Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Apa itu FOBO, Fenomena Baru yang Disebut Lebih Bahaya dari FOMO

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

21 - Feb - 2025, 07:44

Placeholder
Ilustrasi pria kebingungan atau sedang FOBO. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Seiring semakin berkembangnya teknologi, anak muda juga semakin kreatif. Mereka yang menggunakan media sosial sering memunculkan bahasa gaul baru yang terkadang bikin kita gagal paham. Salah satu yang mungkin pernah kamu dengar adalah 'fear of a better option' atau FOBO

Mungkin istilah ini masih sangat asing, pasalnya istilah yang sering didengar masih seputar FOMO atau YOLO. 

Baca Juga : Asteroid 2024 YR4 Bakal Tabrak Bumi pada 2032, Ini Negara yang Bisa Terdampak

Istilah FOBO ini disebut-sebut sebagai istilah yang lebih parah dibandingkan dengan FOMO. Jika FOMO mendorong seseorang untuk terus mengikuti tren dan takut tertinggal dari orang lain, FOBO justru menimbulkan kecemasan dalam memilih di antara banyak pilihan yang tersedia.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian FOBO dan cara mengatasinya berdasarkan pendapat para ahli. 

Pengertian FOBO

Dilansir melalui laman Psychology Today, Bence Nanay, Ph.D., seorang Profesor Riset dalam bidang Filsafat di Centre for Philosophical Psychology, University of Antwerp, menjelaskan bahwa perasaan takut tersaingi merupakan hal yang manusiawi dan bisa dirasakan oleh siapa saja dan perasaan ini dalam dunia psikologi, disebut sebagai FOBO (Fear of Better Option).

Mengutip sumber lain, Darius Foroux, seorang penulis buku The Stoic Path to Wealth, melalui laman resminya menjelaskan bahwa FOBO sebenarnya adalah kebalikan dari FOMO. Jika FOMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan akan kehilangan sesuatu, maka FOBO adalah ketakutan akan tersaingi oleh pilihan yang lebih baik.

"FOBO adalah fenomena psikologis di mana seseorang menghindari membuat keputusan karena takut ada pilihan yang lebih baik," jelas Darius melalui laman dariusforoux.com, Jumat (21/2/2025). 

Lebih lanjut, Nanay menambahkan bahwa ketakutan akan tersaingi bisa jadi indikasi masalah mental seseorang. Ketika seseorang takut tersaingi, mereka akan melakukan berbagai cara untuk menghindari rasa sakit akibat kalah dalam persaingan. Sayangnya, hal ini sering kali berujung pada tindakan yang merugikan orang lain.

Menurut Nanay, fenomena ini sudah terjadi sejak lama. Bahkan, Oscar Wilde, seorang penyair dan penulis drama Irlandia yang dikutip oleh Nanay, pernah berkata pada tahun 1895 bahwa persaingan yang kejam sudah terjadi sejak dulu dan semakin buruk dari waktu ke waktu.

Lalu, apa yang sebenarnya melatarbelakangi terbentuknya fenomena FOBO? Dilansir melalui laman dariusforoux.com, istilah ketakutan akan kehilangan dan ketakutan terhadap pilihan yang lebih baik pertama kali dikemukakan oleh Patrick McGinnis. Menurutnya, perasaan ini bukanlah sesuatu yang baru, melainkan bagian dari sifat alami manusia.

"Perasaan ini merupakan bagian dari diri kita secara biologis. Saya menyebutnya sebagai naluri untuk selalu menginginkan yang terbaik. Nenek moyang kita sejak jutaan tahun lalu sudah diprogram untuk menunggu pilihan terbaik karena itu meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup," jelas McGinnis.

Namun, kemajuan teknologi dan internet telah mempercepat penyebaran FOBO. Kini, kita lebih mudah membandingkan diri dengan orang lain, yang memicu ketakutan akan ketinggalan, serta merasa terbebani dengan banyak pilihan, yang akhirnya menyebabkan FOBO.

McGinnis juga menjelaskan bahwa FOBO didorong oleh sifat egois. Ketika kamu mengalaminya, kamu lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dibandingkan dengan orang lain, yang akhirnya membuat orang-orang di sekitarmu berada dalam ketidakpastian.

