Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Terungkap Modus Pendakwah SAM dalam Kasus Dugaan Pelecehan Sesama Jenis

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

17 - Apr - 2026, 10:52

Placeholder
Ilustrasi pelecehan seksual sesama jenis. (Foto: Pexels)

JATIMTIMES - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendakwah Ustaz Syekh Ahmad Al-Misry atau inisial SAM di Bogor, Jawa Barat, mulai terkuak ke publik. Sejumlah korban yang merupakan santri mengungkap pola pendekatan yang digunakan pelaku, mulai dari iming-iming pendidikan ke luar negeri hingga dalih agama.

Informasi ini disampaikan oleh saksi sekaligus pengajar, Ustaz Abi Makki, yang menyebut bahwa pelaku diduga memanfaatkan keinginan para santri untuk menimba ilmu agama di Timur Tengah, khususnya Mesir.

Baca Juga : Upaya Damai Kasus Suamiku Ternyata Perempuan, Keluarga Tolak Dugaan Tawaran Uang

Menurut Abi, pendekatan awal yang dilakukan SAM adalah menawarkan kesempatan belajar ke luar negeri secara gratis. Tawaran tersebut dinilai sangat menarik bagi santri.

"Mau gak (korban) belajar ke sana, belajar ke Mesir. Mau gak," jelas Abi, dikutip Instagram, Jumat (17/4/2026).  

"Yang namanya santri gitu ya. Harapannya kan pengenlah menjadi belajar di Timur Tengah. Ataupun kalau dengan hafidh, Quran bersanad-bersanad itu ke Rasulullah sampaikan ada suatu kebanggaan. Hal itulah membuat, wah iya itulah yang diinginkannya," ujar Abi.

Namun, setelah hubungan terjalin, para korban mulai mengalami tindakan yang diduga mengarah pada pelecehan. Abi menyebut, sebagian korban mengaku kebingungan karena pelaku menggunakan narasi agama untuk membenarkan perbuatannya.

"Nah begitu terjadi (dugaan pelecehan) seperti itu, kaget. Oke, kenapa? Ini kok seorang panutan melakukan hal ini? Ini yang disampaikan oleh beberapa korban. Itu tadi yang sangat mengerikan, yang sangat memilukan. Ketika dalam satu peristiwa itu, dengan mengatakan kok begini Syekh?" katanya.

Abi juga mengungkap adanya dua bentuk dalih yang digunakan pelaku kepada korban. "Ada dua hal. Pertama, Rasulullah s.a.w. melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya. Nah, itulah yang mungkin para guru-guru juga. ingin Melakukan apa yang harus dilakukan Itu ya," lanjutnya.

Selain itu, korban juga disebut pernah diajak menonton tayangan tidak pantas, yang kemudian dibenarkan dengan pernyataan kontroversial.

"Terus yang kedua, ada beberapa korban yang diajak menyaksikan tayangan yang tidak baik, setelah itu (korban bertanya) kok nonton gini? Jawabannya (pelaku), kalau Imam Syafi'i ada, dia juga pasti nonton ini, gitu. Itu ngeri sekali. Ini sama sekali tidak diterima seperti itu. Ngeri sekali ya," ujar Abi.

Abi menjelaskan bahwa seluruh korban dalam kasus ini merupakan laki-laki atau sesama jenis. Dugaan tindakan pelecehan disebut terjadi dalam berbagai situasi, bahkan ada yang di tempat ibadah.

"Semuanya (korban) sesama jenis atau laki-laki. Nah, itu dia yang sangat mengerikan. Itu bermacam-macam (lokasi kejadiannya). Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah," ungkapnya.

Terkait keberadaan pelaku, Abi menyebut pihaknya belum mendapatkan informasi pasti. Namun, SAM diduga masih berada di luar negeri.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Pokir DPRD Magetan Naik Penyidikan, Aktivis Desak Kejari Segera Umumkan Tersangka

"Wallahu'alam, tapi yang kami tahu masih di Mesir dan sudah dilayangkan panggilan dan itu yang saya tahu, bisa di situ saja. Jadi kami tidak sampai ke lanjut hanya menyatakan bahwa ini karena kejadiannya dan korban seperti itu. Yang lainnya setelah itu tidak tahu selanjutnya seperti apa. Namun yang jelas panggilan yang kami tahu sudah dilayangkan. Bahkan kalau nanti panggilan kedua atau panggilan pertama saya tidak tahu," jelasnya.

Abi juga mengungkap bahwa dugaan pelecehan sebenarnya sudah muncul sejak 2021. Saat itu, para korban bersama pengajar dan tokoh agama sempat melakukan tabayun atau klarifikasi terhadap pelaku.

Dalam pertemuan tersebut, SAM disebut sempat meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Namun, kasus kembali mencuat setelah adanya pengakuan baru dari korban pada akhir 2025.

"Di akhir November 2025 kami mendapat wawancara dengan korban melalui Ustazah Oki. Dari situ kami mengetahui bahwa dia belum berubah," ujar Abi.

Setelah adanya pengakuan lanjutan, para korban bersama pengajar akhirnya melaporkan kasus ini ke Mabes Polri. Laporan tersebut tercatat pada 28 November 2025 dengan nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Abi menyebut, korban dalam kasus ini terdiri dari santri di bawah umur hingga dewasa. Mereka diduga mengalami tekanan psikologis dan trauma akibat peristiwa tersebut.

"Korban tidak bisa berbuat apa-apa, bingung dan menurut saja karena disampaikan hal-hal yang disesuaikan agama. Korban laki-laki semuanya," katanya.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan aparat kepolisian, sementara para korban disebut masih membutuhkan pendampingan untuk pemulihan kondisi mental mereka.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Modus Pelecehan Pendakwah SAM Syekh Ahmad Al-Misry Kasus Pelecehan Seksual Pelecehan Seksual Pelecehan Sesama Jenis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas