Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Bukan Lagi Pasir Berbisik, 3 Lokasi Wisata di Bromo Ini Dikembalikan ke Nama Aslinya 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

19 - Oct - 2024, 10:31

Placeholder
Plang nama Bukit Cinta (Love Hill) dikembalikan namanya menjadi Lemah Pasar. (Foto: Instagram @bbtnbtsbromotenggersemeru)

JATIMTIMES - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) telah resmi mengembalikan nama asli sejumlah lokasi wisata di kawasan Bromo. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pelestarian budaya dan adat masyarakat Tengger, yang telah lama menjadi identitas kuat di kawasan tersebut. 

Deklarasi ini dilakukan sejak 17 Agustus 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-79. 

Kali ini giliran papan nama yang biasa dikenal dengan Love Hill atau Bukit Cinta telah berganti menjadi Lemah Pasar, yang dipasang pada Jumat 18 Oktober 2024. Pergatian ini juga disertai dengan penambahan papan informasi terkait Lemah Pasar dan juga Bukit Kedaluh, sebagaimana diunggah di Instagram resmi BB TNBTS pada Sabtu, (19/10). 
 

Papan nama Bukit Lemah Pasar yang baru dipasang pada Jumat (18/10). (Foto: Instagram)

Papan nama Bukit Lemah Pasar yang baru dipasang pada Jumat (18/10). (Foto: Instagram)

Baca Juga : Debat Pilgub, 3 Cawagub Ungkap Kiat Geliatkan Wisata dan Budaya di Jatim

Untuk diketahui, nama-nama lokasi yang sebelumnya menggunakan istilah populer atau komersial kini dikembalikan sesuai dengan sebutan lokalnya.

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani, keputusan ini merupakan hasil musyawarah antara pihak BB-TNBTS, Romo Dukun Tengger, dan tokoh masyarakat setempat. 

“Kami sepakat untuk mengembalikan penamaan spot atau lokasi wisata di kawasan TNBTS agar sesuai dengan nama lokal sebagai wujud pelestarian adat dan budaya Tengger,” jelas Septi, dikutip keterangan resmi BB TNBTS. 

Terdapat beberapa tempat wisata yang mengalami perubahan nama, antara lain:
1. Bukit Teletubbies kini menjadi Lembah Watangan.
2. Bukit Cinta berganti menjadi Lemah Pasar.
3. Bukit Kingkong diubah menjadi Bukit Kedaluh.
4. Pasir Berbisik atau Laut Pasir kini disebut Pusung Gedhe. 

Penggantian nama ini diresmikan dalam sebuah upacara yang berlangsung di laut pasir Bromo. Deklarasi tersebut ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan oleh Plt Kepala Balai Besar TNBTS, Romo Dukun Tengger, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat BB-TNBTS.

 

Papan informasi Bukit Kedaluh. (Foto: Instagram)


Papan informasi Bukit Kedaluh. (Foto: Instagram)

Setelah upacara, papan-papan nama di lokasi wisata mulai diganti dengan sebutan lokal untuk menghormati sejarah dan budaya masyarakat Tengger. 

Sejarah di Balik Nama-Nama Asli

1. Lembah Watangan: Nama ini berasal dari kata "watang", yang berarti pohon roboh. Dahulu, di dataran rendah ini, terdapat banyak pohon yang tumbang dengan sendirinya karena usia tua. Lokasi ini menyimpan sejarah sebagai tempat vegetasi asli Tengger yang dulunya sangat rimbun.
   
2. Lemah Pasar: Sebutan asli dari tempat ini adalah Pasar Agung, yang dulunya menjadi lokasi penting dalam penyelenggaraan upacara adat. Lemah Pasar adalah tempat masyarakat setempat memenuhi kebutuhan untuk upacara-upacara sakral mereka. 

3. Bukit Kedaluh: Nama Kedaluh diambil dari bahasa Sanskerta, "Kada" berarti merindukan, dan "Luh" berarti pemberi hujan, atau Dewa Indra. Bukit ini menjadi simbol harapan masyarakat Tengger akan kesuburan tanah dan berkah dari alam. 

Pengembalian nama-nama lokal ini adalah bagian dari misi BB-TNBTS untuk menjaga harmoni antara konservasi alam dan pelestarian budaya. Dengan perubahan nama ini, diharapkan nilai-nilai historis yang melekat pada masyarakat Tengger semakin terangkat dan dipahami oleh para pengunjung. BB-TNBTS juga mengimbau agar masyarakat luas, pelaku pariwisata, hingga wisatawan turut menggunakan dan mempromosikan nama-nama lokal tersebut. 

Baca Juga : Gunakan 'Kerpekan' Saat Sesi Debat? Begini Jawaban Gamblang Para Calon Gubernur Jatim

“Kami berharap pelestarian budaya ini didukung oleh banyak pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata,” tambah Septi. 

Langkah ini tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga diharapkan memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Bromo. Selain berfoto di lokasi yang ikonik, mereka juga bisa mempelajari sejarah dan budaya yang hidup di kawasan ini. 

Dengan slogan "Harmoni Konservasi Alam dan Budaya", BB-TNBTS berharap langkah ini menjadi awal yang baik untuk melestarikan kekayaan budaya lokal, sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.


Topik

Wisata Bromo Bromo Tengger Semeru perubahan nama deatinasi wisata destinasi wisata favorit



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy