Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Bukan Cuma Minyak, 9 Barang Ini Ikut Terpukul Akibat Konflik Iran di Selat Hormuz

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

05 - Apr - 2026, 12:23

Placeholder
Kapal di Selat Hormuz. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, kini memicu gangguan besar dalam jalur distribusi global. Jalur laut vital ini selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi dan berbagai komoditas penting dunia. Ketika aktivitas pengapalan terganggu, dampaknya tidak hanya menghantam pasokan minyak, tetapi juga merembet luas ke sektor pangan, industri, hingga teknologi.

Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, menegaskan bahwa kondisi ini bukan situasi biasa. Mengutip World Economic Forum, ia menyebut krisis ini sebagai gangguan terbesar dalam sejarah energi global.

Baca Juga : 5 Drakor Romantis Rating Tinggi di Netflix yang Cocok Temani Paskah di Rumah

"Krisis pengapalan di Selat Hormuz saat ini adalah gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global," ujar Fatih Birol, dikutip dari World Economic Forum, Minggu (05/04/2026).

Meski sorotan utama tertuju pada distribusi minyak dan gas, kenyataannya dampak konflik ini jauh lebih luas. Berikut sejumlah komoditas penting yang ikut terdampak:

1. Pupuk (Urea dan Amonia)

Kawasan Teluk Arab menjadi salah satu pemasok utama pupuk dunia, terutama urea. Gangguan distribusi membuat pasokan menipis di negara-negara yang bergantung pada impor seperti India, Brasil, dan China. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga pangan global.

2. Sulfur

Sulfur yang banyak dihasilkan dari kilang minyak kini ikut terdampak akibat terhentinya operasional. Padahal, bahan ini sangat penting untuk produksi pupuk dan proses industri, termasuk pemurnian logam untuk baterai kendaraan listrik.

3. Metanol

Sekitar sepertiga perdagangan metanol dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan pasokan membuat industri kimia global, termasuk plastik dan cat, menghadapi tekanan biaya yang lebih tinggi.

4. Bahan Baku Grafit

Produksi grafit sintetis yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik bergantung pada turunan minyak. Ketika kilang terganggu, pasokan grafit ikut tertekan, yang berdampak langsung pada biaya produksi baterai.

5. Aluminium

Timur Tengah merupakan salah satu produsen aluminium terbesar di luar China. Ketika distribusinya terganggu, pasar global langsung merasakan dampaknya melalui kenaikan harga dan terbatasnya pasokan.

6. Helium

Qatar memasok hampir sepertiga kebutuhan helium dunia. Gas ini sangat penting untuk mesin MRI dan industri semikonduktor. Gangguan distribusi dapat menghambat layanan kesehatan hingga produksi teknologi tinggi.

Baca Juga : Saat Kehormatan Muslimah Dilecehkan, Ketegangan Madinah Meledak

7. Monoetilen Glikol (MEG)

Bahan baku utama poliester ini banyak dipasok dari kawasan Teluk. Ketika pasokan terganggu, negara-negara Asia harus mencari alternatif dengan biaya lebih mahal, yang berimbas pada harga produk akhir.

8. Bijih Besi dan Bahan Baku Baja

Ketegangan di kawasan membuat banyak kapal menghindari jalur berisiko. Akibatnya, distribusi bahan baku baja terganggu dan biaya logistik meningkat, menekan industri baja global.

9. Proyek Hidrogen Hijau

Timur Tengah sebelumnya diproyeksikan sebagai pusat pengembangan hidrogen hijau dunia. Namun, konflik yang terjadi justru menghambat realisasi proyek-proyek tersebut akibat ketidakpastian geopolitik.

Krisis di Selat Hormuz memperlihatkan betapa rapuhnya rantai pasok global yang selama ini bergantung pada satu kawasan. Tidak hanya energi, berbagai sektor strategis kini ikut terdampak.

Dalam Laporan Risiko Global 2026, World Economic Forum juga menyoroti meningkatnya risiko konflik geoekonomi yang memengaruhi stabilitas dunia. Ketahanan terhadap akses bahan baku kini menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan keamanan nasional.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dunia bukan hanya menghadapi lonjakan harga energi, tetapi juga ancaman krisis komoditas yang lebih luas dan kompleks.


Topik

Ekonomi Konflik Iran Selat Hormuz dampak konflik Iran harga barang naik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy