JATIMTIMES - Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kebaikan serta pengampunan.
Bulan ini adalah bulan yang paling baik dari semua bulan, hal ini juga berlaku pada orang yang meninggal di bulan Ramadan.
Baca Juga : Habis Lebaran, Jangan Lupa Lakukan 3 Cek Kesehatan Ini
Mereka yang meninggal di bulan Ramadan dijanjikan beberapa keutamaan baik.
Seperti yang tertulis dalam riwayat Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Siapa saja yang mati dalam keadaan sedang berpuasa, maka Allah SWT akan membuka untuknya pintu-pintu surga dan tidak akan menutupnya sampai hari kiamat." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan sedang berpuasa dengan syarat, dia berpuasa penuh kesungguhan dan ketaqwaan, maka Allah SWT akan memberikan keutamaan besar dan membukakan pintu surga baginya.
Selain itu, ada juga beberapa kemuliaan yang didapat orang yang meninggal di bulan Ramadhan. Seperti yang sudah dirangkum dari berbagai sumber, berikut daftarnya :
Dapat ampunan dosa
Saat meninggal dalam kondisi berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan, Allah menjanjikan pengampunan atas dosa di masa lalu. Seperti dalam sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.” (H.R. Bukhari).
Bisa Masuk surga
Jika ada orang yang meninggal dibulan Ramadhan dengan keadaan berpuasa , maka dijanjikan untuk masuk surga. Seperti dalam hadis riwayat Ahmad Hudzaifah Radiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa suatu hari dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga."
Mendapat Pahala yang besar
Menjalankan puasa Ramadan termasuk ibadah yang sangat baik dan bisa meningkatkan keimanan bagi yang menjalankannya dengan ikhlas. Maka, saat ada orang yang meninggal di bulan Ramadan Allah SWT pun menjanjikan pahala yang besar. Seperti dalam surat An Nahl ayat 97, yang artinya:
”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl : 97).
Mati Syahid
Saat menjalankan ibadah puasa Ramadan, seorang Muslim berada di jalan Allah. Maka, kalau orang tersebut meninggal ketika berpuasa, sama saja seperti meninggal di jalan Allah. Hal ini seperti tertulis dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهالشُّهَدَاءُ
Baca Juga : Waspada Kesehatan Anak Pasca Lebaran, Begini Cara Atasinya
“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari).
Bebas dari laknat Allah
Jika seseorang meninggal di bulan Ramadan, selama masih memeluk Islam dan menjalani ibadah puasa, dapat terhindar dari laknat Allah. Hal ini tentu sangat berbeda dengan orang yang meninggal dalam keadaan kafir. Seperti yang tertulis dalam surat Al Baqarah ayat 161:
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ ٱللَّهِوَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya : "Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.” (Q. S. Al Baqarah:161)
Amal ibadah dibalas langsung oleh Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya :
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku"
Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).
Dalam hadis tersebut, dikatakan bahwa orang yang berpuasa mendapatkan 2 kebahagiaan, yaitu saat berbuka dan berjumpa dengan Allah. Sebab, amalan puasa akan dibalas langsung oleh Allah dengan pahala dan kebaikan yang tidak ternilai.
Bebas dari Azab kubur
Terdapat kemuliaan meninggal di bulan Ramadan selanjutnya, yaitu tentang azab kubur. Saat bulan Ramadan, dipenuhi dengan berkah dan ampunan, dan orang yang meninggal di bulan ini akan mendapatkan perlindungan dari azab kubur.
Dalil yang menunjukkan bahwa meninggal di bulan Ramadan akan terbebas dari azab kubur adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Turmudzi dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Siapa saja yang meninggal di bulan Ramadan dalam keadaan beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka ia akan terbebas dari azab kubur." (HR. Ahmad dan Turmudzi).
