JATIMTIMES - Pencarian terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga hanyut terbawa arus irigasi yang ada di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang masih berlanjut. Pada Kamis (19/2/2026), proses pencarian diperluas ke kawasan Sungai Lesti hingga ke wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
"Kemarin (Rabu, 18/2/2026) giat pencarian korban dihentikan pukul 15.30 WIB yang kemudian dilanjutkan evaluasi," ujar Camat Sumbermanjing Wetan Sujarwo Ady Wijayanto kepada JatimTIMES.
Pada serangkaian evaluasi tersebut, diutarakan Sujarwo, personel gabungan yang dilibatkan dalam pencarian akhirnya sepakat untuk memperluas area penyisiran. "Sesuai rencana, untuk giat pencarian telah dilanjutkan sejak tadi (Kamis, 19/2/2026) pagi," imbuhnya.
Pencarian turut melibatkan puluhan personel gabungan dari unsur TNI-Polri yakni Koramil dan Polsek Sumbermanjing Wetan, staf Pemerintah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, perangkat Desa Druju, hingga sejumlah relawan dan masyarakat setempat.
Selain itu, pencarian juga turut melibatkan personel dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. "Ada penambahan satu perahu karet, jadi total ada tiga perahu karet," tuturnya.
Peralatan pendukung berupa perahu karet tersebut diterjunkan guna melakukan penyisiran di area perairan. Yakni mulai dari kawasan sungai yang merupakan lokasi bermuaranya aliran irigasi yang ada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, hingga ke kawasan Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
"Perahu karet digunakan untuk penyisiran di Kali Lesti sampai di daerah Wonokerto," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, Identitas korban yang dilaporkan hanyut pada saluran irigasi tersebut diketahui bernama Ockta Puji Raharjo. Remaja laki-laki yang kini berusia sekitar 13 tahun tersebut merupakan seorang pelajar kelas VII SMP asal Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Ekonomi Ramadan di Kota Malang Menggeliat, Penjualan Kurma di Malang Capai 8 Ton Sehari
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban sedang bermain bersama teman-temannya ketika turun hujan lebat, Selasa (17/2/2026) siang. Diketahui, kondisi irigasi yang juga dimanfaatkan untuk got tersebut terbilang cukup sempit. Yakni dengan lebar sekitar setengah meter.
Kondisi itulah yang dimungkinkan menjadikan arus air pada drainase tersebut cukup deras saat terjadi hujan lebat. Alhasil, korban yang saat itu berada di sekitaran saluran drainase tersebut diduga hanyut.
Hingga berita ini disusun, belum terkonfirmasi apakah korban telah ditemukan. Namun, pada Kamis (19/2/2026) siang, pencarian terhadap korban masih belum membuahkan hasil. Dimungkinkan, personel gabungan masih disiagakan untuk melakukan pencarian terhadap korban.
