menonjolkan nilai kebersamaan dan silaturahmi antara jemaah haji dengan warga sekitar.

Keluarga jemaah biasanya membuka rumah untuk menerima tamu yang datang bersilaturahmi. Selain menyajikan aneka hidangan, mereka juga membagikan air zam-zam dan makanan khas Timur Tengah yang dibawa dari Tanah Suci.

Tradisi turun-temurun ini hampir selalu hadir setiap musim haji dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat setempat.

5. Walimatul Naqiah di Kalimantan Tengah

Di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, kepulangan jemaah haji disambut melalui acara syukuran yang dikenal sebagai Walimatul Naqiah.

Baca Juga : Tiga Jamaah Haji Asal Situbondo Meninggal Dunia di Mekkah, Kemenhaj Pastikan Dimakamkan di Tanah Suci

Kegiatan ini umumnya diisi dengan doa bersama, tausiyah keagamaan, serta jamuan sederhana bagi para tamu. Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur karena jemaah telah menyelesaikan ibadah haji dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

6. Tradisi Makan Bersama di Bojonegoro

Masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki cara yang lebih sederhana namun sarat makna dalam menyambut jemaah haji. Tradisi ini dikenal sebagai silaturahmi bersama.

Warga akan datang berkunjung ke rumah jemaah untuk bersalaman sekaligus berbagi cerita. Salah satu ciri khasnya adalah penyajian makanan secara lesehan di atas karpet yang memanjang.

Suasana hangat dan akrab menjadi daya tarik utama tradisi ini. Selain menikmati hidangan rumahan, para tamu juga memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat hubungan antarwarga.

7. Tradisi Pulang Aji Masyarakat Betawi

Masyarakat Betawi mengenal tradisi Pulang Aji sebagai bentuk penghormatan kepada jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci.

Dalam tradisi ini, jemaah biasanya lebih banyak berada di rumah selama sekitar 40 hari setelah kepulangan. Selama masa tersebut, keluarga sering mengadakan pengajian, doa bersama, maupun tausiyah.

Selain itu, gelar kehormatan seperti Pak Haji atau Bu Haji mulai disematkan kepada mereka sebagai bentuk penghargaan atas ibadah yang telah ditunaikan.

Beragam tradisi penyambutan jemaah haji di Indonesia menunjukkan betapa besar penghormatan masyarakat terhadap ibadah haji. Meski bentuknya berbeda-beda di setiap daerah, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa syukur, dan menyambut kepulangan jemaah dengan penuh kebahagiaan.

Tradisi-tradisi tersebut juga menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.


Topik

Serba Serbi Jemaah Haji kepulangan jemaah haji ibadah haji tradisi haji



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi