JATIMTIMES - Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur Pantura (Pantai Utara) wilayah Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026) malam. Insiden tabrakan adu banteng antara sepeda motor dan mobil pikap tersebut mengakibatkan dua pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) meninggal dunia dengan kondisi luka berat.
Peristiwa nahas itu melibatkan sepeda motor bernomor polisi P 2334 FC yang dikendarai seorang pelajar, bertabrakan dengan mobil pikap bernomor polisi N 8621 BM yang dikemudikan Jalil (38), warga Kabupaten Malang. Benturan keras terjadi di Jalan Raya Desa Bungatan, Kecamatan Bungatan, Situbondo.
Baca Juga : Revolusi Absensi Sekolah, Kolaborasi Unisba Blitar Hadirkan Chatbot Cek Kehadiran Otomatis di SMKN 1 Nglegok
Akibat kecelakaan tersebut, dua pelajar yang berboncengan dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah M. Dhani (17), warga Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, dan Arven (16), warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Keduanya diketahui merupakan siswa salah satu SMK di wilayah Kota Situbondo.
Korban Dhani dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya. Ia mengalami perdarahan pada hidung dan telinga, luka robek di kepala bagian kanan, serta patah tulang tertutup pada paha kanan.
Sementara, korban Arven mengalami luka robek pada daun telinga kanan, pendarahan dari mulut, serta patah tulang tertutup pada kaki sebelah kiri. Korban sempat dievakuasi petugas menuju fasilitas kesehatan, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Besuki, Situbondo.
Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada kedua kendaraan yang terlibat. Bagian depan mobil pikap mengalami ringsek cukup parah akibat benturan. Sedangkan sepeda motor yang dikendarai korban rusak berat hingga nyaris tidak berbentuk.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sebelum tabrakan terjadi, sepeda motor yang dikendarai Dhani melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di lokasi kejadian, pengendara motor diduga berusaha mendahului kendaraan di depannya.
Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil pikap yang dikemudikan Jalil. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan adu banteng tidak dapat dihindari dan benturan keras pun terjadi di tengah badan jalan.
Baca Juga : Menjemput Ujian dengan Tenang, Ruang Hening di Balik Ikhtiar Siswa MTsN 2 Kota Malang
"Akibat benturan keras tersebut, tubuh dua pelajar terpental ke badan jalan aspal di lokasi kejadian. Bahkan, salah satu korban meninggal di lokasi kejadian," ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo Ipda Hariyanto mengatakan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, penyebab sementara kecelakaan diduga karena pengendara sepeda motor tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan saat mendahului kendaraan di depannya.
"Dugaan sementara, pemotor tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah timur saat mendahului kendaraan di depannya. Dari hasil olah TKP, posisi tabrakan berada di jalur dari arah berlawanan atau jalur sebelah selatan," jelas Ipda Hariyanto.
Petugas kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di jalur Pantura, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain, guna menghindari kecelakaan lalu lintas yang berujung fatal.
