Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadan: Fase Rahmat yang Penuh Berkah dan Ampunan

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

25 - Feb - 2026, 19:41

Placeholder
Ilustrasi Ramadan. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinanti umat Islam di seluruh dunia. Bukan sekadar bulan puasa, Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memperbanyak amal kebaikan. Dalam khazanah Islam, Ramadan kerap dibagi menjadi tiga fase utama yakni 10 hari pertama penuh rahmat, 10 hari kedua penuh ampunan, dan 10 hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka.

Pembagian ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:

Baca Juga : Sambut Ramadan, Pemkab Sidoarjo Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

“Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR. Al-Baihaqi)

Walaupun para ulama berbeda pendapat mengenai derajat hadis ini, maknanya selaras dengan banyak dalil lain yang menegaskan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT di bulan Ramadan.

Lalu, apa saja keutamaan Ramadan minggu pertama? Dan mengapa 10 hari pertama begitu istimewa? Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Fase Rahmat: Pintu Kebaikan Terbuka Lebar

Sepuluh hari pertama Ramadan dikenal sebagai fase rahmat. Pada masa ini, Allah SWT mencurahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Suasana spiritual pun menjadi lebih kondusif. Hati terasa lebih tenang, ibadah lebih mudah dijalankan, dan keinginan untuk berbuat baik semakin kuat.

Inilah waktu terbaik untuk memulai Ramadan dengan niat yang lurus dan tekad yang kuat.

2. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Ramadan adalah bulan doa. Terlebih di 10 hari pertama, doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Manfaatkan momen setelah salat wajib, menjelang berbuka puasa, dan sepertiga malam terakhir untuk memohon:

• Ampunan dosa

• Kesehatan dan keberkahan hidup

• Keteguhan iman

• Kebaikan dunia dan akhirat

Jangan hanya berdoa untuk diri sendiri. Sertakan keluarga, sahabat, dan umat Muslim lainnya dalam setiap doa yang kita panjatkan.

3. Kesempatan Menghapus Dosa

Salah satu keutamaan besar Ramadan adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, khususnya dosa kecil, bagi mereka yang menjalankan puasa dengan iman dan penuh pengharapan kepada Allah SWT.

Namun tentu saja, ampunan ini bukan datang tanpa usaha. Ia harus disertai dengan:

• Taubat yang sungguh-sungguh

• Menjauhi maksiat

• Memperbanyak amal saleh

Sepuluh hari pertama menjadi waktu yang tepat untuk “restart” hati dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Pertama Ramadan

Agar rahmat Allah benar-benar kita rasakan, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan sejak awal Ramadan:

• Menjaga Salat Berjemaah

Salat berjemaah memiliki pahala yang jauh lebih besar dibandingkan salat sendirian. Rasulullah SAW bersabda bahwa salat berjemaah lebih utama 27 derajat dibanding salat sendiri (HR. Bukhari dan Muslim).

Awali Ramadan dengan disiplin menjaga salat lima waktu, terutama berjemaah di masjid bagi laki-laki.

• Memperbanyak Sedekah

Baca Juga : Aturan Besaran THR Pekerja Swasta 2026: Wajib Cair Paling Lambat H-7 Sebelum Idulfitri, Tidak Boleh Dicicil

Ramadan adalah bulan berbagi. Sedekah tidak selalu tentang jumlah besar. Bahkan senyum, makanan berbuka untuk orang lain, atau bantuan kecil kepada yang membutuhkan sudah bernilai pahala.

Sedekah di bulan Ramadan diyakini berlipat ganda pahalanya dan menjadi salah satu sebab turunnya keberkahan.

• Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an

Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, memperbanyak tilawah sejak hari pertama sangat dianjurkan.

Tidak hanya membaca, tetapi juga memahami maknanya. Satu ayat yang direnungkan dengan sungguh-sungguh bisa lebih membekas dibanding sekadar membaca tanpa memahami.

• Menyegerakan Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka setelah azan Maghrib adalah sunnah Rasulullah SAW. Selain itu, doa orang yang berbuka termasuk doa yang mustajab.

Biasakan berbuka dengan sederhana, penuh syukur, dan diiringi doa.

• Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Zikir dan istighfar membantu membersihkan hati dari kesalahan. Di awal Ramadan, perbanyak membaca:

- Istighfar

- Tasbih

- Tahmid

- Shalawat

Hati yang bersih akan lebih mudah menerima cahaya hidayah.

Alasan 10 Hari Pertama Sangat Penting

Sepuluh hari pertama Ramadan ibarat fondasi sebuah bangunan. Jika awalnya kuat, maka fase berikutnya akan lebih mudah dijalani.

Banyak orang bersemangat di awal, tetapi mulai kendor di pertengahan bulan. Karena itu, penting untuk menjaga konsistensi sejak hari pertama. Jadikan fase rahmat ini sebagai titik balik untuk membentuk kebiasaan baik yang berlanjut hingga akhir Ramadan.

Keutamaan 10 hari pertama Ramadan terletak pada luasnya rahmat Allah SWT yang dicurahkan kepada hamba-Nya. Inilah masa terbaik untuk memperbaiki diri, menghapus dosa, dan membangun kebiasaan ibadah yang lebih baik.

Jangan anggap ringan awal Ramadan. Bisa jadi, di sinilah titik balik kehidupan spiritual kita dimulai.

Semoga kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan fase rahmat ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ketika Idulfitri tiba, kita benar-benar kembali dalam keadaan suci dan penuh ketakwaan.


Topik

Agama Puasa Ramadan keutamaan ramadan ramadan 2026



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni