JATIMTIMES – Bagi sebagian besar masyarakat, khususnya umat Islam, Bulan Suci Ramadan menjadi momen yang ditunggu dengan suka cita, utamanya saat menjelang buka puasa.
Salah satu cara menyambut buka puasa Ramadan adalah ngerandu buko (menunggu berbuka puasa). Warga berburu menu di pasar takjil yang menjual aneka kuliner.
Baca Juga : Monsun Asia Menguat di Awal Ramadan 2026, Waspada Hujan Lebat hingga 21 Februari
Salah satu lokasi ngerandu buko yang ramai berlokasi di wisata Pantai Marina Boom Banyuwangi. Pada hari pertama puasa Ramadan, pasar kuliner tersebut ramai dikunjungi warga yang ngabuburit.
Mereka "berburu" aneka kudapan. Ada petula (patula), aneka jenis bubur, kolak, precet (olahan pisang khas Banyuwangi), darplok, hingga makanan berat seperti nasi tempong, dan aneka jenis minuman segar.
"Salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Kita membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir Marina. Lokasi ini jadi andalan kita semua," kata Dela yang saat itu datang ramai-ramai bersama kawannya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, pemkab terus mendorong dan memfasilitasi pelaksanaan pasar takjil Ramadan di seluruh wilayah Banyuwangi.
"Pastinya dengan adanya pasar takjil ini, ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Bupati Ipuk saat membuka Pasar Takjil Ramadan “Ngerandu Buko” di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Kamis (19/02/2026).
Tercatat sebanyak 250 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang berjualan di sana. Mereka berjualan dari sore hingga malam hari.
Bupati Ipuk berpesan agar pelaksanaan pasar takjil dikoordinasikan dengan baik, terutama masalah sampah. Ia menyarankan kepada pembeli maupun pedagang agar membawa kantong dari rumah untuk mengurangi sampah plastik.
Baca Juga : Relawan Nusantara Salurkan Sedekah Makanan Hasil Fidyah di Bulan Ramadan 1447 H
“Sampah, terutama material plastik, adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah upaya kita melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) guna mendukung kebijakan presiden untuk penanganan sampah dan penataan lingkungan," ungkapnya.
“Selain itu, untuk menjaga higienitas makanan yang dijual, laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk mengecek apakah makanan yang dijajakan layak dikonsumsi,” sambung Ipuk.
Tidak hanya dikunjungi oleh warga setempat. Sejumlah wisatawan asing juga tampak berbelanja di kawasan tersebut. Mereka mengaku sangat menikmati suasana pasar kuliner ini.
“Pasar Ramadan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadan di Banyuwangi. Sangat berbeda sekali suasana Banyuwangi, baik dengan Bali maupun Lombok. Sangat menarik,” ujar Glenn, turis asal Amerika Serikat.
