JATIMTIMES - Dalam momen Lebaran, tentunya akan banyak sekali kuliner yang tersaji setiap dalam kunjungan silaturahmi. Kuliner Lebaran sendiri identik dengan makanan yang berlemak, karbohidrat, kolesterol, dan gula tinggi, seperti ketupat, opor ayam, rendang, berbagai jenis kue kering, dan es buah.
Pakar Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UB Leny Budhi Harti, S.Gz, M.Si.Med mengingatkan akan pentingnya menjaga pola hidup sehat saat Idul Fitri 1443 Hijriah. Menjaga pola makan yang sehat diperlukan untuk tetap menjaga kesehatan.
Baca Juga : Arema FC Siap Jika Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Turnamen Pra Musim 2022
"Untuk menjaga pola makan sehat saat Lebaran diperlukan beberapa cara agar tetap menerapkan pola makan seimbang seperti pengendalian diri, menerapkan porsi makan, meningkatkan makanan berbahan sayuran, menghidangkan minuman rendah gula seperti SOP Buah dan Infused Water," kata Leny.
Pertama kali yang harus dilakukan saat lebaran adalah pengendalian diri. Arti pengendalian diri sangat diperlukan agar tidak balas dendam atau makan tanpa terkontrol setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan.
"Kalau tidak mengendalikan diri, semua makanan pasti akan dimakan. Apabila tidak ada pengendalian diri bisa menyebabkan berat badan naik. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah menerapkan porsi makan sesuai konsep "isi piringku".
Lebih lanjut dijelaskannya, porsi makanan isi piringku ini, dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Secara konsep, porsi yang diberikan sesuai dengan umur, sesuai dengan kebutuhan masing-masing golongan umur.
Selanjutnya adalah, meningkatkan makanan berbahan sayuran. Hal tersebut sesuai dengan anjuran gizi seimbang dari kementerian kesehatan dengan memperbanyak mengkonsumsi sayur.
Baca Juga : Hidden Gem yang Bisa Dijadikan Tempat Piknik Bersama Keluarga setelah Lebaran
Kemudian, mengganti sirup dengan dengan hal-hal yang rendah gula. Dalam hal ini bisa menggunakan alternatif air putih seperti infus water maupun menggunakan kayu manis sebagai pengganti gula.
"Dari hasil penelitian kayu manis dapat meningkatkan sistem imun pada tubuh. Menggunakan pemanis buatan diperbolehkan, asalkan sesuai anjuran (tidak berlebihan)," jelasnya.
