JATIMTIMES Bupati Jember Muhammad Fawait, menargetkan 1.000 warga usia produktif untuk disiapkan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional.
Langkah ini bukan sekadar pengiriman tenaga kerja biasa, melainkan program strategis yang dibekali dengan pelatihan keterampilan teknis dan penguasaan bahasa asing agar para PMI asal Jember memiliki daya saing tinggi di pasar kerja internasional.
Baca Juga : Serambi Kalem, Ngabuburit Asyik Perpaduan Arena Bermain Ramah Anak dan UMKM
Upaya tersebut juga untuk memerangi kemiskinan ekstrem dan pengangguran di Jember.
Kepala Disnaker Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, menjelaskan bahwa program ini merupakan eskalasi besar dari proyek percontohan yang telah dimulai pada tahun 2025 lalu.
"Tahun lalu kita sudah memulai dengan 20 calon PMI untuk tujuan Korea Selatan dan Jepang. Sesuai arahan Bupati Muhammad Fawait, tahun 2026 ini kami diminta mencari terobosan pekerjaan layak. Targetnya melonjak menjadi 1.000 peserta pelatihan," ujar Hadi Mulyono.
Dari target 1.000 peserta tersebut, sebanyak 400 orang akan dibiayai sepenuhnya melalui APBD Kabupaten Jember. Sementara 600 peserta sisanya akan diajukan melalui skema kerja sama dengan pemerintah pusat, baik melalui Kementerian terkait maupun BP2MI.
Program pelatihan ini difokuskan pada tiga pasar utama yang memiliki standar upah tinggi, yakni Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara berbahasa Inggris. Adapun sektor pekerjaan yang menjadi prioritas adalah tenaga perawat (nurse), care worker (perawat lansia), hingga operator pengelasan (welding).
Hadi menyebutkan, potensi tenaga kerja di Jember sangat melimpah dengan jumlah angkatan kerja mencapai 1,5 juta jiwa. Namun, keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri menuntut pemerintah daerah untuk kreatif.
Baca Juga : Brand Asal Jember Tawarkan Bagi Hasil 90% Untuk Mitra yang Siap Sukses Bersama
"Salah satu solusi konkret adalah melalui PMI. Kita siapkan mereka agar tahun depan sudah bisa mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dengan status legal dan terlindungi," imbuhnya.
Program ini juga memiliki misi sosial yang kuat. Sejalan dengan kebijakan sebelumnya, sasaran utama program ini adalah warga dari keluarga miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 hingga Desil 5.
Untuk mempermudah layanan, Pemkab Jember juga telah menyiagakan personel BP3MI di kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Jember sejak September tahun lalu. Selain itu, guna meringankan beban calon pekerja, Pemkab Jember menjalin kerja sama dengan Bank Jatim terkait fasilitasi pinjaman pembiayaan keberangkatan.
"Ini adalah upaya jemput bola. Kami tidak hanya memberi pelatihan, tapi juga memfasilitasi keberangkatan hingga pembiayaannya agar marwah warga Jember yang bekerja di luar negeri benar-benar terjaga sebagai pekerja profesional," pungkasnya. (*)