Beberapa psikolog juga menemukan dasar bagi fenomena FOBO. Dalam pengambilan keputusan, manusia terbagi menjadi dua kelompok: yaitu pencari pilihan terbaik dan pencari pilihan yang cukup baik.

Pencari pilihan terbaik adalah mereka yang selalu mencari keputusan terbaik untuk jangka panjang, sedangkan pencari pilihan yang cukup baik lebih memilih apa yang paling menguntungkan saat ini.

Cara Mengatasi FOBO

Tomas Savitroka, seorang life coach, melalui laman resminya tomassavitroka.com membagikan tujuh cara mudah untuk mengatasinya dengan bijak:

1. Tetapkan Aturan dan Ketentuan Sebelum Memilih

Menentukan batasan sebelum mengambil keputusan dapat mengurangi rasa takut tersaingi. Jika sejak awal kamu sudah menetapkan kriteria, kamu tidak akan terus-menerus ragu.

Keputusan yang sudah dibuat menjadi lebih tegas dan tidak mudah goyah. Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus menjalani hasil keputusan tanpa dihantui penyesalan.

2. Memahami Ketakutan: Seberapa Besar Risikonya?

Ketakutan akan tersaingi sering muncul karena kita membayangkan risiko yang lebih besar dari kenyataan. Jika dipikirkan kembali, sering kali ketakutan ini tidak terlalu berdampak besar.

Menilai risiko secara objektif akan membuatmu lebih berani dalam mengambil keputusan. Dengan memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, kamu bisa lebih percaya diri melangkah ke depan.

3. Gunakan Metode Perbandingan yang Tepat

Baca Juga : Refleksi Sosio-Psikologis Dibalik #Kaburajadulu: Keputusasaan atau Seruan Perubahan?

Membandingkan pilihan dengan cara yang sehat bisa membantu mengatasi FOBO. Misalnya, membatasi jumlah pilihan agar tidak terlalu banyak pertimbangan.

Terlalu banyak pilihan justru membuatmu semakin bingung dan sulit mengambil keputusan. Dengan mengurangi opsi yang tidak relevan, kamu bisa lebih cepat menentukan langkah terbaik.

4. Fokus pada Tujuan Jangka Panjang

Daripada terjebak dalam rasa takut tersaingi, lebih baik fokus pada apa yang ingin kamu capai dalam jangka panjang. Dengan memahami tujuanmu, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih matang.

Tujuan yang jelas akan membantumu menghindari kebingungan akibat terlalu banyak pilihan. Selain itu, kamu bisa lebih konsisten menjalani rencana tanpa terpengaruh oleh ketidakpastian.

5. Jika Tidak Bisa Memutuskan, Pikirkan Apa yang Terlihat Jelas

Ketika ragu, coba lihat pilihan mana yang lebih jelas manfaatnya. Jika salah satu pilihan tampak lebih mendukung tujuan hidupmu, kemungkinan besar itulah keputusan terbaik.

Jangan biarkan FOBO membuatmu terus menunda keputusan. Kejelasan dalam melihat manfaat akan membantumu lebih yakin dan tidak mudah tergoyahkan.

6. Percayai Intuisimu

Kadang-kadang, terlalu banyak berpikir justru membuat kita semakin ragu. Mendengarkan intuisi bisa menjadi solusi yang efektif.

Jika suatu pilihan membuatmu merasa nyaman dan tidak menimbulkan kecemasan berlebihan, itu bisa jadi pertanda bahwa itu pilihan yang tepat. Dengan melatih intuisi, kamu bisa lebih percaya diri dalam menghadapi situasi sulit.

7. Gunakan Cara Koin untuk Menguji Keyakinanmu

Salah satu trik sederhana untuk mengatasi keraguan akibat rasa takut tersaingi adalah dengan melempar koin. Jika kamu merasa kecewa dengan hasilnya, itu berarti hatimu sebenarnya lebih condong ke pilihan lain.

Dengan begitu, kamu bisa lebih memahami keinginanmu yang sebenarnya. Teknik ini bukan untuk menentukan pilihan secara acak, tetapi untuk mengungkapkan preferensi tersembunyi dalam dirimu.


Topik

Serba Serbi Fobo fomo apa fobo bahasa gaul



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya