Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Benarkah Leukosit Tinggi pada Anak Butuh Antibiotik? Begini Penjelasan Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Oct - 2023, 19:53

Placeholder
Ilustrasi tes darah leukosit. (Foto: Halodoc)

JATIMTIMES - Leukosit tinggi pada anak merupakan pertanda adanya jumlah sel darah putih lebih banyak dari kondisi normal. Kondisi ini merupakan respons imun yang normal. Namun, kondisi tersebut dapat mengisyaratkan adanya penyakit tertentu.

Seperti diketahui, leukosit atau sel darah putih memiliki peran penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit. Meski sel darah putih hanya menyumbang sekitar 1% dari darah, tetapi dampaknya besar bagi kesehatan tubuh. Lantas berbahayakah jika jumlah leukosit pada anak tinggi?

Baca Juga : Financial Festival 2023 Angkat Akses Keuangan Merata Masyarakat Sejahtera

Dokter spesialis anak dr. Arifianto, Sp.A atau akrab disapa dokter Apin menjelaskan leukosit tinggi tidak selalu diartikan sebagai infeksi bakteri. Selain itu, leukosit tinggi juga tidak selalu menandakan perlunya antibiotik.

"Kembali ke diagnosis. Kalau diagnosisnya karena infeksi virus, ya nggak perlu antibiotik. Leukosit tinggi bisa saja suatu kegawatdaruratan, yakni pada keganasan," jelas dokter Apin, dikutip dari akun X (Twitter) pribadinya.

Dokter Apin mencontohkan kasus yang kerap terjadi kepadanya. Menurut dia, anak seringkali dirujuk dari klinik BPJS ke rumah sakit lantaran hasil lab menunjukkan leukosit tinggi. 

"Kenapa anaknya dirujuk dari klinik ke RS, Bu? Tanya saya ketika visite. Katanya ada infeksi. Leukositnya tinggi. Sembilan belas ribu, jawab si Ibu. Anaknya aktif, demam dengan batuk-pilek. Tanpa sesak atau dehidrasi. Jelas commoncold. Dan ini nggak perlu dirawat," ungkapnya.  

Lebih lanjut, dokter Apin menjelaskan jika dokter di rumah sakit tidak mengobati hasil laboratorium dan tidak mengobati pemeriksaan penunjang. 

"Dokter (hanya) mengobati pasiennya. Terapi sesuai diagnosis. Indikasi rawat inap pun jelas. Kalau tidak ada indikasi rawat, ya tidak perlu rawat. Leukosit meningkat bisa pada infeksi virus ringan," jelasnya. 

Baca Juga : Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS-PPPK Mulai Hari Ini, Begini Cara Ceknya

Meski begitu, dokter Apin meminta agar para orang waspada dengan hiperleukpsitpsis pada leukemia dengan leukosit tinggi pada infeksi virus/bakteri.

"Sehingga kesimpulannya, leukosit tinggi TIDAK selalu menandakan perlunya antibiotik. Inilah pentingnya membuat DIAGNOSIS, agar terapi sesuai. Bukan mengobati pemeriksaan penunjang," pungkas Dokter Apin. 

Di akhir pernyataannya, dokter Apin meminta agar para orang tua selalu tanya diagnosis dalam bahasa medis, agar bisa menyesuaikan terapi dengan diagnosis. Misalnya, pada kondisi berobat jalan, apabila diberikan antibiotik, tanya juga apa diagnosisnya. 

"Tanya juga apa diagnosisnya, apakah penyebabnya infeksi bakteri. Yang terpenting, pelajari penyakit langganan anak dan pengenalan kedaruratan pada anak," pungkas dokter Apin. 


Topik

Kesehatan dokter apin leukosit anak tinggi antibiotik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Batu Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan